Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 164 Bukankah ini sesuai dengan yang dikatakan oleh tuan pemimpin?


__ADS_3

"Panggil seluruh pasukan untuk segera ke perbatasan dan sisakan beberapa pasukan untuk menjaga istana,"


"Aku akan pergi ke perbatasan untuk ikut menyelesaikan peperangan ini," ucap Albern sambil bergegas keluar dari ruangannya


Di depan aula takhta kerajaan sudah terduduk seorang laki-laki yang sangat tidak asing untuknya.


"Kemana kamu ingin pergi terburu-buru seperti itu? Kamu ingin menyelamatkan perbatasan negara ini?"


"Hal seperti itu tidaklah perlu kamu lakukan lagi Albern,"


"Karena itu semua telah aku lakukan untuk mendapatkan kekaisaran ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan yang angkuh dan sinis


"Kenapa kamu ada di kursi raja? Dan apa maksud dari perkataan yang kamu katakan James Clover?" ucap Albern dengan tatapan tidak percaya


"Apa yang aku katakan? Kamu sungguh tidak mengerti atau kamu selama ini terlalu polos karena tidak mengetahui baik dan buruknya orang yang berada di tangan kananmu itu?"


"Karena itu adalah yang kamu lihat maka biarkan aku menunjukkan sebuah kenyataan pada dirimu," ucap James sambil menjentikkan jarinya seketika semua pasukan langsung masuk ke dalam ruangan sambil menodongkan ujung tombak dan tajamnya ujung pedang di leher laki-laki yang berdiri di depannya dengan tatapan yang tidak percaya dengan tamparan yang ada di depannya


"Apakah ada kata-kata terakhir sebelum semua senjata ini menebas lehermu dan di gantungkan di tengah alun-alun kota?" ucap James dengan tatapan yang sinis dan seringai yang sombong


'James tidak mungkin orang yang akan berkhianat kepadaku karena dia telah berjanji kalau dia akan selamanya setia kepadaku tapi dia mungkin saja akan melakukan ini karena waktu telah diputar kembali ke masa lalu otomatis semuanya akan berubah,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya dengan kepalan tangan yang erat


"Kalau begitu aku ingin bertanya kepada dirimu sebelum aku Luke mati di tangan orang yang sangat dekat denganku dan aku berikan kepercayaan milikku sepenuhnya," ucap Albern dengan tatapan yang tajam


"Baiklah tanyakan saja, karena aku yakin nantinya kalau kamu tidak menanyakannya mungkin kamu bisa mendapatkan penyesalan terdalam," ucap James dengan tatapan dinginnya dan sambil berjalan ke arah Albern yang lehernya telah di arahkan tombak dan pedang itu


"Apa alasanmu melakukan pemberontakan ini? Dan kenapa kamu tidak membunuhku sejak awal pertemuan saja untuk menguasai takhta kerajaan ini? Kenapa harus bertahan selama ini?" ucap Albern dengan tatapan tajamnya dan kepalan tangan yang erat


"Hah... aku tidak menyangka di akhir hidupmu kamu malah menanyakan pertanyaan yang sudah pasti jawabannya," ucap James sambil menyeringai

__ADS_1


"Tentu saja, untuk menguasai dunia dan membalaskan dendam kepada keluarga kekaisaran karena kalau bukan kekaisaran ini yang lemah dalam hukum keluargaku tidak akan mati, tentu saja seorang pewaris tahta kerajaan ini tidak mengetahui masalah ini, karena dia selalu diberikan yang terbaik jauh dari semua masalah yang terjadi di sekitar istana yang merupakan rakyat kecil," ucap James dengan tatapan yang benci begitu dalam


"Aku yakin itu tidak benar sama sekali,"


"Kamu pasti bukan James yang asli benar kan?" ucap Albern dengan tatapan yang serius kepada James


"Aku penasaran dengan yang terjadi,"


"Aku harus segera menemui Albern secepatnya," Gumam James yang berjalan masuk dengan terburu-buru sampai dia di depan sebuah ruangan yang tidak asing untuk dirinya


"BRAK..." suara pintu yang terbanting dengan keras


"James, kenapa kamu masuk ke ruangan ku secara tiba-tiba seperti ini apalagi dengan cara membanting dirinya?"


"Aku ingat kalau aku telah mengeluarkan dirimu dari posisi sekertaris dan sekarang kamu kembali ke istana untuk apa?" ucap Albern dengan tatapan yang tidak suka


"Tuan Clover, sungguh anda tidak memiliki malu ya?"


"Padahal anda sendiri yang bilang tidak akan menginjakkan kaki lagi ke istana ini, tapi sepertinya anda memakan ucapan anda sendiri," ucap seorang laki-laki yang sedang memegang sebuah dokumen dengan tatapan merendahkan


'Aku tidak tau apa yang terjadi tapi kenapa aku begitu di benci dan tidak di sukai,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan yang sedikit pahit


"Aku kesini tentu saja untuk berbicara, tentang apa maksud dirimu mencari pengganti selain aku," ucap James dengan tatapan dingin


"James Clover, biar aku beri tau dengan sangat jelas,"


"Kamu tidak pantas untuk di posisi sekretaris karena kamu adalah orang yang memiliki darah dari para iblis,"


"Oleh karena itu lebih baik aku membuang orang seperti dirimu daripada harus mendapatkan opini publik yang buruk tentang aku yang akan mewarisi kekaisaran ini," ucap Albern dengan menatap dingin James seolah-olah dia adalah sebuah pion catur yang dibuang setelah tidak lagi berguna

__ADS_1


'Aku yakin Albern tidak pernah mengatakan atau menunjukkan perkataan itu selama ini tapi kenapa dia tiba-tiba mengatakan ini seperti dia telah menyembunyikan semua kebenciannya kepadaku,'


'Aku sudah yakin dia akan mengkhianati diriku walaupun dia berkata-kata manis kepadaku,'


'Tentang aku adalah salah satu keluarganya,' ucap James di dalam hatinya dengan senyuman pahit


"Baiklah, sepertinya yang kamu benar,"


"Aku adalah orang yang ternoda di matamu hanya satu kali pakai saja di papan bidak milikmu,"


"Aku rasa semua janji manismu kepadaku adalah hal yang terbodoh yang pernah aku ingat,"


"Tapi kamu harus tau Albern, aku tidak akan pernah menyesali hal yang pernah kita lakukan sejak kita pertama kali bertemu," ucap James dengan tatapan yang serius dan tajam


"Baiklah sekarang aku akan pergi," ucap James sambil membalikkan badannya


'Semuanya telah berakhir, aku tidak perlu lagi terikat dengan segalanya dan terus melanjutkan hidupku sebagaimana mestinya,' ucap James di dalam hatinya sambil berjalan tanpa lagi melihat ke arah belakangnya


'Aku entah kenapa yakin kalau dia bukan Albern sama sekali tapi apakah yang harus aku lakukan untuk mengetahuinya,' ucap James di dalam hatinya sambil melihat ke arah luar jendela


"Permainan ini dimainkan dengan sempurna waktu yang mereka miliki hanyalah satu jam saja lima menit,"


"Jika mereka tidak bisa memecahkan ilusi ini maka pemenangnya sudah di ketahui, tapi yah walaupun mereka berhasil menyelesaikan ini mereka mustahil bisa menyelesaikan dalam waktu yang singkat," ucap orang yang memainkan pion catur berwarna hitam itu


"Dezria, apakah kamu yakin kamu bisa memenangkan permainan yang kamu buat sendiri ini?" ucap orang yang ada di depannya


"Tentu saja, ini adalah salah satu sihir yang tidak sampai membunuh orang secara fisik tapi menyakiti perasaan dan pikiran mereka sampai membuat mereka menjadi orang yang bisa mati dengan sendirinya,"


"Bukankah ini sesuai dengan yang dikatakan oleh tuan pemimpin tentang untuk mengalahkan tanpa harus membunuh orang dengan cara kekerasan atau merusak ruangan?" ucap Dezria sambil menyeringai dengan dingin

__ADS_1


Apakah mereka berdua bisa berhasil menyelesaikan permainan ini? Bagaimana cara James mengetahui itu bukan Albern dan sebaliknya? Seperti apa ikatan antara kedua sahabat dan keluarga ini bertahan?


REINKARNASI REINA


__ADS_2