Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 146 kalian benar-benar haus akan darah


__ADS_3

"Nona Halmiton, apa anda mengatakan sesuatu?" ucap Albern dengan tatapan terkejut


"Tidak, aku tidak mengatakan apa pun," ucap Reina dengan tatapan dingin


'Aku mendengarnya dengan baik kalau dia mengatakan terima kasih,'


'Apa ini halusinasiku?' ucap Albern di dalam hatinya dengan senyuman yang lembut


"Kamu telah mengantarku sampai kamar, kalau begitu yang mulia silakan pulang ke istana," ucap Reina dengan tatapan dingin


"Baiklah, aku akan pulang, sampai ketemu di pesta nanti nona Halmiton," ucap Albern sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan Reina yang berdiri di depan pintu ruangan


'Hah... semuanya hanya sementara,' ucap Reina dengan senyuman masam sambil masuk ke dalam kamarnya


"Lebih baik aku tidur siang saja, karena tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang," Gumam Reina kemudian melompat ke arah kasurnya


"Albern," ucap Reina sambil melambaikan tangannya


"Albern," ucap seorang gadis dengan suara yang tidak asing untuk Reina dengar dan gadis itu adalah Elena


"Albern, apa kamu sudah baikan?" ucap Reina sambil tersenyum


"Kamu siapa? Apa kita sudah pernah bertemu sebelumnya? tapi maafkan aku, aku tidak ingat pernah bertemu dengan gadis seperti dirimu," ucap Albern dengan tatapan dingin dan pergi meninggalkan dirinya


'Ini di mana? dan kenapa perempuan di depan itu sangat mirip dengan diriku?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan melihat sebuah adegan di depannya


"Aku yakin perempuan sepertimu memang hebat Reina, bisa menggoda seorang laki-laki dan membujuknya untuk menjadi pemberontak seperti itu," ucap Albern dengan tatapan merendahkan Reina


"Albern, jangan pernah kamu membawa-bawa Reina dalam pertengkaran kita, sejak awal hubungan kita hanyalah kerja sama semata dan aku yakin kamu bisa menyelesaikannya tanpa aku karena kamu bilang katedral memiliki hubungan yang baik denganmu," ucap James dengan senyuman kecewa melihat orang yang di percayakannya selama ini ternyata hanya memandang kalau dia adalah orang yang mudah tergoda dan melupakan janjinya begitu saja


'Kenapa putra mahkota menatap aku begitu hina?' ucap Reina di dalam hatinya memandang perempuan yang mirip dengannya di depan dan pertengkaran kedua belah pihak


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan berdua?" ucap Reina sambil menyentuh tangannya yang di pegang terlalu erat tadi


"Apa maksudnya kamu menggoda laki-laki lain karena tidak bisa bersamaku lagi?" ucap Albern dengan tatapan dingin

__ADS_1


"Aku tidak mengerti apa yang kamu pikirkan tapi aku dan Blake tidak memiliki hubungan apa pun,"


"Kita bahkan tidak saling mengenal kenapa kamu ingin marah seperti itu dan menatapku seperti itu,"


"Tolong pergi dari sini," ucap Reina dengan kepala yang tertunduk dan senyuman pahit


"Kamu sedang melakukan drama? kita ini masih memiliki status tunangan jadi kamu jangan harap bisa melakukan hal yang tidak senonoh,"


"JAGA MULUTMU ALBERN, KAMU TIDAK MENGINGAT DIRIKU DAN TIDAK TAU APA PUN TENTANG DIRIKU SEKARANG,"


"DAN KAMU SENDIRI TIDAK INGAT DENGAN PERJANJIAN YANG KITA BUAT SAAT KITA MASIH KECIL? INI SUDAH BERAKHIR ALBERN, KAMU TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENGATAKAN AKU BISA MELAKUKAN HAL YANG TIDAK SENONOH,"


"WALAUPUN YANG MULIA KAISAR BELUM MENGELUARKAN SURAT PEMBATALAN PERTUNANGAN TAPI HUBUNGAN YANG KITA MILIKI TELAH SELESAI," teriak Reina kemudian lari ke arah hutan sekolah dengan air mata yang telah dibanjiri air mata


'Kenapa hatiku begitu sakit ketika melihat pertengkaran yang sama sekali tidak aku lakukan? Dan kenapa air mataku mengalir?' ucap Reina di dalam hatinya sambil dengan tangan yang terkepal


"Hei..."


"Apa kamu tau? yang kamu lihat barusan adalah hal yang akan terjadi di masa depan,"


"Orang sepertimu adalah orang yang telah mendapatkan kutukan karena telah banyak membuat kesalahan di masa lalumu,"


"Tidak akan pernah ada kebahagiaan untuk dirimu bahkan jika kamu menentang kematian," ucap sebuah suara yang samar di balik sebuah kain yang menutupi wajah perempuan itu


"Apa yang kamu maksud?" tanya Reina dengan tatapan penasaran dan kebingungan


"Aku yakin kamu mengerti maksudku, untuk tidak terlalu banyak berharap dengan keberhasilan dirimu untuk meninggalkan kematianmu dan jangan terlalu banyak untuk bisa bahagia seperti tokoh utama novel,"


"Cukup jalankan hidupmu seperti apa adanya tanpa perasaan,"


"Maka kamu tidak akan merasakan penderitaan seperti yang akan terjadi di masa depan," ucap suara itu dengan dingin dan sedih


"Itu saja yang ingin aku katakan kepadamu, jangan terlalu banyak di pikirkan,"


"Dan jangan terlalu memikirkan masa depan yang telah kamu lihat jika kamu bisa mengontrol semua perasaanmu," ucap suara yang semakin samar dengan nada yang begitu menyedihkan

__ADS_1


"Tunggu..." ucap Reina kemudian terbangun di kamar yang gelap gulita yang hanya di sinari dari oleh cahaya bulan yang masuk melalui jendela-jendela mansion


"Siapa suara yang ada di mimpiku tadi? suaranya tidak asing ditambah lagi dia memberikan aku peringatan tentang masa depanku,"


"Haruskah aku mendengarkan mimpiku atau..."


"Hah..."


"Aku tidak boleh banyak berpikir yang aneh-aneh,"


"Ini hanyalah mimpi tidak mungkin aku akan memiliki perasaan kepada putra mahkota dan tujuanku hidup adalah untuk menikmati hal-hal yang belum pernah aku nikmati di kehidupan sebelumnya," Gumam Reina sambil menatap bulan yang menyinari ruangan itu


Di sebuah istana...


"Hah.. kenapa sampai saat ini anak berkacamata dari istana kekaisaran itu tidak datang? berani sekali dia menentang tawaran dari Master," ucap seorang laki-laki dengan tatapan kesal


"Yah, bagaimanapun dia adalah anjing putra mahkota mana mungkin kita bisa menghasut dengan tawaran yang seperti itu,"


"Ditambah lagi Luke kamu meletakan surat di tempat yang sangat mencurigakan apalagi pada saat dia bangun tentu saja itu akan membuatnya tidak ingin memperhatikan suratmu," ucap seorang perempuan sambil melipat kedua tangannya


"Kamu bilang apa Ernest?" ucap Luke dengan tatapan kesal


"Kalian bisakah sedikit tenang tuan pemimpin akan datang sebentar lagi,"


"Dan juga aku merasa angin panjang dari jalan yang jahat akan datang, kakak juga merasakannya kan?" ucap gadis yang duduk di depannya


"Iya tentu saja aku bisa merasakannya, masalah darurat kali ini juga ada hubungannya tentunya dengan posisi putra mahkota saat ini yang merupakan atasan dari anjing yang kalian inginkan," ucap laki-laki yang berada di sebelahnya


"Ha? maksud kalian berdua rencana untuk menghancurkan katedral di selatan hancur karena campur tangan dari putra mahkota yang datang tiba-tiba mengirimkan pasukan ke selatan?" ucap Luke dengan mengerutkan keningnya


"Mungkin saja itu kebetulan pikir kami awalnya tapi kemudian kita yang memiliki rencana memanfaatkan keluarga Earl yang memiliki sifat tamak dan egois tiba-tiba hancur dalam semalam," ucap perempuan itu sambil menunjukkan campur tangan putra mahkota


"Kalian semua sedang berdiskusi apa? sepertinya kalian benar-benar haus akan darah milik mangsa kalian," ucap seorang laki-laki yang berjalan masuk dengan orang yang bertudung


Apa yang dimaksud dengan mangsa? Siapa laki-laki yang bertudung? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2