
"Aku akan berhitung sampai 10 jadi aku harap kalian bersembunyi di tempat yang benar-benar tersembunyi karena aku sangat hebat dalam permainan petak umpet," ucap Derick sambil menyeringai
Semua anak-anak mulai pergi ke tempat-tempat yang tidak akan mudah di temukan begitu juga Reina mulai mencari tempat persembunyian. Dan setelah Derick selesai berhitung, Derick mulai mencari ke tempat-tempat yang ada di sekitarnya.
'Kalau di ingat-ingat sudah lama sejak aku bermain petak umpet seperti ini, terakhir mungkin aku lakukan pada saat kehidupanku sebelumnya pada saat aku masih sangat kecil, dan pada saat bermain terjadi kecelakaan yang sangat buruk bahkan aku sendiri tidak ingin mengingatnya,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum pahit
'Aku sangat bersyukur mendapatkan kehidupan keduaku dengan pengetahuan yang aku miliki, dan di kehidupan ini aku juga memiliki banyak teman jadi aku tidak sendirian,' ucapnya lagi sambil berusaha menghibur dirinya
"Aku menemukanmu," ucap seseorang dari belakang Reina
"Eh? Bagaimana mungkin?" ucap Reina dengan tatapan terkejut sambil menoleh ke arah Derick
"Apanya yang bagaimana? Bukankah sudah aku bilang ini sangat mudah untukku," ucap Derick dengan tatapan bangga
"Baiklah sekarang tinggal menemukan Nela, maka permainan akan berakhir," ucap Derick sambil menoleh ke sana kemari untuk mencari keberadaan anak kecil
Beberapa jam kemudian...
"Bagaimana mungkin Nela bersembunyi begitu tersembunyi?" ucap Derick dengan suram
'Bukankah kak Derick beberapa jam yang lalu mengatakan kalau petak umpet adalah permainan yang sangat mudah?" ucap Yori sambil menyeringai melipat kedua tangannya
'Anak kecil ini mulutnya kenapa tajam begitu,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan kesal
"Mungkin sekarang kita harus mencarinya bersama-sama," ucap Reina sambil berjalan ke arah Derick
"Baiklah, aku juga khawatir takut kalau Nela kenapa-kenapa, Reina maafkan aku tapi bisakah ka-,"
"Tenang saja tidak apa-apa, aku akan membantumu mencari Nela, aku sangat senang bisa di ajak kemari untuk bermain," ucap Reina sambil tersenyum
"Ah... Terima kasih Reina," ucap Derick dengan sedikit tercengang kemudian tersenyum
Kemudian semua orang mencari keberadaan Nela di seluruh ruangan dan ternyata gadis kecil yang mereka cari berada di tempat yang tidak terduga.
"Derick, kamu lihat ini," ucap Reina sambil tersenyum kecil menatap gadis kecil itu tertidur di atas loteng
"Ah... dia ternyata tertidur di atas loteng, aku tidak menyangka dia bisa tertidur di atas loteng," ucap Derick sambil menaiki tangga menuju loteng
__ADS_1
"Kalau begitu biarkan aku yang menggendongnya turun Reina, kamu turunlah dulu," ucap Derick sambil mengulurkan tangannya untuk menggendong gadis kecil itu
"Baiklah," ucap Reina sambil turun menuruni tangga
"Kalau di perhatikan kalian berdua sangat cocok ya," ucap kepala panti sambil tersenyum menatap Reina dan Derick yang terlihat seperti seorang ayah dan ibu
"Ahahah... ibu kepala panti sedang bercanda kan?" tanya Reina sambil tersenyum kaku
"Em...? menurutmu apa aku terlihat bercanda?" ucap kepala panti dengan tatapan terkejut
"Eh?" ucap Reina dengan tatapan terkejut
"Berhenti menggoda Reina, ibu kepala panti anda selalu saja menggoda perempuan yang begitu polos," ucap Derick sambil menatap tajam ke arah kepala panti
"Maafkan aku, aku hanya bercanda saja," ucap kepala panti dengan tatapan sedikit terkejut
"Bagaimana kalau sekarang kita pulang?" tanya Derick sambil menatap Reina yang sedang bermain dengan anak-anak lain
"Emm? baiklah, aku juga tidak ingin pulang larut karena kakak, ayah dan ibu bisa khawatir," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya dan beranjak berdiri
"Apa kak Reina tidak bisa sedikit lama disini?" tanya Nela dengan tatapan sedih dan dengan tangan kecilnya menggenggam gaun Reina
"Baiklah, janji ya kak Reina," ucap gadis kecil itu dengan tatapan yang imut di mata Reina
"Apa kamu hanya akan mau bertemu dengan kakak Reina saja? Bagaimana denganku?" tanya Derick sambil tersenyum
"Aku tidak begitu merindukan kakak Derick, jika kakak Derick ingin datang atau tidak itu tidak masalah," ucap Nela dengan tatapan penuh kejujuran
'Perasaan yang menusuk apa ini?' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan murung
"Kalau begitu, kami pergi dulu," ucap Derick sambil tersenyum mengulurkan tangannya ke arah Reina
"Terima kasih," ucap Reina sambil meletakkan tangannya di atas tangan Derick dan naik ke kereta kuda mereka yang telah sampai kemudian di susul oleh Derick yang naik ke kereta kuda.
"Reina, terima kasih karena kamu mau menemaniku pergi ke panti asuhan dan ikut merawat anak-anak di sana," ucap Derick sambil tersenyum
"Aku lah yang harusnya berterima kasih, kamu orang yang begitu menakjubkan di umur yang begitu muda sangat peduli terhadap anak-anak yang tidak memiliki orang tua bahkan tempat tinggal," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya kemudian tersenyum dengan lembut
__ADS_1
"Ini sangat menyenangkan, aku akan pergi dengan kakak kapan-kapan untuk ke sana," ucap Reina sambil tersenyum
"Kenapa menurutmu sangat menyenangkan Reina? Padahal banyak bangsawan yang menganggap mereka kotor bahkan tidak pantas orang seperti mereka," ucap Derick dengan tatapan penasaran
"Bukankah kita sesama manusia? Apa itu tidak sebanding? Kalau tidak sebanding para bangsawan apa seorang dewa? Apa mereka memiliki kuasa suci? Mereka adalah anak-anak yang sangat murni baik bahkan mereka sangat menikmati waktu ketika bermain itulah kenapa yang membuatku merasa sangat senang saat bersama mereka," ucap Reina dengan tatapan kebingungan
Mendengar jawaban dari Reina membuat Derick terdiam sekaligus kagum.
'Kenapa aku tidak pernah memikirkan jawaban ini, orang seperti dia memang sangat unik memiliki jawaban yang begitu berbeda dari orang-orang yang sudah memikirkannya puluhan kali bahkan ribuan kali,' ucap Derick di dam hatinya sambil menatap Reina
"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan jawabanku?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan
"Tidak... tidak ada yang salah dengan jawabanmu hanya saja aku tidak menyangka orang sepertimu bisa menjawab pertanyaan dengan cara seperti itu Reina," ucap Derick sambil tersenyum kecil
"Derick, aku ingin bertanya juga kepadamu, bagaimana bisa kamu begitu akur dan dekat dengan kakakku? apa kalian memiliki hubungan yang begitu rahasia?" ucap Reina dengan tatapan serius
'Tatapannya sangat mirip dengan Dalbert kalau sedang serius, agak mengerikan jika aku teringat dengan Dalbert,' ucap Derick di dalam hatinya dengan perasaan merinding
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Kalau aku beritahu memangnya apa untungnya untukku," ucap Derick sambil menyeringai
"Aku akan membantu kakakku, jika ada yang bisa aku lakukan untuknya," ucap Reina dengan tatapan tajam dan serius
'Dia memiliki ambisi dari tatapannya tapi dia tidak terlihat tegas untuk memimpin seperti Dalbert,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap mata Reina
"Kamu tidak perlu banyak tau, ada sesuatu yang lebih baik tidak kamu buka untuk dirimu sendiri seperti kotak Pandora tidak selalu bagus untuk mengetahui kebenaran di balik kotak itu bukan," ucap Derick dengan tatapan dingin sambil menyeringai
Setelah ucapan Derick, kereta berhenti di kediaman Marques Halmiton.
"Kalau begitu aku tidak akan turun lagi Reina, jadi sampai jumpa lagi nanti," ucap Derick sambil tersenyum
"Iya, terima kasih," ucap Reina sambil turun dari kereta kuda
Kemudian kereta kembali berjalan menuju ke kediaman Duke Derick.
"Hah... bulan malam ini sangat indah ya, Dalbert," ucap Derick sambil menatap keluar jendela
"Jadi apa yang kamu bicarakan dengan Reina tadi?" ucap Dalbert yang muncul di dalam kereta kuda dengan tatapan dingin
__ADS_1
Kenapa Derick berbicara seperti itu? Kenapa Reina dikatakan mirip tapi tidak sama? akhir seperti apa yang menunggu Reina?
REINKARNASI REINA