Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 76


__ADS_3

'Apa jangan-jangan anak-anak yang di bicarakan oleh Derick tadi adalah anak panti asuhan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan malu karena salah institusi,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Derick yang berjalan ke arah pintu


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Ya, ada apa?" ucap seorang perempuan yang sudah terlihat setengah tua itu sambil membukakan pintu di iringi oleh anak-anak kecil di belakangnya


"Tuan Duke, sudah lama tidak melihat anda kemari, anak-anak sedang menunggu dirimu datang," ucapnya lagi dengan senyuman ramah


'Mereka juga dekat dengan Derick, aku tidak menyangka kalau Derick punya sisi seperti itu,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Derick dengan tatapan yang penuh dengan perhatian


"Karena akademi sedang libur aku kesini untuk mengunjungi mereka," ucap Derick sambil tersenyum


"Hoho... kalau begitu masuklah dan perempuan yang cantik itu siapa? pacarmu?" ucap perempuan itu sambil menatap Reina


"Kak Derick, perempuan yang di belakangmu jika bukan pacarmu jadi pacarku juga tidak apa-apa," ucap seorang anak kecil yang berjalan ke arah depan Derick


"Jaga bicaramu Yori, dia memang bukan pacarku tapi calon pacarku," ucap Derick sambil menyeringai ke arah anak kecil itu


"Hanya calon pacar artinya dia belum ada yang punya kan," ucap Yori sambil menyeringai


"Kamu masih kecil memangnya bisa, belajarlah dengan benar baru nanti kamu bisa bersaing denganku," ucap Derick sambil tersenyum


'Dia pasti bercanda kan karena ada anak-anak disini,' ucap Reina di dalam hatinya dengan muka yang panas


"Ah iya Reina, perkenalkan dia adalah salah satu penjaga panti di sini dan dia adalah kepala panti asuhan ini namanya adalah Rosella," ucap Derick sambil menatap Reina


"Dan kepala panti perkenalkan dia adalah temanku sekaligus orang yang aku kejar namanya Reina Elice Halmiton," ucap Derick sambil tersenyum lembut


'Dia sedang bercanda kan, dia mengucapkannya begitu mudah artinya dia bercanda kan?' ucap Reina di dalam hatinya dengan panik


"Salam kenal kepala panti," ucap Reina sambil memberikan hormat


"Kamu adalah perempuan yang sopan ya dan juga cantik pantas saja, tuan Duke berbicara seperti itu,"


"Kamu seorang bangsawan kan? berasal dari keluarga Halmiton? salah satu dari keluarga besar tapi perilakunya sangat sopan kepada saya yang hanya rakyat biasa ini sungguh suatu kehormatan," ucap kepala panti itu sambil tersenyum

__ADS_1


"Ah... anda tidak perlu melakukan itu, kepada saya panggil nama saja sudah cukup untukku," ucap Reina sambil tersenyum kecil


"Sungguh gadis yang baik, tuan Duke kalau bisa kamu nikahi saja, gadis yang baik ini," ucap kepala panti sambil tertawa kecil


"Kakak, apa kakak ingin bermain bersama kami?" ucap Yori sambil memegang tangan Reina


"Eh? Apa aku boleh bergabung?" tanya Reina sambil menatap anak kecil itu


"Tentu saja kakak boleh, kami sudah bosen bermain hanya dengan kak Derick," ucap anak kecil itu sambil mengelelot ke arah Derick


"Oh begitu ya, aku ada membawakan mainan tadinya aku ingin membagikannya untuk Yori dan yang lain,"


"Tapi ternyata Yori saja yang tidak ingin bermain denganku, jadi tidak ada mainan untuk Yori," ucap Derick sambil menyeringai


"Sungguh sangat di sayangkan sekali," ucap Derick dengan tatapan yang sedih


"Eh? kak Derick aku hanya bercanda," ucap Yori dengan nada sedih


"Kak Derick, jangan seperti itu dong kak," rayu Yori sambil menarik lengan baju Derick


"Tentu saja, mana mungkin aku tidak bermain dengan kakak," ucap Yori sambil tersenyum


'Dia ternyata sangat akrab dengan anak kecil, ini pertama kalinya aku melihatnya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap ke arah Derick


"Kalau begitu kita harus masuk dulu," ucap Derick sambil menggandeng tangan Yori dan masuk ke dalam panti asuhan


"Kamu pasti terkejut ya melihat seorang Duke begitu perhatian kepada anak-anak panti asuhan yang hanya rakyat biasa," ucap kepala panti sambil berjalan masuk di ikuti dengan Reina dari belakang


"Iya, aku tidak menyangka orang yang sangat hebat dalam memimpin, orang yang tegas bisa mengunjungi panti asuhan," ucap Reina sambil menatap Derick yang menyapa anak-anak lain yang mengerumuninya


"Tuan Duke kemari karena dia merasa kalau anak-anak panti asuhan memiliki masa kecil yang pasti akan sulit bahagia oleh karena itu dia ke sini untuk merawatnya dan juga dia sudah sejak berumur 14 tahun selalu datang ke panti asuhan," ucap kepala panti sambil tersenyum


"Ketika dia mengunjunginya, dia bilang kalau dia merasa bisa membantu panti asuhan sedikit demi sedikit dia memberikan sumbangan untuk panti asuhan ini dan semakin bertambahnya anak-anak di panti asuhan ini, membuat dia sangat senang karena katanya kalau anak-anak ini di berikan kebebasan untuk memilih masa depan mereka, dibandingkan dengan anak-anak yang di buang di jalanan begitu saja dan harus bertahan hidup di jalanan," ucap kepala panti dengan tatapan sedikit sedih


'Aku tidak menyangka kalau dia bisa berpikiran seperti itu, dan tidak melakukannya hanya untuk kesenangan sesekali, dia memang pantas untuk menjadi seorang Duke dan pewaris keluarga Duke selanjutnya, padahal aku menulisnya dengan karakter yang kejam tapi ternyata ada sisi yang sangat baik dari dirinya sendiri,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang penuh perhatian

__ADS_1


"Kakak cantik, apa kakak ingin bermain bersama kami?" tanya seorang gadis kecil yang menarik tangan Reina


'Imutnya, gadis kecil ini,' ucap Reina sambil menatap gadis kecil itu sambil tersenyum


"Kakak cantik kenapa diam? Apa kakak tidak ingin bermain bersamaku?" ucap gadis kecil itu dengan mata berkaca-kaca


"Eh? kamu kenapa menangis? maafkan kakak tiba-tiba diam dan tidak menjawab pertanyaanmu," ucap Reina dengan panik sambil menenangkan gadis kecil itu


"Kakak mau kok bermain denganmu, apa boleh aku tau namamu gadis kecil?" ucap Reina sambil melipat kedua lututnya dan bertumpu dengan telapak kakinya


"Namaku Nela kakak kalau kakak yang cantik bernama apa?," ucap gadis kecil itu sambil tersenyum


"Aku Reina," ucap Reina sambil tersenyum


"Kak Reina, kalau begitu ayo bermain bersama kami," ucap Nela sambil menarik tangan Reina


"Baiklah," ucap Reina beranjak berdiri dan berjalan ke arah kerumunan anak kecil di sekitar Derick


"Apa boleh aku bergabung bermain?" tanya Reina sambil tersenyum kepada anak kecil itu


"tentu saja boleh kakak, kami akan bermain petak umpet," ucap Yori sambil tersenyum


"Apa kakak juga mau bermain petak umpet?" tanya Yori sambil tersenyum


"Tentu saja mau, kakak jago dalam permainan ini," ucap Reina sambil tersenyum


'Reina benar-benar bisa langsung akur dengan mereka, padahal mereka bukan anak-anak yang mudah untuk di ajak berbicara apalagi di ajak main, aku berharap Reina benar-benar memikirkan perkataanku tentang perasaanku yang menginginkan dirinya menjadi istriku,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Reina


"Kalau begitu kak Derick yang berhitung," ucap Yori sambil tersenyum


"Baiklah, kalau kalian kalah jangan menangis," ucap Derick sambil tersenyum


Siapakah yang akan menang dalam permainan petak umpet? Apakah Reina akan memiliki hati untuk Derick? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2