
"Elena, minggu depan adalah pertunanganmu, lakukan dengan baik untuk mencuci otak putra makhota itu," ucap Baron Elsdon dengan tatapan serius kepada putrinya
"Iya, aku paham dan kenapa keluarga kita mengikuti dua faksi secara diam-diam?" ucap Elena dengan tatapan penasaran
"Dengan mengikuti kedua faksi pemberontakan kita akan diuntungkan, yang pertama jika faksi katedral bisa mendapatkan hati raja dan mengontrolnya dari belakang kita bisa menguasai setengah wilayah kekaisaran dan dengan kamu yang menjadi tunangan putra makhota maka keluarga kita bisa mendapatkan kehormatan yang tinggi dan apabila faksi katedral tidak bisa mendapatkan hati yang mulia raja, itu sama saja tidak menguntungkan keluarga kita jadi ayah bergabung juga dengan faksi Lonia yaitu faksi milik para menteri yang di pimpin oleh menteri pertahanan kekaisaran ini," ucap Baron Elsdon dengan tatapan haus kekuasaan dan merasa kalau semuanya akan membuatnya menjadi orang yang mendapatkan keuntungan itu
"Woah... woah... Tuan Baron Elsdon kamu sangat bersemangat untuk ikut melakukan pemberontakan ini ya, jadi apa yang aku minta sudah kamu siapkan?" ucap seorang laki-laki bertudung sambil melipat kedua tangannya
"Kami telah menyiapkannya tuan Az tapi anda yakin ingin menggunakan racun untuk melakukan pertunjukkan ini dan saya pastikan setelah selesai acara pertunangan selesai maka saya akan menyiapkan pertunjukkan yang mematikan ini untuk anda dan para faksi Lonia tonton," ucap Baron Elsdon sambil menyeringai
'Dia memang orang yang licik dan haus kekuasaan seperti putrinya yang telah membuat semua siswa yang ada di akademi menjadi seperti babunya semua,'
'Dan tentu saja, ini tentunya akan membuat faksi dari Katedral mendapatkan pandangan yang sedikit buruk, dan satu faksi bisa tersingkirkan, tapi siapa ya yang akan menjadi target keracunannya? Yah siapa pun yang akan dibuatnya mati bukan urusanku,'
'Aku harap tuan menikmati pesta dan pertunjukkan yang aku berikan minggu depan,' ucap Az itu di dalam hatinya sambil menyeringai
"Aku akan sangat menantikannya, aku harap kamu meminta putrimu untuk memasukkan racun itu dan menyuruh para pendeta untuk menyerahkan minuman yang berisikan racun itu," ucap Az sambil tersenyum
"Kenapa harus aku? Kenapa bukan yang lain saja? kan bisa meminta pelayan untuk melakukannya?" ucap Elena dengan tatapan tidak setuju
"Karena dengan kemampuanmu yang akan menjadi tunangan putra makhota tidak mungkin di curigai sebagai pemberontak, ditambah lagi mereka tidak akan tau kalau kamu yang melakukannya bisa saja minuman dari dalam botol itu dibicarakan ada racun di dalamnya,"
"Pikirkan baik-baik yang aku katakan barusan dan lakukanlah jika kamu benar-benar setuju," ucap Az sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan kedua orang itu
'Ck, jika aku tidak melakukannya, aku tidak bisa mendapatkan apa pun yang aku inginkan tapi jika aku melakukan bisa saja malah aku yang mati,' ucap Elena sambil menggigit jarinya
"Elena, kamu harus melakukannya, jika masih ingin menikmati semua kemewahan ini," ucap sang Baron dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Aku mengerti, aku akan melakukannya," ucap Elena dengan tatapan sinis
Di alun-alun kota...
"Terakhir kali aku ke alun-alun kota, aku sama sekali tidak bisa menikmati semua yang ada di kota dengan baik karena aku terjatuh saat melihat jalan," Gumam Reina sambil berjalan-jalan memandangi seluruh kota yang ramai
"Itu semua kan salah nona sendiri tidak melihat jalan dengan baik, jadi nona anda ingin pergi ke mana?" ucap Olivia dengan menatap tajam nonanya
"Aku ingin sekali ke pantai dekat sini, katanya pantai di sini lautnya sangat indah ditambah lagi itu dekat dengan tempat penjual kue khas dari daerah ini yang sangat populer," ucap Reina sambil menunjuk ke arah dekat pelabuhan
"Baiklah, kita akan ke sana nona," ucap Olivia sambil tersenyum
"Nona Reina, anda hanya boleh bermain di tepi-tepi pantai saja, kalau anda bermain sampai ke tengah laut dan tenggelam saya yakin kalau tuan muda akan membunuh semua orang yang ada di mansion untuk menemani kematianmu," ucap Luke dengan tatapan serius
"Baiklah aku mengerti," ucap Reina dengan tatapan suram
"Reina, sudah lama tidak bertemu denganmu, kenapa kamu bermain di tepi laut? Apakah artinya akan terjadi musibah jika Dalbert mengizinkan dirimu untuk pergi ke pantai," ucap Asmodeus sambil menatap gadis itu bermain di tepi pantai seperti anak kecil
"Tidak sopan kamu," ucap Reina dengan muka yang cemberut
"Ini aku berikan padamu, maafkan aku tidak datang pada saat itu padahal aku ingin datang tapi bukan berarti aku benar-benar ingin datang dan juga aku hari ini ke sini karena memang ada beberapa hal yang harus aku bicarakan dengan kakakmu," ucap Asmodeus dengan muka sedikit memerah menyerahkan sebungkus kue kering
'Jadi yang jelas itu yang mana?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan
"Terima kasih kue keringnya, sudah lama sekali aku tidak makan kue buatan tanganmu," ucap Reina sambil mengambil kue kering yang di berikan
"Aku tidak menyangka orang sepertimu ternyata bisa memasak Asmodeus?" tanya Luke sambil menatap Asmodeus
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Asmodeus dengan terkejut
"Apa kamu tidak bisa melihat yang ada di depanmu itu adalah pekerjaanku," ucap Luke dengan tatapan dingin
"Apa kalian berdua saling kenal atau kalian berteman?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan melihat keduanya begitu akur
"Tentu saja kami saling kenal karena kami berdua pernah menjadi rekan kerja, dan bisa bertemu dengannya adalah hal yang sangat kurang menyenangkan," ucap Luke dengan tatapan dingin dan tajam
'Dia pasti ke sini hanya ingin menjilat nona muda, ditambah lagi dia juga sekarang seorang pewaris takhta keluarga kerajaan tapi anehnya dia tidak seperti orang yang mengincar takhta malahan dia mengincar katedral,' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Kalian pasti sudah lama tidak bertemu kan? kalian berdua bisa berbincang-bincang dulu, aku akan pergi menemui Oliva untuk makan kue keringnya," ucap Reina sambil tersenyum
"Ada apa sampai kamu kemari? jika kamu mencoba untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan maka aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi dirimu," ucap Luke dengan tatapan dingin dan tajam
"Aku hanya memberikan laporan terkait bawahanku dan juga masalah pekerjaan yang di minta beliau selesaikan selain itu tidak ada, jangan bilang kamu pikir aku ke sini untuk menggoda Reina?" ucap Asmodeus sambil menyeringai
"Bukankah begitu? kamu bahkan sampai belajar memasak kue kering untuknya," ucap Luke dengan tatapan curiga
"Hah... aku membuatnya memang karena aku sekalian datang kemari dan aku sudah lama bisa memasak semenjak keponakanku datang," ucap Asmodeus dengan tatapan datar
"Kalau begitu aku harus pergi sekarang, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin kemudian pergi meninggalkan Luke
Satu Minggu telah berlalu sebuah pesta yang begitu megah dengan tirai yang mewah terbuka dengan drama yang dilakukan oleh mereka yang menjalankan peran sesuai dengan takdirnya...
Apa yang akan terjadi di dalam pesta pertunangan itu nantinya? Apakah Semuanya bisa berjalan dengan baik? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1