Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 65


__ADS_3

"Kita sekarang tidak berada di alam yang bukan kematian dan bukan juga di alam kehidupan," ucap gadis itu sambil tersenyum


"Kalau tidak berada di keduanya kita berada di mana? dan siapa dirimu?" tanya Reina dengan kebingungan dan panik


"Kita berdua berada di ruang hampa, dan tempat ini hanya kita berdua, kalau kamu bertanya siapa aku? aku adalah orang yang selalu mengawasi dirimu," ucap gadis itu sambil berjalan menjauh


"Garis takdirmu adalah dirimu sendiri yang menentukannya, tidak ada yang bisa merubahnya jika kamu tidak ingin berani menyakinkan dirimu sendiri," ucap gadis itu berjalan hingga tidak terlihat meninggalkan Reina


"Blake, Bagaimana keadaan Reina?" tanya Yuria dengan tatapan khawatir dan panik tidak tau harus melakukan apa


"Reina, hanya pingsan karena shock dan tertekan dia hanya harus beristirahat sekarang," ucap Blake dengan tatapan lega melihat Reina


"Baguslah," ucap James dengan perasaan lega


"Apa yang terjadi hingga membuat Reina pingsan seperti ini?" tanya Blake dengan tatapan tajam ke James dan Yuria


"Reina, mendapatkan penghakiman dari para siswa karena seorang siswa perempuan yang baru itu jatuh dan mengatakan alasan bodoh," ucap Yuria dengan tatapan kesal


"Bagaimana mereka bisa menghakimi Reina seperti itu? ini alasan yang konyol dibuat oleh siswa itu," ucap Blake dengan aura membunuh


"Reina, dituduh sebagai orang yang jahat karena perempuan itu ingin dekat dengan Albern dan Reina melarangnya begitu menurut gadis itu kemudian para siswa yang berjalan di koridor langsung berkerumun dan menghakimi Reina dan menganggap gadis itu korban sedangkan Reina adalah pelaku yang melakukan kejahatan," ucap James dengan tatapan dingin


'Ini semua salah Albern, kenapa dia membiarkan gadis seperti Reina sampai shock seperti ini? Kenapa dia tidak datang ketika Reina membutuhkan dirinya? Sejak awal sudah jelas kalau dia tidak serius dengan Reina, aku tau itu aku harus segera mendatangi dirinya sekarang,' ucap Blake di dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya dan menggigit bibirnya


"AKU AKAN PERGI DULU KALIAN BERDUA JAGA REINA SAMPAI REINA BANGUN," teriak Blake sambil berlari ke luar ruangan perawatan


"Apa yang akan Blake lakukan?" tanya Yuria dengan khawatir dengan sikap Blake


"Kita lebih baik diam disini Yuria karena tidak ada gunanya kita mengganggu yang ingin di lakukan oleh Blake, aku tidak yakin dengan yang dilakukannya tapi aku tau mungkin dia akan menyalahkan Albern," ucap James dengan tatapan pasrah


"Kalau begitu kita harus menghentikan mereka," ucap Yuria dengan panik


"Jangan, kalau kamu tidak ingin mati jangan pergi dan tetap di sini, ini masalah antara saudara bukan urusan kita untuk mengurusi masalah ini," ucap James sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Reina yang masih terbaring di atas kasur


"Kemampuan berpedang kalian sangat buruk, sampai kapan kalian ingin membanggakan kemampuan kalian yang buruk itu," ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam


"Kami tidak puas, ketua," ucap semua anggotanya sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


"ALBERN, MARI KITA BICARA EMPAT MATA," teriak Blake dari kejauhan


"Kenapa kamu berteriak seperti itu Blake? Kemana sopan santunmu itu?" tanya Albern dengan tatapan sinis dan dingin


"Ikut denganku atau aku paksa kamu untuk ikut denganku," ucap Blake sambil menarik kerah baju milik Albern


'Sepertinya dia ingin berbicara serius, aku akan mengikutinya,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap adiknya


"Baiklah, kita bicara berdua tapi di tempat yang aku tentukan," ucap Albern dengan tatapan tajam


"Baiklah, kalau begitu," ucap Blake sambil melepaskan kerah baju yang di pegangnya


"Kalian semua berlatihlah sendiri, aku masih ada urusan yang harus aku urus," ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam


Kemudian mengaktifkan sihir teleportasinya ke dekat hutan yang jauh dari daerah sekolah.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan Blake, aku harap yang kamu bicarakan benar-benar penting," ucap Albern dengan tatapan sinis


"Baiklah, aku akan bertanya kepadamu secara langsung,"


"Berapa kali aku bilang kepadamu, kalau aku sangat tulus dan mencintai sangat mencintai dirinya," ucap Albern dengan tatapan dingin


"Tulus? Cinta? aku tidak salah dengar kata itu dari mulutmu," ucap Blake sambil mengigit bibirnya dan mengepalkan tangannya


"Ada apa denganmu, kamu ingin berusaha memaksa Reina menerimamu? aku tidak akan Sudi itu terjadi," ucap Albern dengan perasaan kesal


"Hah? Tidak Sudi?"


"KALAU BEGITU KENAPA KAMU TIDAK MERAWAT REINA DENGAN BAIK BAJ***AN," teriak Blake sambil melayangkan pukulannya dengan kuat hingga membuat Albern terjatuh dan hidung berdarah


"KENAPA KAMU MEMBUAT REINA MENDERITA? KENAPA KAMU MEMBUAT DIA PINGSAN? KENAPA KAMU TIDAK ADA DI SAAT REINA SEDANG KESUSAHAN?"


"CINTA? SAYANG? TULUS? UCAPAN DARI MULUT ORANG SEPERTIMU HANYALAH SEBUAH JANJI, KAMU BAHKAN TIDAK TAU REINA MASUK KE RUANG KESEHATAN KARENA SHOCK DI HAKIMI OLEH PARA SISWA,"


"MENURUTMU PANTASKAH DIRIMU MEMBAHAGIAKAN GADIS YANG INGIN BEBAS?"


"AKU TANYAKAN KEPADAMU ALBERN!! JAWAB AKU!!" teriak Blake membuat Albern terdiam seribu bahasa tanpa mengedipkan matanya sekalipun matanya dia di tampar oleh kenyataan kalau dia tidak memahami tentang Reina.

__ADS_1


'Apa Reina masuk ke ruangan perawatan karena aku? Dan dia pingsan karena shock karena aku, dan aku tidak mengetahui masalah ini,'


'Aku adalah tunangannya tapi aku tidak ada pada saat dia sedang berada di posisi yang sulit, aku jadi berpikir apakah mungkin Reina menerima diriku dengan terpaksa karena aku yang memintanya,' ucap Albern di dalam hatinya setelah mendengarkan pernyataan-pernyataan yang di katakan saudaranya


"KENAPA KAMU DIAM ALBERN? APA KAMU SUNGGUH TIDAK MEMILIKI HATI? JIKA KAMU TIDAK SERIUS LEPASKAN REINA DARI DIRIMU DAN BIARKAN AKU MEMBAHAGIAKAN DIRINYA," teriak Blake dengan tatapan marah kepada Albern


"Aku..."


"Aku memang tidak bisa selalu ada untuk dirinya, aku memang buruk, aku mengakui hal itu," gumam Albern dengan tatapan kosong


"Aku memang tidak tau berapa banyak luka yang aku berikan kepada Reina, tapi aku akan berusaha semampuku untuk melindungi dirinya walaupun aku tidak memiliki banyak kekuatan," gumamnya lagi sambil berusaha berdiri


"Aku berterima kasih kepadamu karena telah menyampaikan kalau Reina sekarang berada di ruangan perawatan, aku ingin membahas masalah ini nanti lagi," ucap Albern sambil mengaktifkan sihir teleportasinya menuju ke ruangan kesehatan


"Reina," ucap Albern berjalan masuk tanpa mengetuk pintu dan menggenggam tangan Reina dengan erat


Kedua orang yang menjaga ruang bingung melihat Albern yang begitu berantakan masuk ke dalam ruangan perawatan tiba-tiba.


"Maafkan aku karena tidak berada disampingmu untuk melindungi dirimu padahal dirimu begitu membutuhkan orang yang bisa diandalkan," ucap Albern sambil mencium tangan Reina dan menggenggamnya dengan erat


'Sepertinya Blake benar-benar memberikan seorang putra mahkota ini pelajaran yang tidak terlupakan dan dia sekarang begitu khawatir dengan keadaan Reina,' ucap James di dalam hatinya sambil menatap Albern yang mengkhawatirkan Reina


'Aku tidak pernah melihat Albern dengan sosok yang seperti ini, dan penampilan yang berantakan ini, sepertinya Blake benar-benar bertengkar dengan Albern karena masalah Reina,' ucap Yuria sambil menatap Reina yang masih dalam keadaan pingsan


"Albern, sebelum itu bersihkan lukamu dan rawatlah lukamu itu, Reina akan sedih dan khawatir jika pada saat dia bangun dan melihat dirimu melihatmu dalam keadaan seperti itu," ucap James sambil menaikan kacamatanya


"Yang di katakan oleh James benar, kamu harus merapikan dirimu dulu, aku yakin Reina akan panik melihatmu dengan berantakan seperti ini," timpal Yuria dengan tatapan khawatir


"Kamu tenang saja Albern, kami akan menjaganya disini jadi sekarang rapikan lah penampilan dirimu," ucap James sambil menyentuh bahu Albern


"Tidak, aku tidak ingin kehilangan dirinya dan membuat dia terluka lagi jadi aku akan disini sampai dia sadarkan diri," ucap Albern dengan tatapan tajam dan haus darah seolah-olah tidak ada yang bisa menghentikan dirinya atau membuatnya menjauhi Reina satu inci pun


'Terang sekali... ini aku ada dimana?' ucap Reina di dalam hatinya


Dimanakah Reina berada? Apakah Reina akan segera bangun? bagiamana kisah mereka selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2