Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 145 aku rasa tidak ada salahnya menikmati sedikit kehangatan ini


__ADS_3

"Yang mulia, kenapa anda datang tidak memberikan kabar kepada kami,"


"Kalau anda memberi tau kami, kami pasti akan bersiap-siap menyambut Anda," ucap sang kakak yang beranjak dari kursinya dan memberikan hormat kepada calon pewaris takhta kerajaan itu di ikuti oleh sang adik


'Seharusnya dia tidak pernah menemui Reina sekalipun, seperti yang tertulis di dalam novelnya tapi dia sekarang malah hampir selalu datang ke sini bahkan memberikan perhatiannya kepadaku,'


'Seharusnya dia bersikap baik kepada pemeran utamanya, kalau begini terus aku mungkin bisa menjadi seorang antagonis dalam hubungan mereka,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan pahit


"Nona Halmiton apa anda baik-baik saja? mukamu terlihat sangat pucat dari tadi," ucap Albern dengan tatapan yang khawatir


"Emm... aku tidak apa-apa yang mulia,"


"Dan untuk posisi yang anda katakan saya rasa saya tidak merasa kalau saya pantas berada di posisi itu karena bagaimanapun sudah saya katakan kalau aku sama sekali tidak memiliki sedikitpun niat untuk menjadi ratu," ucap Reina sambil tersenyum kaku


"Aku mengerti dari dulu kamu memang selalu menolaknya dan aku juga tidak bisa memaksa dirimu oleh karena itu aku pikir untuk mempertimbangkannya lagi nona Halmiton," ucap Albern sambil tersenyum


'Dia terlihat tidak baik-baik saja sejak aku datang tapi Reina, dari dulu memang selalu menghindari diriku karena dia memang hanya ingin hidup dengan bebas,' ucap Albern di dalam hatinya sambil memandang Reina


"Yang mulia, ada perlu apa sampai anda datang ke kediaman Halmiton ini?" tanya Dalbert dengan tatapan dingin


"Aku kesini ingin memberikan hadiah atas berhasilnya nona Halmiton masuk ke akademi dengan nilai tertinggi," ucap Albern sambil mengambil sebuah kotak kecil dari ruang penyimpanan sihir miliknya


"Bukankah anda bisa mengirimkan hadiah ini dengan menyuruh para pelayan yang ada di istana anda? Tapi kenapa anda malah yang repot-repot mengantarkan hadiah ini ke sini," ucap Dalbert dengan tatapan tidak senang


"Kakak, yang mulia datang ke sini dengan niat baik jadi kakak seharusnya tidak perlu menatapnya dengan tatapan seperti itu,"


"Itu tidak sopan," ucap Reina dengan tatapan yang sedikit panik


"Aku tidak apa-apa, memang benar sekali tuan Halmiton kalau hadiah kecil ini bisa di antar dengan menyuruh para pelayan tetapi tidaklah istimewa sebuah hadiah jika tidak mengantarkannya langsung ke hadapan orang tersebut," ucap Albern dengan senyuman lembut ke arah Reina


'Dia hanya membual, karena dia pasti ingin melihat Reina sampai dia datang ke sini,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Master," ucap seorang laki-laki sambil memberikan hormat kepada Dalbert


"Ada yang ingin saya sampaikan kepada anda jika anda tidak keberatan saya ingin membicarakan masalah ini dengan anda berdua," ucap laki-laki yang datang itu sambil menatap tuannya

__ADS_1


'Luke tidak biasanya datang ke mansion seperti ini, sepertinya dia ada masalah yang terjadi dengan NHBNTA tapi aku tidak bisa meninggalkan Reina di sini berdua dengan putra makhota,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan khawatir ke arah adik perempuannya


"Tuan Halmiton, jika itu adalah masalah yang sangat mendesak, maka pergilah,"


"Saya berjanji tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak kepada nona Halmiton," ucap Albern sambil tersenyum


"Baiklah, aku harap kamu menepati perkataan yang kamu ucapkan barusan,"


"Dan Reina kalau sampai sesuatu terjadi teriak saja," ucap Dalbert sambil menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan dua orang di taman itu


"Kakak tenang saja, aku bisa menjaga diri dengan baik kok," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan adik perempuannya bersama dengan Albern


'Kenapa tiba-tiba rasanya canggung sekali ya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman yang kaku


"Reina, apa rencana dirimu nanti setelah masuk ke akademi?" tanya Albern dengan tatapan serius


"Aku ya...."


"Aku belum mengetahuinya tapi aku ingin belajar sebaik mungkin untuk membanggakan keluargaku dan juga itu adalah hal yang bisa aku banggakan nantinya," ucap Reina sambil tersenyum


"Kamu begitu menyayangi keluargamu ya, nona Halmiton,"


"Dari dulu kamu selalu membahas keluargamu bahkan setiap kita bertemu," ucap Albern sambil tersenyum


"Ah... benarkah?"


"Maafkan aku tapi aku tidak bermaksud untuk membahas hal yang sama karena.."


"Tidak apa-apa aku senang kamu apa adanya lagipula kamu adalah orang yang aku sukai sampai saat ini juga seperti itu," sela Albern sambil tersenyum dan mengangkat cangkir tehnya


'Kenapa hatiku rasanya berdebar-debar kencang dan kenapa perutku terasa menggelitik ketika aku mendengar kata-katanya,'


'Ini sungguh aneh... tapi aku yakin ini bukan cinta karena bagaimanapun dia akan memiliki perasaan yang sama dengan pemeran utamanya dimasa depan, sedangkan aku hanyalah sebuah karakter yang hanya bernilai hiasan semata tidak berhak menuntut sebuah perasaan titipan ini,' ucap Reina di dalam hatinya dengan senyuman pahitnya


"Reina, apa kamu yakin kamu baik-baik saja? mukamu semakin pucat,"

__ADS_1


"Kamu istirahat ya? Aku akan mengantarmu ke kamar," ucap Albern dengan tatapan khawatir


"Aku baik-baik saja," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya


"Jangan memaksakan diri seperti itu ya,"


"Sebentar lagi pesta besar-besaran akan diadakan untukmu dan kalau kamu sakit pesta ini akan dibatalkan,"


"Aku khawatir kamu akan terlalu lelah dan akan pingsan jika ini terus dilanjutkan," ucap Albern dengan tatapan khawatir


'Aku harus memaksanya untuk beristirahat, kalau tidak hal buruk akan terjadi lagi seperti itu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan khawatir


"Yang mulia tenang saja, aku baik-baik saja,"


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Reina dengan tatapan yang serius


"Hah..."


"Karena kamu keras kepala maka aku akan menggunakan cara paksa untuk membuatmu istirahat," ucap Albern sambil berdiri dari kursinya kemudian berjalan ke arah Reina dan menggendongnya seperti seorang putri


"Yang mulia, tolong turunkan aku atau aku akan berteriak minta tolong," ucap Reina dengan tatapan tajam dan muka yang merah seperti tomat


"Aku tidak meminta pendapat dari seorang pasien, jika kamu ingin berteriak maka lakukanlah,"


"Karena aku tidak ingin kamu tidak istirahat dengan muka yang begitu pucat itu," ucap Albern dengan tatapan yang tegas tanpa memperdulikan perkataan gadis yang digendongnya


'Kenapa dia memperlakukan diriku dengan begitu tulus? dan begitu perhatian kepadaku? padahal kita berdua adalah tunangan sementara,'


'Tapi aku rasa tidak ada salahnya menikmati sedikit kehangatan ini,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan pahit


"Terima kasih yang mulia," gumam gadis yang digendong oleh Albern


Apakah hati Reina telah luluh oleh Albern? Apakah pesta yang diadakan akan dibatalkan? Apa yang terjadi hingga Dalbert buru-buru pergi tapi tidak rela meninggalkan adiknya? Apakah Sebuah roda akan berputar menarik benang atau malah mengulur benang?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2