Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 40


__ADS_3

"Kalau pun Reina dan Albern berhasil membatalkan pertunangannya, aku tetap tidak mengizinkan kamu. Kamu berani? Kalau kamu berani langkahi dulu mayat aku," Ucap Dalbert sambil membalikkan badannya dengan tatapan dingin


"hahaha... Tenanglah aku hanya bercanda, kalau aku membunuhmu nanti yang ada adikmu yang membunuhku bagiamana pun juga dia memiliki kekuatan sihir yang luar biasa dan tersembunyi," Ucap Derick sambil tertawa kecil


"Kalian berdua memang saudara sejati ya, saling membela satu sama lain dan saling melindungi satu sama lain bahkan sampai membuat aku terkejut dengan ucapan adikmu yang sangat berani saat berada di persidangan terbuka padahal dia sama sekali tidak terlihat banyak bicara," Ucap Derick sambil menepuk bahu Dalbert


"Tentu saja kami adalah saudara, aku akan melindungi dirinya walaupun aku harus mati dan tidak akan aku biarkan dia melukainya," Ucap Dalbert sambil tersenyum pahit


"Albern, kenapa kamu bersikap seperti itu dari sidang tadi sampai selesai sidang? Padahal aku ingin menyelesaikan masalah di antara kita," Ucap Elena dengan muka cemberut


"Berisik... aku sudah bilang kepadamu berkali-kali kalau aku tidak suka denganmu jadi berhentilah mencari-cari alasan untuk mendekatiku, aku sudah memiliki tunangan dan ingat aku duduk denganmu karena permintaan Reina," Ucap Albern dengan tatapan dingin dan mencekam


"Kamu adalah beban, lebih baik menjauh dariku atau tidak akan aku pastikan kamu hidup dalam penderitaan, aku hanya membantumu untuk berkeliling sekolah dan kamu meminta banyak bantuan dariku padahal bisa meminta yang lain, aku yakin itu sengaja kamu lakukan," Ucap Albern sambil menggenggam tangannya dengan erat

__ADS_1


Mendengarkan suara yang ribut keluar dari pintu Derick dan Dalbert hanya menonton dari jauh.


"Dalbert, kamu lihat itu bukankah adikmu pindah tempat duduk karena perempuan itu?" Ucap Derick sambil menyeringai


"Apa mereka sedang bertengkar? Wah, sepertinya adikmu benar-benar akan membatalkan pertunangannya dengan laki-laki itu," Timpalnya sambil menunjuk ke arah Albern dan Elena


"Berarti kalau adikmu benar-benar batal pertunangan dengan si Albern, aku boleh ya dekat dengan adikmu," Ucap Derick sambil tersenyum kecil


"Kenapa kamu malah membahas pembatalan pertunangan lagi?" tanya Dalbert dengan tatapan kesal


"Baiklah pegang ucapanmu itu, aku izinkan kamu mendekatinya tapi tidak dengan menikahinya," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


Disisi lain Reina telah kembali ke asramanya dan bersiap-siap untuk pergi dengan kakaknya ke alun-alun kota.

__ADS_1


"Aku mengatakan apa tadi? Kenapa aku bisa begitu berani mengatakan kata-kata itu di depan semua orang? untungnya tidak ada yang berani menyela ucapanku kalau tidak aku akan bingung lagi harus melakukan apa," GumamReina sambil merapikan rambutnya


"Tapi, sepertinya aku harus membelikan kakak kipas baru aku merebut kipasnya dan memukul kipas yang tidak ada salah itu dengan keras hingga patah," Gumamnya lagi dengan muram


"Aku tidak pernah melihat kakak menggunakan kipas itu, Apa itu pemberian seseorang ya? Apa jangan-jangan kakak menyimpannya karena dari kekasihnya? Intinya aku harus meminta maaf dan mengganti kipasnya yang patah,"Gumam Reina dengan perasaan bersalah


"Dibandingkan itu, entah kenapa tadi aku merasakan perasaan yang sangat tidak nyaman di hatiku seolah-olah perasaanku merasa tergores sesuatu," Ucap Reina dengan tatapan sedih


"Apa mungkin aku..."


"Ah... sudahlah jangan memikirkan perasaan yang tidak pasti ini aku harus berangkat sekarang kakak pasti sudah menungguku," ucap Reina sambil keluar dari pintu kamarnya


Apa perasaan yang di rasakan oleh Reina? Kenapa Albern tidak menyukai Elena? Apakah Derick tertarik dengan Reina? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2