Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 116 Memangnya menjawab pertanyaanmu sebanding dengan nyawamu


__ADS_3

Seorang laki-laki yang ditunggu Reina pulang lebih awal ke kediaman Halmiton Veronika.Melihat adik perempuannya yang tidak terlihat untuk menyambut kedatangannya dia menanyakan kepala pelayan di sana.


"Kepala pelayan, dimana adik perempuanku?"


"Tuan muda, nona Reina tadi pergi ke alun-alun kota dengan Olivia tetapi nona pergi duluan tanpa menunggu pelayannya jadinya nona pergi tanpa pengawalan," ucap kepala pelayan dengan perasaan ketakutan karena di usianya yang sudah tua dia menerima aura tekanan dari tuan mudanya


"Apa? Reina pergi tanpa pengawalan?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan kesal


"Iya tuan muda," jawab kepala pelayan dengan gemetaran


"Ck, kalau Reina sampai terjadi kenapa-kenapa, jangan harap kalian semua para pelayan masih bisa hidup," ucap Dalbert kemudian berlari keluar dari mansion dengan perasaan khawatir


Di alun-alun kota...


"Terima kasih telah banyak membantuku, Sebagai gantinya biarkan aku mentraktir dirimu makan," ucap Reina sambil tersenyum


"Terima kasih atas tawarannya, tapi aku masih memiliki pekerjaan yang harus aku lakukan, mungkin lain kali," ucap Albern sambil tersenyum


"REINA...." ucap seorang laki-laki yang berlari dari kejauhan dengan tatapan khawatir dari kejauhan ke arah Reina


"Kakak," ucap Reina sambil kebingungan


"Reina, kamu baik-baik saja kan? tidak ada luka kan? lecet?" ucap Dalbert dengan tatapan yang begitu panik ketika melihat adiknya


"Aku baik-baik saja kak, hanya sedikit terluka karena aku berjalan tidak melihat orang," ucap Reina sambil tersenyum kaku


"Kalau begitu sekarang kita rawat lukanya sebelum terjadi hal yang serius," ucap Dalbert dengan tatapan khawatir kemudian menatap laki-laki di sebelah Reina


"Reina, siapa laki-laki yang ada di sebelahku?" tanya Dalbert dengan tatapan dingin dan curiga


"Dia adalah orang yang aku tabrak barusan, karena aku tidak melihat jalan tapi dia kemudian dia mengobati lukaku kak," ucap Reina dengan tawa kaku


"Benarkah? tapi entah kenapa? kakak merasa kalau dia tidak asing dengan seseorang," ucap Dalbert dengan menyipitkan matanya dan curiga

__ADS_1


"Aku berterima kasih karena telah menolong adikku dan maafkan dia karena dia adalah orang yang ceroboh, tapi tolong di ingat jangan pernah dekat-dekat dengan adik perempuanku lagi apapun alasannya,"


"Jika kamu masih coba untuk masuk ke dalam kehidupan adik perempuanku maka kamu akan berhadapan dengan kematian," ucap Dalbert dengan tatapan dingin kemudian menggendong Reina dan berjalan menjauh dari Albern


'Hah... kenapa dia begitu menyeramkan, dan terlihat marah? Ternyata Putra dari keluarga Marques Halmiton adalah hakim itu pantas saja dia hanya mengeluarkan adik perempuannya dari akademi,'


'Tapi kenapa setelah dia pergi perasaanku seperti ada yang kosong dan sangat sakit, aku kehilangan sebagian ingatanku dan ketika aku bangun gadis di depanku adalah kekasihku,'


'Sedangkan tunanganku adalah seorang perempuan yang sangat egois dan sangat suka menindas orang, oleh karena itu aku jatuh cinta dengan Elena,'


'Kalau benar begitu kenapa ayah dan James malah mengatakan kata-kata yang begitu mengecewakan?' ucap Albern di dalam hatinya dengan pikiran yang begitu kacau


"Kalau di ingat-ingat kejadian yang terjadi hari ini juga terasa sangat tidak asing seperti aku pernah melakukannya dengan seseorang tapi aku tidak bisa mengingat apapun,"


"Sekarang aku harus fokus untuk mengerjakan pekerjaan yang diberikan dari ayah,"Gumam Albern sambil berjalan ke arah hutan


Di mansion Marques Halmiton Veronika...


"Reina, kamu bisa-bisanya mau menurut dengan orang asing itu, untung saja dia tidak melakukan hal buruk kepadamu,"


"Aku paham, maafkan aku kak,"


"Aku pikir karena di sini damai aku bisa pergi berjalan-jalan sendirian jadi aku pergi tanpa Oliva atau pengawal lainnya," ucap Reina dengan berlutut di depan kakaknya untuk mengungkapkan kalau dia benar-benar menyesal atas perbuatan yang di lakukan semena-mena


"Ah... iya... Olivia kakak," ucap Reina dengan terkejut mengingat kalau pelayannya belum kembali setelah dia pergi lebih dulu tanpa memberi taunya kalau dia telah kembali ke kediaman Halmiton


"Hadeh... beginilah jadinya kalau kamu semena-mena, sekarang kamu kembali ke kamar kamu dan kakak akan menyuruh semua pelayan untuk mencarinya langsung," ucap Dalbert sambil menyentuh dahinya yang mengerut


"Baiklah, aku akan ke kamar sekarang," ucap Reina dengan perasaan suram dan bersalah karena telah membuat masalah untuk semua nyawa yang ada di mansion terancam


"Luke, kemari," panggil Dalbert sambil mengangkat jarinya


"Ada apa Master?" ucap Luke sambil memberikan hormat kepada tuannya

__ADS_1


"Cari seorang pelayan pribadi Reina, sekarang dia pasti sedang tersesat mencari Reina dan kirim orang untuk mengawasi seorang laki-laki yang menolong Reina tadi,"


"Aku melihat lambang di pakaiannya adalah lambang dari kekaisaran, aku jadi penasaran apa yang di lakukan kekaisaran di sini di tambah lagi dia menyamar dengan sihir penyamaran,"


"Dia pasti menyelidiki sesuatu di dekat sini, kalau ketahuan ancam dia dan katakan yang sebenarnya tentang yang dilakukan kekaisaran," perintah Dalbert dengan tatapan dingin


"Baik, Master,"


"Master, apa saya boleh meminta Absyara dan Absyuri untuk ikut serta dalam rencana ini?" tanya Luke dengan berlutut hormat di depan tuannya


"Bawalah mereka, lagipula mereka berdua sedang liburan sekolah sekarang jadi tidak ada salahnya untuk membawa mereka langsung menyelidiki masalah ini," ucap Dalbert sambil mengangkat cangkir tehnya


Di hutan...


"Ini... seperti terjadi pembakaran dengan sengaja, tapi kenapa sampai di bakar katedral ini," Gumam Albern sambil menyentuh dan menatap bekas terbakarnya bangunan itu


"Ini tulang manusia? Apa kebakaran ini sampai menyebabkan pembunuhan terhadap orang-orang ini? Atau pihak katedral sengaja melakukan ini, karena mereka melakukan percobaan manusia?" Gumamnya lagi sambil berjalan-jalan di sekitar katedral yang terbakar itu


"Srekk..." bunyi suara dari balik semak-semak


'Ada orang dari semak-semak dan juga aku merasa kalau mereka sedang mengawasi aku dari tadi, seolah-olah mereka telah menungguku datang,'


'Aku juga harus segera bersiap-siap untuk tidak lengah,' ucap Albern di dalam hatinya sambil memegang pedang yang ada di pinggangnya bersiap-siap jika mereka benar-benar menyerang Albern


'Dia sepertinya sudah mengetahui keberadaan kita, cepat tanggap hanya dengan suara semak-semak hingga membuatnya waspada tapi sayang dia berasal dari pihak orang yang harus aku selidiki,' ucap Luke sambil menyeringai kemudian menunjukkan dirinya di ikuti Absyara dan Absyuri


"Kamu sangat waspada sehingga membuatku takjub dengan kemampuan instingku," ucap Luke sambil menatap Albern dengan tatapan dingin


"Siapa kalian? dan apa yang kalian inginkan?" tanya Albern dengan tatapan waspada dan berhati-hati


"Kami... siapa ya? memangnya menjawab pertanyaanmu sebanding dengan nyawamu yang di tengah terancam sekarang?" tanya Absyuri sambil menodongkan belatinya dari arah belakang


Apa yang akan terjadi dengan Albern selanjutnya? akankah dia mati di hutan? Apakah Olivia bisa kembali dengan selamat?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2