
Angin berhembus membisikan perasaan rindu seseorang dari kejauhan
"Kenapa beberapa hari ini, aku menghindari Shun ya?" Gumam Yuria sambil duduk di Gazebo menikmati angin yang sedang berhembus
"Dia kan tidak punya salah," ucap Yuria sambil berpikir keras
Tiba-tiba ada suara dari kejauhan "Bukankah ini Yuria si a****g dewan kesiswaan."
"Kesihan sekali dirimu, sendirian pasti tuan muda Shun tidak mau lagi bermain denganmu bukan?" Sindir seorang gadis dari balik kipas tangannya
"Kalau dipikirkan tuan muda Shun memang tidak pantas untuk perempuan bangsawan sepertimu yang tidak memiliki etika sama sekali," ucap salah satu teman gadis itu
"Tuan muda Shun mungkin sudah merasa jenuh dengan tingkah lakumu yang seolah mencari perhatiannya itu," ucap lagi teman gadis itu sambil menyeringai
"MEMANGNYA KENAPA? KALAU SHUN DEKAT DAN MENJAUHIKU TOH ITU URUSANKU DENGANNYA," teriak Yuria dengan kesal
"Ah... iya maafkan aku langsung berteriak tiba-tiba, itu karena aku merasa kalian hanya iri bukan denganku?" Sindir Yuria sambil tersenyum dingin
"Aku sangat-sangat dekat dengan Shun sedangkan kalian yang mendekatinya saja tidak bisa apalagi berbicara dengannya," timpalnya lagi
"Ditambah pedang saja lebih tumpul daripada sebuah kata-kata yang katanya tadi memiliki E.T.I.K.A," ucap Yuria sambil menyeringai
__ADS_1
"Y.U.R.I.A KAMU," ucap gadis salah seorang gadis yang merasa tersindir akan ucapan Yuria
"Kenapa? Apa aku salah?" tanya Yuria sambil berjalan mendekati para gadis itu
"Atas nama Dewi Demetria, aku akan memberikanmu hukuman atas penghinaanmu," ucap Gadis itu sambil mengeluarkan liontin sihir yang dapat berubah menjadi cambuk es
"Jangan terlalu sombong kamu Yuria," ucap gadis itu sambil menggerakkan cambuk yang ada di tangannya
Yuria dengan pasrah hanya memejamkan matanya tiba-tiba seorang laki-laki datang dan memeluknya
"Cetar!" Bunyi suara dari cambukan yang memukul Yuria namun
'Kenapa tidak sakit?' ucap Yuria didalam hatinya
Yuria kemudian membuka matanya dan melihat orang yang terkena cambukan itu kemudian berteriak "SHUN!"
"Aku baik-baik saja, tapi kamu Shun?" tanya Yuria dengan air mata berlinang membasahi pipinya dengan perasaan khawatir dan panik
"Bodoh, kalau cuma ini aku bisa menahannya hanya satu kali cambukan itu tidak membuatku mati," ucap Shun sambil menahan rasa sakit dari cambukan itu
"Mati sih memang tidak tapi itu pasti sakit tau," ucap Yuria dengan panik sambil berusaha merangkul tangan Shun
__ADS_1
"Untuk kalian, nanti lihatlah hukuman yang akan aku berikan dari dewan kesiswaan karena menggunakan sihir di dalam akademi dan menyerang siswa sesuka hatimu" ucap Yuria dengan tatapan dingin sambil mengaktifkan lingkaran teleportasi ke ruangan perawatan
Sekumpulan gadis-gadis itu merasakan ketakutan melihat Yuria karena dia yakin kalau Yuria akan memberikan hukuman yang berat kepada mereka karena telah menyerang temannya itu.
Di depan ruang keperawatan
"Permisi," ucap Yuria sambil membuka pintu ruangan
"Ada apa Yuria kamu kemari?" tanya Blake sambil tersenyum
"Eh kamu sendiri kenapa disini Blake?" tanya Yuria dengan terkejut
"Aku salah satu siswa yang memiliki kemampuan pengobatan jadi aku diminta untuk menjaga ruangan keperawatan," ucap Blake sambil tersenyum kemudian menoleh ke arah Shun
"Shun, apa yang terjadi kepadamu?" tanya Blake sambil membantu Yuria merangkul Shun dan membawanya ke atas kasur
"Bagaimana bisa dia terkena cambukan es?" tanya Blake sambil berusaha mensterilkan lukanya dengan tumbuhan obat yang dia buat
"AKHH... Bisakah kamu mengobati aku sedikit pelan Blake?" teriak Shun ketika obat itu di oleskan ke tubuhnya
"Sepertinya tidak bisa, dan lukamu yang benar saja ini sangat besar dan lumayan dalam aku harus mensterilkan lukamu dulu baru menggunakan sihir untuk mengobati," ucap Blake sambil tersenyum kecil
__ADS_1
Apakah pengobatan yang dilakukan akan berjalan lancar? Apakah hukuman yang akan di berikan oleh Yuria? Apakah Shun berhasil meminta maaf kepada Yuria? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA