Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 173 Tapi mereka adalah orang yang terlalu naif


__ADS_3

"Kamu ingin membiarkan mereka bertarung?" ucap Azazel dengan tatapan penasaran


"Biarkan saja mereka bertarung, itu bisa melihat sejauh apa perkembangan yang mereka miliki tapi aku yakin dia sekarang akan melakukan hal yang menarik untuk menghentikan mereka," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis dan menghentikan langkahnya


Setelah mendengarkan ucapan Dalbert, Azazel terdiam dan tercengang mendengarkan ucapan yang dikatakan.


"Yah... sepertinya akan menarik," ucap Azazel dengan menghela nafasnya


"Kalau begitu sekarang kamu harus menemaniku untuk pulang ke mansion utama keluarga Halmiton karena aku yakin adikku merindukan diriku," ucap Dalbert yang menatap ke arah keributan itu kemudian melanjutkan langkahnya


Di luar bangunan itu...


"Kalau begitu kami akan memulainya, aku harap kakak senior tidak merasakan kesakitan," ucap kembaran dari anak laki-laki itu


"Caligae," ucap anak perempuan itu yang membuat ratusan belati muncul dari arah belakangnya kemudian menghujani Dezria dengan ratusan belati itu


"Shilde," ucap Dezria yang hampir tertusuk belati yang menghujaninya


"Kamu pikir hal yang kalian lakukan ini bisa melukai atau membunuhku begitu saja," ucap Dezria dengan tatapan yang merendahkan


"Biar aku yang menunjukkan kepada kalian apa arti dari kekuatan itu," ucapnya sambil tersenyum dan menjentikkan jarinya


Tidak lama dari itu ruangan di sekitar mereka menjadi gelap dan hampa, dan di belakang Dezria ada sesosok monster yang sangat menyeramkan dan membuat orang yang di depannya menjadi merinding ketakutan.


'Walaupun Dezria, melakukan ini untuk menunjukkan kemampuannya tapi aku merasa kalau dia orang yang haus akan darah dan bahkan berniat membunuh mereka,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap pertarungan itu


"Ini perintah, bunuh mereka semua jangan biarkan satu orang pun lepas," ucap Dezria dengan tatapan haus darah


'Sudah aku duga, ini tidak bisa di biarkan,'


"Zeolit," ucap Derick sambil berlari ke arah depan anak-anak itu


Setelah mengucapkan mantra sihir itu, ruangan yang awalnya gelap dan hampa kembali ke taman serta monster yang awalnya akan menyerang anak-anak itu menghilang.


"DALBERT,"


"KENAPA KAMU MENGHALANGI AKU YANG INGIN MEMBUNUH ORANG-ORANG YANG TIDAK BERGUNA SEPERTI MEREKA DAN HANYA BEBAN,"


"DAN APA KAMU TAU KALAU KAMU MENGGUNAKAN SIHIR PENETRALAN AKAN BERAKIBAT FATAL KARENA ITU ADALAH SIHIR TINGKAT TINGGI,"


"SIHIR YANG SEPERTI ITU JARANG BISA DI GUNAKAN JIKA KAPASITAS SIHIRMU TIDAK CUKUP, APA KAMU TAU BETAPA BAHAYANYA ITU," teriak Dezria sambil berlari ke arah Derick kemudian menarik kerah bajunya dengan ekspresi yang kesal dan marah

__ADS_1


"Tentu saja aku tau itu, tapi apa kamu tau kalau kamu membunuh mereka hanya kamu cemburu karena mereka lebih hebat sehingga mendapatkan pujian dari tuan pemimpin dibandingkan dengan dirimu,"


"Maka kamu telah menghilangkan nyawa dari orang yang tidak berdosa," ucap Derick dengan tatapan sedih


"Uhuk.."


"Derick, kamu berdarah," ucap Dezria dengan tatapan panik


Setelah kejadian itu dia merasa bersalah hingga meminta maaf kepadaku hampir ratusan kali setiap harinya dan karena itu juga dia akan selalu menahan sihirnya untuk tidak berbuat seenaknya tapi itu hanya berlaku di depanku saja.


Kembali di labirin...


"Dezria, kamu ingin membunuhku lagi?" ucap Derick sambil tersenyum dingin setelah mengingat kembali masa lalu itu


"Apanya? Membunuhmu?" ucap Dezria dengan tatapan kebingungan dan dingin


"Jika kamu tidak bisa mengendalikan sihirmu maka itu akan menjadi pembunuhan untukku,"


"Apa kamu tidak ingat yang terjadi di masa lalu? jika itu terjadi maka aku akan mengorbankan diriku untuk menahan sihir itu,"


"Dan juga kamu berjanji kepadaku untuk tidak bertindak berlebihan," ucap Derick dengan tatapan tajam dan berusaha menenangkannya


"Hah..."


"Ruangannya kembali ke kantor wakil kepala sekolah apa artinya kita berhasil?" ucap James dengan tatapan kebingungan


"Selamat untuk kalian berdua, karena berhasil lolos dari tes pertama,"


"Ini hadiah untuk kalian berdua karena berhasil menyelesaikan permainan yang dibuat oleh Dezria,"


"Dan ini adalah tanda kalau kalian telah berhasil mendapatkan pengakuan dari orang yang duduk di salah satu kursi NHBNTA,"


"Kunci ini nantinya akan membawa kalian ke salah satu orang yang duduk di kursi NHBNTA  dan kalian harus mencari tau sendiri, siapa orangnya," ucap Derick dengan senyuman dingin dan menyerahkan sebuah kunci pintu


"Aku harap kalian segera meninggalkan ruangan ini jika kalian tidak ingin terluka lebih,"


"Karena menenangkan kucing kecil ini sedikit susah, aku harus mempertaruhkan nyawaku untuk menyelamatkan kalian nantinya jika itu terjadi," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Derick dan tuan Dezria terima kasih telah ingin menguji kami,"


"Kami berdua pergi dulu," ucap Albern sambil menundukkan kepalanya dengan hormat diikuti oleh James kemudian keluar dari ruangan itu

__ADS_1


"Dezria, apa kamu tidak berpikir ikatan mereka sangat dekat melebihi atasan dan bawahan,"


"Seperti persahabatan kita walaupun terhalang puluhan tahun," ucap Derick sambil tersenyum


"Entah lah, aku tidak peduli hubungan apa yang mereka miliki antara mereka berdua,"


"Tapi mereka adalah orang yang terlalu naif, sama seperti dirimu Derick," ucap Dezria dengan tatapan dingin


Di koridor kelas...


 'Hari ini enaknya makan apa ya?' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang senang


"Bruk.."


"Maafkan aku menabrak dirimu," ucap Reina dengan tatapan bersalah


"Aku yang harusnya meminta maaf karena tidak memperhatikan jalan yang ada di depanku,"


"Apa kamu baik-baik saja?" ucap perempuan itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Reina berdiri


"Aku tidak apa-apa," ucap Reina sambil tersenyum


"Yuria, aku sudah bilang kepadamu untuk menungguku, kenapa kamu meninggalkan aku sendirian di kelas," ucap laki-laki itu berjalan menghampiri gadis itu


"Dia siapa?" tanya laki-laki itu dengan tatapan kebingungan


"Ah.. dia adalah orang yang aku tabrak barusan," ucap Yuria sambil tersenyum kaku


"Maafkan gadis bodoh ini, dia adalah orang bodoh karena berjalan tanpa melihat ke arah depannya," ucap laki-laki itu sambil menundukkan kepalanya memohon maaf


"Shun, kamu barusan mengatakan aku bodoh dua kali, apa maksud darimu?" ucap Yuria dengan tatapan kesal ke arah Shun


"Aku tidak apa-apa, aku juga melakukan hal yang sama jadi dia tidak salah," ucap Reina dengan senyuman kaku


"Reina, maafkan aku membuat dirimu pergi ke kantin terlebih dahulu," ucap seorang laki-laki yang berjalan dari arah belakang Yuria dan Shun


"Albern, aku belum makan siang sama sekali karena aku juga baru menyelesaikan pelajaran hari ini jadi kita bisa makan siang bersama," ucap Reina dengan tatapan yang begitu lembut


'Bukankah aku dengar dia telah tidak memiliki tunangan lagi karena membatalkan pertunangan putri keluarga marques Halmiton? Bagaimana bisa mereka berdua yang telah memutuskan pertunangan ini bertindak seperti tidak terjadi apa-apa,' ucap Yuria di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan


Apakah yang akan dimakan oleh Reina saat makan siang berdua? Apakah bisa Yuria yang di masa lalu teman Reina menjalin hubungan kembali dengan Reina? Seperti apakah kisah mereka?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2