
Lembaran hari yang baru berganti begitu saja, Reina berangkat ke sekolah seperti biasa tetapi...
"Brakk..."
"Aduh... masih pagi saja sudah sial seperti ini," Gumam Reina sambil berusaha berdiri
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya seorang perempuan sambil mengulurkan tangannya ke arah Reina
"Aku baik-baik saja," ucap Reina sambil menggapai uluran tangan dari perempuan itu
"Bagaimana denganmu?" tanya Reina sambil menatap gadis itu
"Tenang saja, aku baik-baik saja," ucap gadis itu sambil tersenyum
"Terima kasih ya telah membantuku dan maafkan aku, karena aku berjalan tanpa melihat jalan dengan baik," ucap Reina sambil membersihkan diri dari debu
"Tidak apa-apa, aku juga minta maaf karena tidak melihat jalan pada saat berjalan," ucap gadis itu sambil mengambil barang bawaan Reina yang terjatuh
"Kenapa kamu lama sekali kelas sebentar lagi dimulai?" tanya seorang laki-laki yang berlari ke arah mereka berdua
"Ini barang bawaanmu sudah semuanya kan?" tanya gadis itu sambil menyerahkan kepada Reina
"Ah... iya terima kasih," ucap Reina sambil tersenyum
"Maafkan aku jika aku lambat tapi, aku tadi menabrak perempuan ini saat berjalan," ucap gadis itu dengan tatapan sedih
"Anu... apa boleh aku bertanya sesuatu? mungkin ini akan sedikit lancang tapi aku penasaran kalian berdua sangat cantik dan begitu mirip apa kalian kembar?" tanya Reina sambil menatap orang yang ada didepanya
'Kenapa hatiku terasa seperti ditusuk oleh pedang ya?' ucap laki-laki itu di dalam hati sambil berusaha tersenyum walaupun terpaksa
"Hahaha.... Cantik? Hahah..." ucap gadis itu sambil tertawa
Reina kebingungan melihat gadis itu tertawa
"Maafkan kelakuan adik perempuanku, kami memang kembar tapi maafkan aku, aku adalah laki-laki," ucap laki-laki itu dengan senyuman terpaksa
"Eh?? Maafkan aku," ucap Reina sambil menggenggam tangan laki-laki itu
"Tidak apa-apa aku sering di bilang seperti itu memang karena kulitku mulus seperti perempuan dan aku yang terlihat agak feminin," ucap laki-laki itu sambil tersenyum terpaksa
"Tapi yah, aku memang sangat suka dengan perawatan kulit jadi tidak masalah untukku," ucapnya lagi sambil menatap Reina
"Kalau begitu kami pergi dulu," ucap laki-laki itu sambil menarik tangan adik perempuannya
'Ini pertama kalinya aku melihat laki-laki cantik di novel yang aku buat sendiri, dan mereka kembar betapa lucunya mereka berdua,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum pahit karena merasa iri
__ADS_1
'Aku juga harus ke kelas kalau tidak aku akan telat,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berjalan ke arah kelasnya
Setelah Reina sampai di kelas bel berbunyi dan seorang guru pengganti sang kakak datang ke kelas untuk mengajar bersamaan dengan kedua siswa yang di temuinya tadi pagi.
"Mereka berdua sangat cantik," bisik siswa a kepada siswa e
"Benar, apa mereka memiliki pacar ya?" bisik siswa e kepada siswa a
"Aku ingin bertanya bagaimana muka mereka bisa begitu halus," bisik siswa b kepada siswa a
"Apa mereka berdua kembar? Mereka terlihat cantik dan manis," bisik siswa c kepada siswa d
"Sepertinya begitu," ucap siswa d kepada siswa c
'Ternyata mereka adalah siswa baru di akademi, pantas saja aku tidak pernah melihat mereka dan juga ternyata padangan mereka tentang anak laki-laki itu sama denganku,' ucap Reina di dalam hati dengan perasaan bersalah
'Kenapa mereka semua menganggapku sebagai perempuan, jelas-jelas aku memakai celana dan perempuan menggunakan rok panjang,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya dengan tatapan suram
'Sudahlah... aku terima kenyataan saja' ucap laki-laki itu sambil tersenyum pahit
'Aku tidak menyangka kalau saudaraku lebih populer karena memiliki wajah yang mulus dan sekarang dia terkena tekanan batin, padahal dia dengan mudahnya bisa mendapatkan julukan pemilik wajah kematian, tapi sekarang malah jadi wajah tercantik, aku salut kepadamu kakakku,' ucap gadis itu di dalam hatinya sambil menahan tawa
'Aku tidak menyangka ucapan yang dikatakan oleh Dalbert bukanlah sebuah bualan saja,' ucap Blake sambil menatap kedua kembar itu
"Semuanya diam, mereka belum memperkenalkan diri," ucap sang guru yang berusaha menenangkan kelas
Mereka berdua saling menatap kemudian memperkenalkan diri mereka masing-masing
"Perkenalkan namaku Absyuri, aku adalah siswa pindahan dari negara Lurina aku adalah saudara kembar dia," ucap Absyuri sambil tersenyum ramah dan menatap kakaknya
"Perkenalkan namaku Absyara, aku adalah kakak laki-laki perempuan ini sama seperti adikku aku juga pindahan dari negara Lurina," ucap Absyara sambil tersenyum dingin
Seketika semua siswa yang berada di kelas kecuali Blake dan Reina yang berada di kelas berteriak di dalam hati dengan tatapan tidak percaya 'DIA LAKI-LAKI?"
'Yah ekspresi mereka terlihat begitu jelas kalau mereka tidak mengetahui kalau dia adalah laki-laki,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan datar.
"Uhum... Kalian berdua duduklah di kursi kosong disana," ucap sang guru sambil menunjukkan tempat duduk yang kosong sedangkan si kembar hanya mengangguk dan berjalan ke kursi mereka
'Kakak belum pulang ke akademi ya, apa kakak baik-baik saja ya,' ucap Reina didalam hatinya
'Reina, dari tadi melamun dan raut wajahnya terlihat sedih apa dia baik-baik saja?' ucap Blake di dalam hatinya dengan tatapan khawatir
'Dia adalah nona muda yang harus kita lindungi kalau pemimpin tau Absyuri tidak sengaja menabraknya apa yang akan di lakukan pemimpin ya?' ucap Absyara di dalam hatinya sambil memperhatikan Reina
'Bagaimana caranya ya jadi teman dekat nona muda? kalau tidak salah Blake dekat dengan nona muda mungkin bisa dengan alasan itu,' ucap Absyuri
__ADS_1
para siswa yang begitu rajin ternyata tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing hingga jam pelajaran selesai.
"Reina, kita makan siang bersama ya?" tanya Blake yang membuyarkan lamunan Reina
"Ah? Blake kamu membuat aku terkejut," ucap Reina sambil tersenyum
"Kamu dari tadi melamun dari awal pelajaran sampai akhir pelajaran ada masalah? Apa kamu sakit?" ucap Blake dengan tatapan khawatir
"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku mendadak kangen dengan kakakku," ucap Reina sambil tersenyum
"Tenanglah, kakakmu pasti baik-baik saja," ucap Blake sambil tersenyum
"Blake, kita bertemu lagi di sini dan juga senang sekelas denganmu," ucap Absyuri sambil melambaikan tangannya dan berjalan menghampiri Reina dan Blake
"Kalian saling kenal?" tanya Reina dengan tatapan penasaran
"Kami adalah teman masa kecilnya Blake saat perusahaan keluarganya berkunjung ke negeri kami," ucap Absyara sambil tersenyum
'Aku harap Blake bisa menyambung ucapan kami berdua,' ucap Absyara di dalam hatinya sambil menatap tajam Blake
"Itu benar, sudah lama sekali sejak pertemuan terakhir kami," ucap Blake sambil tersenyum dingin
"Maafkan aku tidak sopan dan lancang langsung bertanya, dan aku belum memperkenalkan diri kepada kalian," ucap Reina dengan perasaan bersalah
"Perkenalkan, aku Reina Elice Halmiton salah satu anggota dewan kesiswaan, jika ada yang bisa aku bantu selama berada di akademi aku akan membantu kalian berdua," ucap Reina sambil tersenyum
"Hari ini kebetulan, kami berdua di minta untuk bergabung ke dewan kesiswaan," ucap Absyara sambil melipat kedua tangannya
"Woah... keluarga kami bisa di bilang dekat dengan keluarga Derick jadi dia meminta kami berdua untuk pindah ke sini dan masuk ke dalam akademi ini karena akademi sihir terbaik ada di kekaisaran ini," ucap Absyara sambil menyeringai
"Begitu ya, kalau begitu aku bisa mengantar kalian ke ruangan dewan kesiswaan sebelum ke kantin," ucap Reina dengan perasaan antusias
"Reina, mereka adalah temanku jadi biarkan aku yang mengantar mereka berdua, kamu istirahat dan makan siang sana nanti kalau lady seperti dirimu yang sakit bunga-bunga akan layu dan langit akan hujan," ucap Blake sambil mencium tangan Reina
'Dia sangat berbeda sifat kepada nona muda,' ucap Absyuri dan Absyara di dalam hati mereka sambil menatap kelakuan Blake
"Baiklah, kalau begitu aku pergi duluan ya," ucap Reina sambil beranjak dari kursinya kemudian berjalan keluar kelas
"Kalian berdua, ternyata sangat hebat dalam menciptakan latar belakang ya," ucap Blake sambil menyeringai
"Kalau tidak bagaimana bisa kamu berada di sini," ucap Absyara sambil mengeluarkan kacamatanya
"Sekarang kita harus menemui Derick untuk laporan, kalau tidak dia akan melaporkan kepada pemimpin, aku tidak mau mati dengan cara yang konyol," ucap Absyara sambil mengelap kacamatanya dan memakainya
Apakah Absyara dan Absyuri bisa dekat dengan Reina? Bisakah mereka melindungi Reina? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA