Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 128 Cinta yang tumbuh itu ternyata hanyalah sebuah perasaan titipan


__ADS_3

"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk setelah pergi beberapa hari belum pulang dari mansion,"


"Padahal biasanya mau aku tinggalkan satu Minggu atau satu bulan tidak ada masalah sama sekali tapi entah kenapa aku merasa khawatir seperti ini," Gumam Dalbert dengan tatapan khawatir memandang dari balik jendela


"Tuan muda, saya memiliki berita buruk," ucap seorang bawahannya yang datang dengan teleportasi


"Katakan apa berita buruknya," ucap Dalbert dengan helaan nafas panjang berdoa semoga tidak terjadi hal buruk yang menimpa keluarganya walaupun dia tidak percaya dengan para dewa


"Tuan Marques dan Nyonya Marques telah meninggal dunia karena kecelakaan saat menuju ke mansion Veronika,"


"Dan berita lebih buruknya lagi kalau nona muda kehilangan kendali atas sihir kegelapan dan sekarang sihirnya hampir menelan seluruh mansion itu terjadi ketika nona mendapatkan berita buruk itu,"


"Saya harap anda segera kembali ke kediaman Halmiton Veronika karena tuan Luke mungkin saja tidak bisa menangani sihir yang begitu meluap dan tidak terkontrol," ucap bawahan itu lagi dengan perasaan merinding dan ketakutan


"APA KAMU BILANG?!" teriak Dalbert dengan tatapan terkejut dan gemetaran


"Sampaikan kepada seluruh petinggi bangsawan kalau aku akan langsung pulang ke kediaman Halmiton Veronika untuk mengurus pemakaman orang tuaku, jadi mulailah rapatnya tanpa aku," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan perasaan yang campur aduk langsung mengaktifkan sihir teleportasinya ke kediaman Halmiton Veronika


"Baik tuan," ucap sang bawahan itu langsung berjalan ke ruangan rapat untuk menyampaikan pesan dari tuannya


...****************...


"Naomi, kemari..." ucap seorang perempuan paruh baya dengan ekspresi wajah marah


""Ada apa ibu?" tanya seorang gadis kecil dengan tatapan ketakutan


"Kamu bilang ada apa? kamu lihat nilaimu itu..."


"Apakah menurutmu dengan mendapatkan juara satu, kamu merasa hebat? sekarang kamu lihat nilaimu dengan baik,"


"Dibandingkan dengan kakakmu, nilaimu adalah nilai paling buruk,"


"Kamu lihat saja kakakmu, dia bisa mendapatkan juara satu di tingkat olimpiade internasional sedangkan dirimu hanyalah beban keluarga saja, mendapatkan juara satu di tingkat kelas saja kamu sudah merasa berpuas diri,"


"Ibu harap kamu seperti kakakmu yang hebat itu," ucap sang ibu dengan tatapan merendahkan anaknya


"Baik Bu," ucapnya dengan nada pelan


"Diperbandingkan..."


"Kamu lihat dia, mata empat siapa yang mau berteman dengan si kutu buku mata empat coba," ucap seorang siswa A


"Aku dengar kalau dia menolak ajakan makan siang bersama dari para siswa di kelasnya," ucap siswa seorang C


"Ha? benarkan? Pantas saja orang seperti dia tidak punya teman, sikapnya yang angkuh itu, siapa coba yang ingin berteman," ucap seorang siswa B


"Karena dia adalah siswa terbaik di sekolah, dia jadi sombong, ditambah lagi murid kebanggaan kepala sekolah," ucap seorang siswa E

__ADS_1


"Dibenci dan di jauhi dari teman sekolah,"


"Apa kamu dengar kalau kakaknya meninggal dunia karena melindungi adiknya dari kecelakaan itu?" bisik seorang perempuan di belakangnya


"Iya aku telah mendengarnya, sayang sekali padahal dia adalah anak yang jenius bahkan melebihi adiknya itu, sayang sekali dia harus meninggal dunia," bisik seseorang yang di sampingnya


"Yah, orang seperti dia adalah manusia yang gagal dibandingkan dengan kakaknya dia hanyalah beban keluarganya," bisik lagi perempuan itu sambil melirik perempuan yang sedang berlutut di peti mati sang kakak perempuan


"Kamu adalah orang yang harusnya mati dibandingkan dengan kakakmu," ucap seorang perempuan paruh baya itu dengan tatapan benci menatap ke arah anak yang berlutut itu


"Aku..."


"Maaf... Aku minta maaf," ucap gadis itu dengan tatapan ketakutan dan sedih


"MAAF? MEMANGNYA MAAFMU BISA MENGEMBALIKAN ORANG YANG TELAH MATI?!"


AKU MUAK DENGAN PEREMPUAN PEMBAWA SIAL SEPERTI DIRIMU SEJAK KAMU LAHIR KE DUNIA INI DIBANDINGKAN DENGAN KAKAKMU, KAMU HARUSNYA TIDAK BERHAK MENDAPATKAN KEHIDUPAN INI," teriak perempuan paruh baya itu dengan tatapan yang begitu benci sambil menunjuk ke arah anak kecil itu


"Disalahkan atas kematian orang lain,"


"Dia gadis yang kotor ternyata kesihan dengan dia menjadi korban," ucap salah seorang siswa


"Hump! padahal dia sudah kotor masih saja bisa menampakkan dirinya," ucap seorang siswa lagi dengan tatapan sinis


"HEI KAMU, KAMU SUDAH TAU KAN KAMU TIDAK PANTAS DENGAN LAKI-LAKI SEPERTI DIA,"


"Dijatuhkan dan dipermainkan harga diriku,"


"Kesialan dalam hidupku tidak pernah berakhir..."


"Akhirnya aku di terima kerja di perusahaan,"


"Aku berharap aku bisa menjalani pekerjaan ini dengan baik sampai nanti," ucap gadis itu dengan tatapan bersemangat


"Brak..."


"Mati pada saat yang berbahagia, padahal aku pikir aku bisa menjalani kehidupan baru dengan baik setelah lulus dari sekolah," ucap gadis itu sambil menutup matanya dengan perlahan


"Apa ini...? Ini di mana..? Bukankah aku di tabrak dari mobil saat melintas?" Gumamnya sambil memperhatikan keadaan sekitar


"Nona Reina, akhirnya nona bangun," ucap sang pelayan sambil membuka tirai


"Tunggu, pelayan itu memanggilku nona Reina ...? Sepertinya aku tidak asing dengan nama ini humm.. Tapi siapa ya ...?" Gumam gadis itu sambil memandang cermin


...****************...


"Kehidupan baru yang diberikan oleh para dewa kepadaku untuk menjalankan hidupku,"

__ADS_1


"Itulah yang aku pikir sesaat aku bangun..."


"Tapi aku berakhir menjadi seorang tokoh antagonis dalam cerita yang aku tulis sendiri,"


...****************...


"Sungguh kesialan yang luar biasa untuk diriku, penderitaan demi sebuah kehidupan tenang harus menghabiskan semua pengorbanan,"


"Reina, maukah kamu minum teh denganku besok aku tidak menerima penolakanmu?" ucap Albern sambil tersenyum dingin


"Reina, maukah kau menemaniku ke kota hari ini? Ada beberapa buku baru di toko buku hari ini," ucap Derick sambil mengulurkan tangan


"Reina, bisakah kamu menemani kakak di pesta dansa nanti? kakak sangat kesepian kalau pergi sendirian,"  ucap Dalbert dengan tatapan memelas


"Reina, apa kau suka manisan aku membuatnya untukmu? Bukan berarti aku benar-benar membuatnya untukmu," ucap Blake dengan dingin namun malu-malu


"Reina, Jika ada yang mengganggu dirimu katakan saja kepada kami," ucap Yuria sambil tersenyum


"Jangan hiraukan Yuria, dia memang selalu berlebihan, kami selalu ada jika kamu membutuhkan kami," ucap Shun dengan tatapan datar


"Kebahagiaan, perhatian, bahkan perasaan cinta yang tumbuh ini, aku pikir adalah hadiah terbaik untukku yang bereinkarnasi ke dalam novel ini..."


"*Namun..."


"Cinta yang tumbuh itu ternyata hanyalah sebuah perasaan titipan yang diberikan kepadaku saja..."


"Aku kehilangan laki-laki yang aku cintai..."


"Kehilangan orang tua yang sangat menyayangi diriku..."


"Apa benar aku pantas untuk hidup di dunia ini?"


"Apa benar seharusnya aku tidak berhak mendapatkan kebahagian ini*?"


"Ini semua..."


"Apakah ini semua adalah mimpi buruknya? kenapa terasa kalau dibandingkan mimpi ini adalah ingatan terdalamnya yang selalu di sembunyikan oleh dirinya," ucap Luke sambil melihat ke sekelilingnya yang gelap dan tadus itu


"Sekarang aku harus melakukan sesuatu," ucap Luke sambil berjalan ke arah anak kecil itu


"Srettt...."


"Kenapa terpantul? kenapa aku tidak bisa masuk ke dalam?" ucap Luke dengan tatapan terkejut melihat dirinya terpental saat berjalan mendekat ke arah Reina


Apakah Luke benar-benar bisa menyelamatkan Reina? Apakah mimpi itu hanya sekedar mimpi? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2