Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 206 Tolong dukung aku


__ADS_3

Di taman kedua laki-laki yang sedang berbincang itu...


"Baiklah, aku mengerti tentang kejadian yang sebenarnya,"


"Jadi, kamu mau mengatakan apa?" ucap Azazel dengan senyuman yang penasaran


"Entahlah, karena aku sendiri tidak memahami perasaan Reina di masa lalu,"


"Dan aku juga tidak tau kepada siapa perasaan ini aku berikan walaupun dia adalah Reina," ucap Albern dengan senyuman pahit


"Aku mengerti dan terima kasih kamu telah ingin bercerita kepadaku tentang masa lalumu,"


"Tentu saja, aku akan merahasiakan ini karena bagaimanapun kamu memiliki hubungan dengan Dalbert,"


"Jadi setiap ada rahasia yang memiliki hubungan dengan Dalbert maka aku harus merahasiakannya," ucap Azazel dengan senyuman lembut


"Bagaimana kalau kamu sekarang fokus dengan perang yang akan segera terjadi? Karena bagaimanapun juga kamu harus membuat kebebasan kepada dirimu sendiri terlebih dahulu,"


"Jika kamu mati maka semuanya nanti akan sia-sia,"


"Bahkan kamu juga tidak akan bisa mendapatkan Reina kembali," ucap Azazel dengan tatapan yang meyakinkan


"Baiklah, aku mengerti," ucap Albern sambil mengangguk


Keesokan harinya di dekat sebuah ruangan khusus akademi, sesosok laki-laki datang dan duduk di samping perempuan yang menunggu keputusan dari dirinya.


"Jadi apa keputusan dari dirimu?"


"Aku harap kamu tidak ragu dengan yang kamu lakukan," ucap Reina dengan tatapan dingin


"Aku tau itu keputusan yang aku buat sudah bulat dan aku harap kamu juga menerimanya Reina,"


"Aku adalah orang yang tidak memiliki kemampuan yang besar selain nama kekuasaan saja dan itu juga bukan milikku,"


"Aku tidak punya apapun yang bisa aku miliki,"


"Aku hanya orang yang lemah dan harus bertahan di posisi seperti ini karena keadaan,"


"Oleh karena itu aku minta maaf kalau aku menyakiti perasaan dirimu dimasa lalu,"


"Walaupun aku tidak terlalu tau seperti apa aku menyakitimu di masa lalu,"


"Tapi jika kamu ingin membalas dendam yang pernah aku lakukan pada dirimu,"

__ADS_1


"Lakukanlah tapi tolong biarkan Reina sebelumnya kembali ke sini dan juga bisakah setelah perang besar ini selesai? Karena aku akan membuat negeri ini sejahtera terlebih dahulu sebelum adik-adikku yang duduk di atas takhta ini," ucap Albern dengan tatapan serius dan percaya diri


'Dia mengatakan dengan serius dan yakin kalau Reina akan kembali jika aku ingin membunuh dirinya,'


'Seberapa tulus dirinya kepada Reina jika aku melihat dirinya yang sekarang,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan dingin


"Baiklah, kalau itu keinginan dirimu, aku akan melakukannya setelah perang ini selesai dan mengambil nyawa dari dirimu," ucap Reina dengan tatapan dingin dan tajam


"Reina, aku akan pergi duluan karena aku harus merencanakan dengan matang masalah perang yang akan terjadi,"


"Aku dengar kamu akan pergi ke mansion Veronika, aku harap kamu sampai di tujuan dengan selamat," ucap Albern sambil berjalan ke arah pintu dengan senyuman tipisnya menatap Reina, dia kemudian keluar dari ruangan itu.


Tidak lama setelah Albern keluar, seorang laki-laki yang masuk ke dalam ruangan tanpa membuka pintu itu duduk di dekat jendela...


"Reina, sudah lama tidak melihat dirimu,"


"Puluhan tahun apa ratusan tahun yang lalu mungkin kita tidak bertemu,"


"Aku yakin kamu mengetahui siapa aku dan kenapa aku di sini?" ucap laki-laki itu sambil tersenyum


"Memang sudah lama tidak bertemu dengan dirimu,"


"Jadi Azazel, ada apa kamu ke sini? aku yakin kalau kamu ke sini bukan ingin menyapa diriku," ucap Reina dengan tatapan dingin


"Kamu sudah tidak sayang nyawa ya?" ucap Reina dengan tatapan dingin dan kesal


"Sudahlah jangan marah-marah seperti itu,"


"Aku ke sini memang ingin menjenguk dirimu, dan juga aku ke sini ingin tau kenapa alasan dirimu kembali dari masa lalu dan kenapa kamu membiarkan jiwa seorang dari dunia lain datang ke sini untuk menggantikan dirimu?" ucap Azazel dengan tatapan seriusnya sambil berjalan ke arah Reina dan duduk di dekatnya


"Aku tidak tau kenapa aku bisa kembali ke masa lalu karena jelas setelah kematian pertamaku, aku kembali ke masa lalu kemudian di ketiga ada jiwa asing masuk ke tubuh ini jadinya aku hanya diam dan mengamatinya setiap hari tanpa tau kalau ternyata semua perbuatan dirinya merubah semua orang yang bersikap kepada dirinya tapi dia malah mati,"


"Mati dengan sia-sia sampai seorang laki-laki datang dan meminta dirinya untuk bereinkarnasi menyelamatkan gadis itu,"


"Cerita yang klasik bukan?" ucap Reina dengan dingin


"Aku mengerti tentang yang terjadi, jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" ucap Azazel dengan tatapan kebingungan


"Aku ingin ikut dalam berperang karena aku ingin di saat terakhir diriku di ingat jadi aku akan menyelinap di antara pasukan,"


"Jiwaku sebentar lagi akan lepas dari reinkarnasi berulang menjadi Putri keluarga Marques ini dan aku bisa bereinkarnasi dengan bebas menjadi orang lain,"


"Setelah itu aku akan menyerahkan tubuh ini sepenuhnya kepada orang asing itu,"

__ADS_1


"Jadi tolong dukung aku Azazel," ucap Reina dengan senyumannya yang tipis


'Dia masih saja bisa tersenyum seperti itu padahal dirinya adalah orang yang dingin dan tidak pernah melakukan sesuatu yang merepotkan dari dulu,' ucap Azazel di dalam hatinya dengan tatapan dingin namun dengan perasaan khawatir kepada Reina


"Tentu saja aku akan selalu membantu dirimu," ucap Azazel dengan tatapan lembut dan mencium punggung tangan milik perempuan itu


Kemudian beberapa hari setelah janji yang di ucapkan oleh seorang laki-laki yang memiliki gelar penyihir yang abadi itu dengan seorang gadis yang tidak memiliki banyak waktu itu.


Perang yang besar telah sampai yang mengakibatkan banyak orang yang memiliki darah biru dan tidak sedikit rakyat-rakyat yang terkena imbasnya dalam perang yang mereka lakukan.


"Pasukan kita telah berhasil menghabisi tiga bagian pasukan unit milik mereka, dengan pasukan yang kita miliki sekarang,"


"Yang mulia putra mahkota bisa membimbing satu per lima pasukan ke istana termasuk Azazel dan pasukannya,"


"Karena mungkin karena kegagalan mereka di medan perang ini, mereka akan mengirim sebagian pasukan mereka secara diam-diam untuk memenggal kepala sang raja," ucap Dezria dengan tatapan serius sambil menatap peta itu dengan serius


"Aku mengerti, jadi aku hanya perlu untuk kembali ke kekaisaran saja kan secara diam-diam juga? Sedangkan pasukan putra mahkota kembali dengan cara terang-terangan supaya mereka tidak curiga?" ucap Azazel sambil mengelap noda darah yang mengenai pakaiannya


"Benar sekali, karena kamu orang yang satu-satunya memiliki kemampuan menyelinap di antara kami," ucap Dezria dengan menganggukkan kepalanya


"Baiklah, aku mengerti,"


"Jika hanya itu yang ingin di sampaikan, aku pergi dulu,"


"Masih ada sesuatu yang harus aku lakukan," ucap Azazel sambil tersenyum


"Humm... baiklah,"


"Istirahat lah Azazel, dan terima kasih atas kerja kerasmu," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin


"Terima kasih, tuan pemimpin," ucap Azazel dengan tatapan serius kemudian meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangannya


"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu


"Ada apa?" ucap seorang gadis yang membuka pintu dan membiarkan Azazel masuk ke dalam ruangan


"Tidak ada, aku hanya sedikit merindukan dirimu," ucap Azazel sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya sedangkan gadis itu dengan cepat menutup pintu itu


"Jangan banyak bercanda," ucap perempuan itu dengan tatapan kesal


Siapakah perempuan yang kesal itu? Apakah Reina bisa mendapatkan kematian yang dia inginkan? Kenapa Azazel rela membantu Reina? Apakah yang akan terjadi selanjutnya kepada mereka?"


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2