
"Humm... surat ini," ucap seorang laki-laki yang membuka sebuah gulungan kertas yang telah ada di atas meja kerjanya dengan tatapan terkejut
"Tuan muda, saatnya sarapan dan tuan muda ada berita kalau hari ini putra makhota kekaisaran akan datang ke kediaman Halmiton untuk membahas pertunangan," ucap seorang pelayan yang menyampaikan pesan itu
"Aku mengerti, terima kasih telah ingin datang dan menyampaikan informasi ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin
'Aku ingin lihat seperti apa orang yang akan datang,' ucap laki-laki itu kemudian keluar dari ruangan
Di saat yang bersamaan seorang laki-laki dengan pangkat yang tinggi sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Halmiton...
'Aku jadi ingat kembali ketika aku bilang ingin tetap bertunangan dengan dirinya, namun malah ditolak oleh dirinya,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum memandang langit yang begitu cerah
'Dan tidak lama dari ini, aku akan bisa bertemu dengannya lagi,' ucap Albern di dalam hatinya lagi dengan perasaan yang rindu
"Yang mulia kita telah sampai di kediaman Halmiton," ucap seorang kusir sambil membuka pintu kereta itu
Di depan pintu kediaman Halmiton tentu saja telah ada beberapa orang yang akan menyambut dirinya.
"Putra mahkota selamat datang di kediaman Marques," ucap tuan Marques Halmiton sambil tersenyum
"Saya sangat berterima kasih kepada Tuan Marques karena telah menyambut saya," ucap putra mahkota dengan lembut sambil tersenyum dingin namun lembut
'Aku entah kenapa merasa familiar dengan putra makhota ini, padahal aku baru pertama kali bertemu dengan dia,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan
'Reina, aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi, kali ini pasti aku akan membuat dirimu kembali kepadaku,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap Reina
'Kenapa dia menatapku seperti itu walaupun dia tampan tapi tatapannya yang mengerikan itu, mungkinkah artinya dia ingi. secepatnya membunuhku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan suram
__ADS_1
Tuan Marques dan putra mahkota berserta asistennya pergi menuju ruang tamu untuk membahas pertunangan sedangkan nyonya Marquees pergi untuk membantu pelayan menyiapkan teh .
"Jadi, yang mulia ada apa dengan kedatangan anda hari ini?" tanya tuan Marques Halmiton sambil mengangkat cangkir teh
"Tentu saja untuk melihat seperti apa perempuan yang dijadikan sebagai tunanganku,"
"Tapi aku tidak menyangka kalau dia adalah perempuan yang sangat pendiam dan pemalu," ucap Albern sambil tersenyum
"Yang mulia, ada yang ingin saya bicarakan mengenai pertunangan ini," ucap tuan Marques dengan sedikit mengerutkan keningnya
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Albern dengan tatapan yang penasaran
"Begini yang mulia, saya berniat untuk membatalkan pertunangan putri saya dengan anda, hal ini dikarenakan putri saya tidaklah cukup baik untuk anda dan juga dia adalah perempuan yang ceroboh saya merasa dia bukanlah orang yang pantas untuk anda," ucap tuan Marques sambil meminum teh yang baru saja di bawakan oleh nyonya Marquees.
'Sudah aku duga, karena bagaimanapun Reina akan melakukan pembatalan pertunangan ini seperti saat sebelum reinkarnasi,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menyeringai
"Tuan Marques, kenapa begitu tiba-tiba anda membuat keputusan seperti ini? Tapi saya tidak berniat untuk membatalkan pertunangan dengan putri anda tuan Marques," ucap putra mahkota sambil tersenyum
"Seperti yang anda ketahui juga, membatalkan langsung pertunangan ini tidak akan mudah,"
"Jadi bagaimana menurut anda tuan Marques?" ucapnya lagi kemudian menatap ke arah pintu.
"Hah... Anda ada benarnya putra mahkota tapi ini adalah permintaan putriku sendiri," ucap tuan Marques sambil mengangkat cangkir teh
"Tapi ini adalah perintah raja tuan Marques, Apa anda akan menolaknya di bandingkan itu putri anda yang akan memutuskan bagaimana hubungan ini kedepannya," ucap Albern sambil tersenyum
Tidak lama setelah Albern dan tuan Marques berbicara dengan tidak ada penyelesaian, Reina dan kakaknya yang menguping pembicaraan memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Saya menghadap kepada putra mahkota, yang mulia perkenalkan nama saya Reina Elice Halmiton, yang mulia saya ingin membatalkan pertunangan saya karena menurut saya, saya bukanlah perempuan yang bisa memenuhi standar untuk menjadi tunangan anda," ucap Reina setelah memberikan hormat dengan tegas namun tenang
'aku harap dengan ini putra mahkota setuju pembatalan pertunangan ini,' ucap Reina di dalam hati dengan perasaan suram
"Yang mulia putra mahkota, senang bertemu dengan anda, perkenalkan nama saya adalah Dalbert Charles Halmiton, saya adalah penerus keluarga Halmiton," ucap Dalbert sambil memberikan menghormat
'Aku tidak menyangka bisa mendengarkan perkataan ini lagi tapi kali ini aku pastikan kalau dia tidak akan membuat kontrak yang menjebak,' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum
"Saya sangat menghargai perkataan nona Reina tetapi pertunangan ini adalah perintah raja dan keinginanku juga untuk menerima pertunangan ini, karena aku yakin kita bisa menjadi pasangan yang memiliki hubungan yang baik nantinya ditambah lagi masih banyak waktu untuk memutuskan ini bukan?" ucap putra mahkota sambil tersenyum
"Apa putra mahkota ini tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti ya? Bagaimana dia bisa menganggap kalau pertunangan ini adalah permainan?' ucap Reina di dalam hati sambil tersenyum dan mengepal erat tangannya
"Kalau begitu saya akan meminta pembatalan pertunangan kepada yang mulia raja tidak masalah kan yang mulia putra mahkota?" ucap Reina sambil menyeringai
"Kalau kamu ingin melakukannya silahkan saja tapi aku yakin, yang mulia raja sangat mendukung pertunangan kita," ucap Albern sambil tersenyum dengan lembut
'Dia memang sangat kekanak-kanakan, dan begitu menyebalkan, tapi aku bagaiman pun juga harus ingat kalau dia adalah orang yang bisa membunuhku kelak,' ucap Reina di dalam hatinya sambil berusaha bersabar
"Reina, kamu tidak boleh berkata seperti itu ini adalah perintah raja jadi sudah tugas kita sebagai bangsawan memenuhinya," ucap Marques kepada putrinya dengan tatapan sedih
"Yang mulia, putra mahkota karena ayahku mengatakan seperti itu maka saya akan bertunangan dengan anda tetapi saya akan mengajukan sebuah syarat, syaratnya pertama saya ingin anda tidak ikut campur urusan saya, kedua saya ingin anda membatalkan pertunangan apabila anda telah menemukan orang yang cocok di posisi tersebut dan ketiga saya hanya menjadi tunangan anda atas perintah raja jadi anda tidak perlu memberikan apa pun kepada saya," ucap Reina dengan lantang di hadapan semua orang yang berada di ruang tamu
'Sudah aku perkirakan kalau dia tetap akan mengajukan syarat ini, dan melihatnya mengatakan hal yang seperti itu sangatlah lucu,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menikmati ekspresi wajah tunangannya yang begitu lucu
"Aku tidak setuju dengan syarat kedua dan ketiga yang kamu berikan nona Reina,"
"Aku tidak akan meninggalkan dirimu bahkan tidak akan pernah memiliki perempuan lain selain dirimu dan walaupun kita bertunangan atas perintah raja tapi aku benar-benar ingin menunjukkan ketulusan perasaanku kepadamu jadi aku harap kamu mempertimbangkan perjanjian ini, nona Reina," ucap Albern sambil berlutut di hadapan Reina dan mencium punggung tangannya
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi antara Albern dan Reina? Akankah Reina menyetujui yang di katakan oleh Albern? Apakah takdir Reina yang telah di tentukan di masa depan akan berubah karena Albern?
REINKARNASI REINA