Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 102 INI SUDAH BERAKHIR ALBERN, KAMU TIDAK MEMILIKI HAK


__ADS_3

"Albern, kenapa kamu terus melamun? Apa ada sesuatu?" tanya Elena sambil mengerutkan keningnya menatap Albern yang hanya diam termenung


"Ah... maafkan aku, hanya saja aku sedikit memikirkan pekerjaanku," ucap Albern sambil tersenyum paksa


'Aku ingin tau kenapa pada saat aku menatap gadis itu, seperti tidak asing dan hatiku terasa seperti ada yang menusuk-nusuk,' ucap Albern di dalam hatinya sambil berusaha mengingat namun nihil hasilnya


"Elena, nanti kamu kembali ke kelas sendiri, aku masih ada urusan di perpustakaan," ucap Albern dengan tatapan lembut


"Tapi kan... aku ingin bersamamu kemana pun kamu pergi Albern," ucap Elena dengan tatapan kecewa


"Elena, kamu tau kan aku akan jadi seorang pemimpin negara, jadi tolong pahami aku dan juga aku belum setuju dengan calon tunangan itu,"


"Elena, aku harap kamu perbaiki caramu berperilaku untuk menjadi tunanganku,"


"Aku bukan marah atau apa? tapi aku hanya ingin kamu menunjukkan kualifikasi yang pantas untuk menjadi calon ratu," ucap Albern sambil mengelus kepala Elena


'Yang di katakan memang ada benarnya, aku sebaiknya menjaga perilakuku sebelum Reina berhasil mengembalikan ingatannya tapi itu kalau bisa kembali sih,'


'Karena Albern kehilangan ingatannya, lebih baik memang aku menarik hatinya dengan menurutinya dan tetap menjadi gadis yang pengertian serta polos,' ucap Elena di dalam hatinya


"Iya tenang saja aku akan belajar sebaik mungkin untuk mendukungmu," ucap Elena sambil tersenyum


"Kalau begitu aku pergi dulu," ucap Albern kemudian pergi meninggalkan Elena sendirian untuk makan siang


"Albern," panggil seseorang yang tidak jauh darinya


"Ah... James, ada apa kamu kemari?" ucap Albern dengan dingin


"Pekerjaanmu masih banyak di ruang kerja, sampai kapan kamu ingin kehilangan ingatanmu dan bersama perempuan lain sedangkan dirimu sudah memiliki tunangan," ucap James dengan nada tinggi dan tatapan kesal


"Maafkan aku jika aku melalaikan pekerjaanku, aku nanti akan langsung mengerjakannya,"


"Tapi siapa gadis yang kamu maksud tunangan itu? aku sama sekali tidak memiliki tunangan seorang pun," ucap Albern dengan tatapan dingin dan kerutan kening


"Reina Elice Halmiton, putri keluarga Marquess Halmiton. Kamu bertunangan dengannya saat kamu masih berusia 11 tahun dan saat Reina ingin membatalkan pertunangan kepadamu, kalian membuat perjanjian yang isinya telah terjadi saat ini,"


"Albern, aku harap kamu tidak melakukan hal buruk seperti menggantung perasaan seorang Lady yang sedang menunggu kepastian perasaan yang kamu miliki," ucap James sambil menaikan kacamatanya

__ADS_1


"Tidak biasanya kamu menceramahiku tentang seorang gadis dari keluarga bangsawan kecil, apakah kamu menyukainya? atau karena dia memohon kepadamu?" ucap Albern dengan tatapan dingin dan kesal


"Masalah itu... akan secepatnya aku batalkan tapi bisakah kamu memberi tau gadis itu James untuk tidak bermain trik seperti ini, hanya karena aku menyukai Elena


"Aku melupakan dirinya dan dia cemburu," ucap Albern dengan tatapan begitu dingin


'Apa yang membuatnya berubah seperti ini, dia dulunya rela berlutut untuk keluarga Halmiton demi seorang gadis sekarang malah menganggap kalau Reina bermain trik denganya,,'


'Dia bahkan menganggap kalau keluarga Halmiton adalah keluarga yang kecil, dia sungguh kehilangan semua ingatannya, dan tidak ingin memperbaiki yang telah rusak,'


'Aku padahal sangat mengkhawatirkan kalau keluarga Halmiton datang untuk membalas dendam karena perbuatan Albern,'


'Dia bahkan menolak apa pun yang aku sampaikan kepadanya, aku lelah mengurus masalah dari balik belakang layar ini ditambah ada banyak hal yang tidak bisa aku laporkan kepadanya soal perdana menteri itu,' ucap James di dalam hatinya


"Albern... aku tidak ingin lagi banyak bicara dengan dirimu lagi Albern, kamu sangat berbeda dengan dirimu yang sekarang, intinya kamu kerjakan saja pekerjaanmu, walaupun kamu atasanku dan aku adalah bawahanmu kamu masih tidak percaya yang aku katakan langsung," ucap James dengan tatapan kecewa kepada Albern kemudian pergi melewati Albern begitu saja


'Apa yang membuat James bertindak sejauh ini? Kenapa hanya gadis itu di perhatikan penuh oleh James? Aku harus menyelidikinya secara diam-diam,' ucap Albern dengan tatapan penasaran


Di perpustakaan...


'Sekarang perjanjian itu telah terpenuhi, apa aku harus menanyakan langsung kepada Albern,'


"Dibandingkan denganku aku mungkin hanya seorang pengganggu sekarang, kata cinta yang dia katakan sekarang tinggalkan kenangan indah yang sesaat" Gumamnya menatap ke arah luar jendela melihat seorang laki-laki yang tidak asing masuk ke dalam perpustakaan


'Humm... Blake kenapa dia ada disini?'


'Aku keluar dan menemui dia saja deh,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan terkejut melihat Blake yang masuk ke dalam perpustakaan kemudian keluar dari ruangannya


"Blake, Ada perlu apa kamu di sini?" Ucap Reina dengan pelan


"Aku disini karena ingin mengembalikan beberapa buku, kamu selalu di sini ya," ucap Blake sambil menatap Reina dengan tatapan lembut


"Iya, mau minum teh dulu?" Ucap Reina sambil tersenyum


"Boleh," ucap Blake sambil tersenyum


'Gadis itu yang tadi kan? Yang di katakan oleh James? Tunanganku tapi kenapa dia bersama dengan Blake?'

__ADS_1


'Dia memang seorang la***g ya? Sudah memiliki tunangan tapi malah bersama orang lain, aku harus berbicara dengannya,' ucap Albern dengan tatapan dingin dan kesal kemudian menghampiri Reina dan Blake


"Reina, ikut aku," ucap Albern sambil menarik tangan Reina dengan erat sampai membuat Reina meringis


"Albern, lepaskan tanganmu dari Reina,"


"Apa kamu tidak melihat kalau tangan Reina merah? gara-gara perbuatanmu," ucap Blake dengan tatapan tajam dan menggenggam tangan Reina dengan erat


"Bukan urusanmu Blake," ucap Albern dengan tatapan dingin sambil membawa Reina pergi keluar dari perpustakaan


"Bukankah kamu tau kalau peraturan perpustakaan tidak boleh berisik kenapa kamu masih saja berisik?" ucap buku itu dengan tatapan kesal dan membuat Blake tidak bisa berbicara


"Baiklah aku akan pergi dan lepaskan sihirnya,"  tulis Blake dengan sihirnya 


"Sekarang hanya kita berdua, bisakah kamu melepaskannya Albern?" ucap Reina dengan tatapan kesakitan


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan berdua?" ucap Reina sambil menyentuh tangannya yang di pegang terlalu erat tadi


"Apa maksudnya kamu menggoda laki-laki lain karena tidak bisa bersamaku lagi?" ucap Albern dengan tatapan dingin


"Aku tidak mengerti apa yang kamu pikirkan tapi aku dan Blake tidak memiliki hubungan apa pun,"


"Kita bahkan tidak saling mengenal kenapa kamu ingin marah seperti itu dan menatapku seperti itu,"


"Tolong pergi dari sini," ucap Reina dengan kepala yang tertunduk dan senyuman pahit


'Kenapa perasaanku seperti tersayat-sayat oleh ucapannya dan aku tidak merasa senang ketika mendengarkan ucapannya, padahal ini adalah pertama kalinya kita bertemu lagi setelah beberapa jam yang lalu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan dingin dan marah


"Kamu sedang melakukan drama? kita ini masih memiliki status tunangan jadi kamu jangan harap bisa melakukan hal yang tidak senonoh,"


'Dia mengatakan aku seperti itu, begitu buruknya aku dimatanya hanya karena aku dekat dengan Blake,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya dengan kepala yang tertunduk


"JAGA MULUTMU ALBERN, KAMU TIDAK MENGINGAT DIRIKU DAN TIDAK TAU APA PUN TENTANG DIRIKU SEKARANG,"


"DAN KAMU SENDIRI TIDAK INGAT DENGAN PERJANJIAN YANG KITA BUAT SAAT KITA MASIH KECIL? INI SUDAH BERAKHIR ALBERN, KAMU TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENGATAKAN AKU BISA MELAKUKAN HAL YANG TIDAK SENONOH,"


"WALAUPUN YANG MULIA KAISAR BELUM MENGELUARKAN SURAT PEMBATALAN PERTUNANGAN TAPI HUBUNGAN YANG KITA MILIKI TELAH SELESAI," teriak Reina kemudian lari ke arah hutan sekolah dengan air mata yang telah dibanjiri air mata

__ADS_1


Apakah yang akan Albern lakukan? Apakah Blake akan mengejar Reina? Apa yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2