Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 117 Aku sama sekali tidak bisa berbelas kasihan


__ADS_3

"HENTIKAN," ucap seseorang dari kejauhan berjalan ke arah keributan


"Asmodeus kenapa kamu bisa berada di sini? kamu tau kan kalau ini adalah wilayah Master dan ini adalah perintah," ucap Luke dengan tatapan dingin dan tajam


"Jika kamu ingin melakukan sesuatu kepada bawahanku seharusnya kamu berhadapan denganku dulu, sebelum mencoba menodongkan belati ke arah lehernya," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan tajam


"Hah... tapi... dia adalah bawahanku, kamu tau kan kalau aku akan mencari bukti tentang semua perbuatannya katedral yang kejam dan juga aku hanya meminta bawahanku langsung menyelidiki ke tanah master, jadi aku pikir aku tidak perlu melakukan laporan," ucap Asmodeus sambil menyeringai dan berpura-pura tidak tau tentang peraturan itu


"Hump!! kamu menghancurkan permainan kami berdua saja," ucap Absyuri sambil menurunkan belatinya dan membuka tudung kepalanya dengan muka yang begitu cemberut


'Kenapa Absyuri dan Asmodeus bisa bersama ditambah lagi mereka ingin mencoba membunuhku,' ucap Albern di dalam hatinya dengan keringat dingin


"Sudahlah... Kamu jangan marah-marah seperti ini, kamu bisa lebih cepat tua dibandingkan aku," ucap Saudaranya sambil membuka tudung kepalanya dengan tatapan pasrah melihat kalau itu tidak bisa di bunuh


"Kakak, adalah bunga akademi dan juga memangnya kakak kalem seperti itu bisa muda? jadi jangan berbicara banyak," ucap Absyuri dengan tatapan kesal


"Akan lebih baik, kalau kamu membantu Master mengurus keuangan negara dibandingkan menyelidiki hal kecil ini, ini semua adalah perbuatan Ernest dan juga dia sangat tidak suka melihat bangunan yang begitu suci menghalangi penglihatannya,"


"Dan Bukti yang kamu cari untuk menjatuhkan katedral bukankah lebih baik kamu mintai Ernest? Dia sangat ahli dalam melakukan semuanya yang berhubungan dengan katedral dibandikan jika kamu mencari ini sendirian, semua yang kamu lihat di depan matamu sekarang hanyalah para pendeta yang telah mati di bunuh olehnya secara burtal," ucap Luke sambil melipat kedua tangannya dengan tatapan dan senyuman yang dingin haus darah


"Ah... ternyata Ernest perempuan tua itu, yang menghancurkan rencanaku setiap aku ingin menyusup dan menyelinap ke katedral bahkan hingga mencari bukti kalau katedral bukanlah tempat yang benar-benar seperti covernya," ucap Asmodeus dengan tatapan kesal


"Daripada kamu mengganggu pekerjaan Ernest lebih baik kamu pikirkan tentang misi yang diberikan master, kalau begitu kami akan pergi dulu, jangka sampai kamu meninggalkan bawahanmu seceroboh ini karena tuan pemimpin tidak akan pernah memberikan toleransi kepada orang yang tidak bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik," ucap Absyara dengan tatapan dingin


"Kalau begitu sampai berjumpa di rapat selanjutnya, Asmodeus," ucap Luke dengan tatapan dingin kemudian melakukan teleportasi diikuti oleh Absyara dan Absyuri


"Haracia, kemari dan ikut aku," perintah Asmodeus dengan tatapan dingin kemudian menghentakkan kakinya tiba-tiba tempat itu berubah menjadi sebuah ruangan yang mewah dan digenai oleh air

__ADS_1


'Bagaimana bisa dia melakukan ini?' ucap Albern dengan tatapan terkesima melihat seluruh ruangan yang tidak pernah dia lihat


"Kamu adalah Albern kan? putra mahkota yang sudah bertunangan," ucap Asmodeus dengan tatapan tajam


"Kenapa kamu berkata seperti itu? Aku hanya seorang laki-laki yang menjalankan tugas kekaisaran tidak semuanya dikatakan sebagai putra mahkota olehmu kan?" ucap Albern dengan tangan yang dingin


"Berbohong dengan siapa kamu? dengan para anggota NHBNTA yang tidak bisa menggunakan kemampuan khusus melihat wajah asli dan aura asli?"


"Harus kamu ketahui kalau aku sama seperti mereka, aku sama sekali tidak bisa berbelas kasihan kalau tuanku memberikan perintah untuk melenyapkan dirimu," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan tajam


"Ditambah lagi apa masalah yang kamu buat di akademi tidak cukup? jadi sekarang kamu membuat masalah di wilayah kecil Halmiton yang begitu damai?" ucapnya lagi sambil berjalan ke arah Albern dan menodongkan sebuah tongkat panjang dengan gerakan yang cepat


"Lihat kamu begini saja tidak bisa menghindar, jangan pernah kamu datang ke wilayah orang yang membenci dirimu, lebih baik kamu siapkan pertunangan mu dengan baik kalau tidak adikmu yang mengorbankan nyawanya untukmu itu hanya akan menjadi sia-sia," ucapnya dengan tatapan dingin


"Apa kamu bisa melatihku untuk menjadi laki-laki yang bisa melindungi orang yang aku sayangi?"


"Kamu sampai berlutut kepadaku dibandingkan berlutut di hadapan gadis yang kamu lukai? Aku tidak habis pikir," ucap Asmodeus sambil menyeringai dan menatap dengan tatapan merendahkan


"Sudahlah, karena aku juga ingin memenuhi kontrakku, aku akan melatihmu tapi aku tidak akan memberikan latihan yang begitu ringan," ucapnya lagi dengan tatapan yang tajam


"Baiklah, aku siap menerima semua latihan yang di berikan bahkan jika benar-benar mengorbankan nyawaku," ucap Albern dengan tatapan serius dan perasaan bersalah


Di mansion Halmiton Veronika...


"NONA!!! TERNYATA ANDA SUDAH PULANG DENGAN SELAMAT YA," teriak Olivia dengan tatapan kesal


"Maafkan aku, aku sungguh-sungguh melakukan hal yang salah dan aku berjanji tidak akan berjalan ke alun-alun kota sendirian," ucap Reina sambil berlutut di hadapan pengasuhnya yang telah mengurusnya dari kecil itu

__ADS_1


"Sudahlah, aku tidak bisa marah-marah kepada nona karena aku juga salah membiarkan nona pergi sendirian tapi syukurlah nona baik-baik saja," ucap Oliva dengan perasan yang lega karena nonanya pulang dengan selamat


"BRAK..." suara keras pintu yang terbanting keras


"Reina, kami datang untuk berkunjung, aku sangat merindukanmu," ucap Yuria tanpa mengetuk pintu kamar Reina dan menerobosnya secara tiba-tiba Reina yang melihat Yuria dan teman-teman yang telah datang terkejut karena mereka datang lebih awal dibandingkan dengan surat yang mereka tulis


"Cepat sekali kalian datang berkunjung, dan juga kenapa kalian tidak menunggu di ruang tamu malah masuk ke kamarku," ucap Reina dengan tatapan dingin dan tajam


"Maafkan kelakuan Yuria, dia memang selalu menganggap mansion orang adalah rumah miliknya sendiri, aku menggantikan dia untuk meminta maaf karena perilakunya yang kurang sopan," ucap Shun sambil menundukkan kepalanya ke arah Reina


"Kalian memang pasangan yang romantis ya bahkan yang salah dan yang meminta maaf bukan orang yang sama," ucap Blake dengan tatapan datar


"Reina, maaf kami datang lebih awal dan ini kue favoritmu," ucapnya lagi sambil memberikan kantong yang berisikan kue


"Olivia, tolong siapkan teh dan sajikan kue ini untuk dimakan bersama, kami akan makan dikamarku," ucap Reina sambil menyerahkan kue yang diberikan oleh Blake


"Baiklah, nona," ucap Olivia kemudian keluar dari ruangan


"Kamarmu memang seperti dirimu ya Reina, penuh dengan buku," ucap Absyuri sambil memperhatikan kamar Reina


"Terima kasih aku anggap itu adalah pujian," ucap Reina sambil tersenyum


"Bagaimana dengan keseharian kalian saat di akademi apa semuanya berjalan dengan baik?" tanya Reina dengan tatapan penasaran


"Ah itu..." ucap mereka saling menoleh ke arah satu sama lain hingga membuat Reina kebingungan


Apa yang membuat mereka saling menoleh ke arah satu sama lain? Apakah yang akan terjadi dengan latihan Albern? Bagaimana dengan takdir milik Reina? Apakah akan selamanya mulus?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2