
"Yang mulia maafkan kami, kami hanya bercanda," ucap Yuria dan Shun serempak dan menundukkan kepalanya
"Hohohoh, kalian setuju ya terhadap pembatalan pertunangan itu," ucap James sambil tersenyum jail
'Yang kalian katakan sebenarnya adalah kata-kata yang sering di ucapkan oleh Reina, yah tentu saja mereka tidak tau,' ucap James di dalam hati sambil menatap Albern
"Aku tidak mempermasalahkannya dan ini di akademi panggil aku dengan nama tapi Blake kenapa kamu bisa di sebelah Reina, apa kamu lupa Reina adalah tunangan ku?" ucap Albern dengan tatapan tajam
'Sepertinya aku terlibat suatu pertengkaran yang tidak seharusnya ada, kenapa tidak ada hari yang tenang datang kepadaku?' ucap Reina di dalam hati
"Sepertinya mereka punya hubungan yang tidak baik Shun dan mereka berdua akan bertengkar di perpustakaan yang suci ini," bisik Yuria kepada Shun
'aku harus menghentikan mereka berdua,' ucap Reina sambil menghela nafas
"Kakak dan James senang bertemu denganmu, aku dan Reina adalah teman memangnya apa salahnya kalau kamu berdua dekat" ucap Blake dengan polos
"EHHHH... KALIAN KAKAK BERADIK," Teriak Reina, Yuria dan Shun serempak
"Kamu tidak pernah memberi tau ku tentang ini Albern," ucap Reina dengan muka memerah
'aku melakukan sesuatu dengan seenaknya, kepada seorang pangeran bisa-bisa ku mendapatkan Kematian ku terlebih dahulu,' ucap Reina di dalam hati dengan tatapan suram
"Kalau dipikir-pikir mereka memang mirip," ucap Shun sambil melihat Albern dan Blake
__ADS_1
"Itu karena aku menggunakan nama keluarga ibuku untuk bersekolah di akademi," ucap Blake sambil tersenyum
"Aku belum melakukan debute di pergaulan atas karena aku sibuk mengurus perdagangan. sehingga kalau aku muncul di akademi akan membuat orang berpikir kalau aku anak haram kerajaan nantinya oleh karena itu aku menggunakan nama keluarga ibuku," ucap Blake sambil tersenyum
"Reina kita teman bukan?" tanya Blake sambil tersenyum polos dan memegang tangan Reina
'dia memegang tangan perempuanku, kalau bukan karena saudara aku sudah memotong lehernya dan kenapa ibu mengizinkan dia bersekolah di akademi yang sama,' ucap Albern di dalam hati
'Fufufu, aku sudah tau kalau Albern tertarik dengan Reina sejak di taman dan itu berbeda seperti yang di ceritakan di novel karena aku penasaran kenapa dia begitu menarik setelah aku mendekatinya aku tidak menyangka dia gadis yang lucu. Tidak sia-sia aku meminta ibu memasukkan ku ke akademi lebih awal sebelum debuteku tiba,' ucap Blake di dalam hati sambil tersenyum licik
"Tentu saja, kita adalah teman," ucap Reina sambil tersenyum
"Aku rasa ada baiknya kita berdua diam dan menonton pertengkaran batin saudara, Reina mana mungkin menyadari pertarungan batin ini," bisik Shun kepada Yuria kemudian mereka berdua menonton pertengkaran batin antar saudara sambil meminum secangkir teh
"kalau begitu biar aku yang mengantarkanmu," ucap Blake dan Albern serentak
"Blake, kamu tidak perlu mengantarkan Reina, ini adalah tugasku sebagai tunangannya," ucap Albern sambil menatap dingin dan tersenyum
"Kakak aku adalah teman Reina jadi sudah tugasku sebagai teman untuk menemani dan menjaganya" ucap Blake sambil tersenyum
"tidak perlu, asrama dekat dengan perpustakaan jadi tidak masalah untukku pulang sendirian" ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya
"Reina kalau begitu aku ikut denganmu" ucap Yuria sambil berlari ke arah Reina
__ADS_1
"baiklah," ucap Reina sambil tersenyum
"Shun kamu pulanglah ke asrama bersama mereka berdua," ucap Yuria sambil melambaikan tangan
Diluar perpustakaan
'Entah kenapa aku merasa perpustakaan itu penuh dengan hawa yang dingin,' ucap Reina di dalam hati
"Reina kamu sepertinya beruntung ya," ucap Yuria sambil tertawa
"Eh? beruntung? beruntung apanya?" tanya Reina dengan kebingungan
"Ah itu ya kamu penasaran ya?" Tanya Yuria sambil menyeringai
"sedikit," ucap Reina dengan datar
"Apa kamu tidak menyadari kalau berdua pangeran itu menyukai mu?" tanya Yuria sambil menyeringai
"Yuria kami hanya berteman, dan juga pertunangan ku bisa di batalkan kapanpun, di dunia ini tidak ada yang akan bertahan selamanya terutama cinta, karena perasaan mereka akan berubah seiring perjalanan waktu," ucap Reina dengan senyum pahit
'Itu pasti tidak akan mungkin takdir untuk mereka telah di tentukan, jadi tidakkah mungkin bisa aku' ucap Reina di dalam hati
Bagaimana takdir Reina selanjutnya? Apa benar yang dikatakan oleh Yuria? Mungkinkah Reina memiliki orang yang dicintai nya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA