Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 66


__ADS_3

Setelah melihat keadaan sekitar, mata Reina tertuju kepada seorang laki-laki yang sangat berantakan


"Albern?" Gumam Reina sambil berusaha menggerakkan tangan yang berada di genggaman Albern


"REINA, Aku bersyukur kamu sadar dari pingsanmu," ucap Albern sambil menggenggam tangan Reina yang begitu dingin


Sedangkan kedua orang yang berada di belakangnya menatap sambil tersenyum lega melihat Reina yang telah sadar.


'Aku tidak tau kalau laki-laki yang begitu dingin seperti es dan hampir tidak pernah menampilkan ekspresi selain tatapan menyeramkan bisa luluh di hadapan Reina,' ucap Yuria di dalam hatinya dengan tatapan begitu terkejut


"Keluar yuk," ucap James dengan suara yang pelan sambil menunjuk ke arah pintu


Mendengar ucapan dan isyarat James Yuria dan James keluar dari kamar dan menyisakan Reina dan Albern berada di dalam ruangan


"Albern, kenapa kamu terlihat berantakan?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Aku habis dari ruangan latihan untuk melatih para kesatria wajar saja jika aku berantakan," ucap Albern dengan tatapan dingin


"Baiklah, tapi kenapa kamu terluka seperti itu? kamu habis bertengkar dengan Blake ya?' tanya Reina sambil menatap luka yang ada di sekitar tubuh Albern


"Ini adalah luka yang pantas aku dapatkan, jadi kamu tidak perlu memarahinya dan kamu baru bangun dari pingsanmu, Bagaimana kamu bisa mengetahuinya," ucap Albern sambil menghela nafasnya


"Aku tidak bilang kalau aku akan memarahi dirinya," ucap Reina sambil menyeringai


'Albern dan Blake benar-benar bertengkar? Apa karena aku?' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap lukanya


'Aku rasa memang akan berjalan sesuai dengan yang tertulis di buku lebih baik di akhiri saja kan, aku juga selalu menyusahkan dirinya sampai dia harus bersusah payah kemari dan terluka,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Albern dengan senyuman pahit


"Albern, sebelumnya aku ingin minta maaf kepadamu," ucap Reina dengan senyuman pahit


"Apa yang kamu bicarakan Reina? Kenapa kamu meminta maaf kepadaku? harusnya akulah yang meminta maaf kepadamu, aku tidak bisa berada di sisimu di saat kamu sedang kesulitan ," ucap Albern sambil menatap Reina dengan tatapan khawatir


"Pada saat aku mendengarkan pembicaraan para murid di koridor tadi aku rasa mereka memang benar, aku tidak pantas untuk dirimu Albern, kita akhiri ya hubungan kita?" ucap Reina sambil tersenyum pahit


"Hubungan yang sudah begitu jelek dari awal tidak mungkin bisa bertahan sampai akhir Albern ini demi kebaikan dirimu dan diriku ya," ucap Reina dengan nafas yang sesak dan menahan air yang akan tumpah dari matanya


"Aku harap kamu memutuskan pertunangan ini dengan segera, aku harap kamu memikirkannya dengan baik Albern," ucapnya lagi sambil menatap ke arah jendela


"Aku mengerti, akan aku pikirkan Reina, dan maafkan aku jika aku telah membuat dirimu kecewa kepadaku," ucap Albern sambil menatap Reina kemudian beranjak dari kursinya dan keluar dari ruangan kesehatan


"Kenapa hatiku terasa seperti tersayat? Bukankah ini adalah pilihan yang benar?" tanya Reina dengan air mata yang telah tumpah


"Aku harus beristirahat dengan cukup supaya nanti aku bisa kembali ke kondisiku," Gumam Reina sambil


Beberapa hari kemudian...

__ADS_1


"Ini sudah beberapa hari semenjak Reina pingsan, kamu tidak banyak membicarakannya lagi Albern dan kamu juga tidak masalah dengan Elena yang mendekati dirimu," ucap James sambil menatap tajam Albern


"Dan kamu juga sering melamun sekarang Albern," ucapnya lagi


"Apa kamu sekarang tidak memiliki banyak pekerjaan sehingga harus bergosip tentangku James," ucap Albern sambil mengerutkan keningnya dengan tatapan dingin


"Baiklah... baiklah... aku tidak akan banyak ikut campur tentang kehidupan romansamu," ucap James dengan tatapan pasrah


'Aku bingung kepada diriku sendiri, sebenarnya apa benar aku merasakan perasaan cinta kepada Reina? Kenapa perasaanku begitu sakit dan perih mendengarkan dirinya ingin mengakhiri hubungannya kepadaku? Kenapa aku berada di posisi ujung pisau?' ucap Albern di dalam hatinya dengan pertanyaan yang menghujani dirinya sendiri


"ALBERN, aku merindukanmu," ucap Elena sambil berjalan ke arah Albern


"Bisakah kamu tidak berisik, nona ELENA," ucap James sambi menaikkan kacamatanya dengan tatapan kesal


"Reina, kamu baik-baik saja?" tanya Yuria dengan tatapan khawatir


"Aku baik-baik saja,"  ucap Reina sambil tersenyum


"Kamu memang mengatakan dirimu baik-baik saja tapi ekspresimu begitu kosong dan auramu mengatakan dirimu berbohong," ucap Shun sambil menatap Reina dengan tatapan tajam


"Shun, memang benar," ucap Yuria sambil menganggukkan kepalanya


"Kalian berdua kenapa tidak bertengkar saja," ucap Reina dengan tatapan sinis


"KENAPA KAMU MENGATAKAN SEPERTI ITU?" ucap Shun dan Yuria dengan serentak


"Reina, tenang saja kami ada di pihakmu," ucap Yuria sambil menggenggam tangan Reina sedangkan Shun hanya menganggukkan kepalanya


"Kalian kenapa begitu ribut di sini?" tanya Asmodeus menghampiri mereka bertiga


'Tampannya laki-laki ini tapi sayangnya masih tampan Shunku,' ucap Yuria dengan mata berbinar-binar menatap Asmodeus


'Yuria, kenapa menatapnya begitu lama,' ucap Shun dengan perasaan gelisah


"Kamu punyaku jangan banyak melihat laki-laki lain," bisik Shun sambil menarik tangan Yuria


'Jadi nyamuk saja terus aku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan pasrah


"Tidak kenapa-kenapa mereka hanya mengkhawatirkanku," ucap Reina sambil tersenyum profesional


"Asmodeus kenapa kamu ada di sini?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan


"Aku dengar kamu pingsan beberapa hari yang lalu jadi ini untukmu bukan berarti aku khawatir dengan dirimu jangan terlalu banyak berharap," ucap Asmodeus sambil menatap ke arah lain dan memberikan sekuntum bunga


'Dia sedang stun dare kan' ucap mereka bertiga dengan serentak di dalam hati dengan tatapan suram

__ADS_1


"Terima kasih, Asmodeus atas hadiahnya


"Deus, akhirnya aku menemukanmu dari tadi aku mencarimu aku pikir kamu akan keluar sekolah secara diam-diam," ucap Derick sambil berjalan ke arah mereka


"Reina, aku dengar kamu pingsan beberapa hari yang lalu, ini aku berikan kepadamu," ucap Derick sambil memberikan sebuah kotak


"Terima kasih Derick, Atas hadiahnya aku penasaran Ini kotak apa?" tanya Reina sambil menatap kotak itu dengan kebingungan


"Derick, kamu kemari untuk mencari Reina atau Asmodeus?" tanya Shun dengan tatapan kebingungan


"Bukalah, jika ingin membukanya sekarang yah aku memang mencari Asmodeus tapi karena aku melihat Reina jadi sekalian saja aku memberikan sebuah buah tangan," ucap Derick sambil tersenyum


Mendengarkan ucapan Derick Reina langsung membuka kotak yang diberikan oleh Derick.


"Ini kalung yang cantik, sekali lagi terima kasih Derick," ucap Reina sambil tersenyum


"Kalung ini di memiliki sihir, saat kamu berada dalam keadaan terancam, kamu bisa memecahkan kalung ini," ucap Derick sambil menunjuk kalung itu


"Ini sangat membantuku," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya


"Di sini ramai sekali ya... Reina, bagaimana dengan keadaan tubuhmu sekarang?" ucap si kembar secara serentak sambil berjalan ke arah Reina dan memberikan sebuah kotak


"Aku sudah baik-baik saja kok, Absyara dan Absyuri terima kasih," ucap Reina sambil tersenyum


"Air mata Reina tiba-tiba membasahi pipinya "Kenapa air mataku mengalir?"


Mereka yang berada di dekat Reina panik, dan teringat dengan kata-kata yang dikatakan seorang gadis di mimpinya.


'Garis takdirmu adalah dirimu sendiri yang menentukannya, tidak ada yang bisa merubahnya jika kamu tidak ingin berani menyakinkan dirimu sendiri'


'Ah... ternyata aku tidak sepenuhnya gagal mengubah takdirku,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum


"Semuanya terima kasih aku sangat-sangat senang," ucap Reina sambil tersenyum


"Pada saat liburan semesteran nanti aku akan mengundang kalian untuk ke mansion keluargaku setelah semua ini selesai," ucap Reina sambil tersenyum


"Senyummu sangat berharga untuk kami, jadi kami pasti akan melindunginya," ucap Yuria sambil tersenyum


"Sebentar lagi kelas akan dimulai, kalian kembalilah ke kelas kalian masing-masing sekarang," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Baiklah," ucap mereka dengan serentak


'Aku lupa kalau aku tidak sendiri, banyak sekali orang yang mengkhawatirkan diriku untuk saat ini mungkin aku bisa melupakan masalahku dengan dirinya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berjalan menuju kelasnya


Apakah perpisahan ini akan berlangsung lama? Apakah mereka akan menyadari dari dalam diri mereka? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2