Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 176 Kamu memang penjaga tuan muda kecil ya


__ADS_3

"Kamu bukankah bilang tidak tertarik dengan takhta?" ucap Albern dengan tatapan tajam


"Memang tidak tertarik, tapi kan kami dilarang membunuh orang dan juga kamu akan mendapatkan pengobatan dariku," ucap Blake dengan tatapan kesal


"Kamu tidak bisa mengobatinya dengan sihir penyembuhan?" ucap Albern dengan tatapan dingin


"Kamu pikir aku punya kekuatan suci? Aku hanya mempelajari sedikit ilmu penyembuhan dan itu hanya bisa mengobati luka yang kecil sedangkan lukamu adalah luka yang parah,"


"Tapi aku dengar ada seorang siswi yang baru masuk hari ini memiliki kekuatan suci mungkin kamu bisa meminta dia unt-"


"Tidak, aku tidak ingin diracuni oleh perempuan dari pihak katedral," sela Albern dengan tatapan dingin


"Meracuni? memangnya mereka memiliki ambisi seperti itu?" ucap Blake dengan tatapan kebingungan


"BRAK...." suara pintu terbanting


"Blake, kamu masih di sini kan?" ucap seorang laki-laki yang membanting pintu


"Bisakah kamu membuka pintuku tanpa harus membantingnya guru?"


"Pintu itu tidak memiliki salah apapun tapi kamu tidak bisa memperlakukannya dengan baik,"


"Humm... Karena aku terburu-buru jadinya aku harus membanting pintu ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin


"Jadi kenapa kamu datang ke sini guru?" ucap Blake dengan tatapan tajam


"Aku ingin meminta beberapa obat,"


"Dezria, sekarang terluka karena dia menahan sihir yang hampir membunuh dua orang yang mengikuti tes masuk,"


"Kalau aku tidak mengatakan soal masa lalu kepadanya, dua orang itu pasti akan mati dengan cepat ucap," laki-laki itu dengan tatapan lelah


"Derick, apa aku boleh tau? Apakah dia baik-baik saja atau tidak?" ucap Albern dengan tatapan penasaran dan sedikit bersalah


"Albern, kenapa kamu ada di ruangan perawatan?" ucap Derick dengan tatapan terkejut


"Kamu tidak lihat lukanya guru? ditambah lagi guru Dezria juga suka melewati batas apabila jika ada orang yang dia tidak sukai atau melebihi dirinya,"


"Dia pasti akan melangkahkan pion dengan penuh kekejaman dan kelicikan," ucap Blake dengan tatapan kesal


"Itu adalah aturan yang kita tetapkan dalam menyelesaikan masalah jika tidak terselesaikan," ucap Derick dengan senyuman yang profesional


"Baiklah, jadi dimana obatnya? gurumu akan mati jika kamu mengajakku berbicara terus di sini," ucapnya lagi dengan tatapan dingin


'Seberapa kuat Derick sampai dia dipanggil guru oleh Blake? Dan pangeran timur tengah itu juga di panggilnya guru,'

__ADS_1


'Mungkin bisa hidup saja adalah keberuntungan yang diberikan kepadaku,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasan lega karena berhasil melewati maut


"Lukamu parah atau tidak? Kalau parah aku minta maaf atas perbuatannya yang berlebihan karena dia selalu mendapatkan pujian dan mendapatkan julukan yang sangat dibanggakan olehnya hingga dia besar kepala,"


"Dan juga aku telah mengajukan permohonan untuk orang yang melawan dirimu selanjutnya untuk di undur jadi walaupun kalian bertemu kamu tidak akan mati," ucap Derick sambil mengambil obat sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Blake


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja,"


"Dan terima kasih," ucap Albern sambil tersenyum


"Tidak perlu berterima kasih karena semua orang yang duduk di kursi NHBNTA adalah orang-orang yang kejam jika kamu tidak bisa mengimbangi kemampuan mereka atau bahkan tidak bisa tau apa yang mereka pikirkan,"


"Maka kamu akan mati dengan cepat, jadi aku harap kamu bisa memanfaatkan waktu istirahat ini dengan baik karena dunia ini tidak akan memberikan perhatian yang baik untuk dirimu,"


"Aku pergi dulu," ucap Derick sambil berjalan ke luar pintu


"Maafkan aku membuat kalian menunggu lama,"


"Aku telah membawa makan siangnya," ucap Reina sambil berjalan masuk melewati Derick


Dengan langkah yang terhenti "Reina, tawaranku masih berlaku jika kamu masih ingin bergabung dengan dewan kesiswaan,"


"Dan tenang aku juga tidak akan memaksamu untuk bergabung jika kamu tidak ingin bergabung tapi jika kamu ingin datanglah ke ruangan kami," ucap Derick dengan senyuman profesional


'Aku pikir tawarannya tidak berlaku lagi, dibandingkan aku harus mengikuti kegiatan-kegiatan yang sangat banyak,'


"Aku ingin menjawab sekarang,"


"Maafkan jika sebelumnya aku tidak ikut ke dalam penyambutan dewan kesiswaan,"


"Tapi jika tidak keberatan aku ingin bergabung dengan dewan kesiswaan," ucap Reina dengan tatapan serius dan tajam


"Reina, maaf jika aku menyela,"


"Tapi sebelum kamu melanjutkan pembicaraan dengan Derick, bisakah kamu menyerahkan makan siang Albern?" ucap Blake dengan senyuman kaku


"Maafkan aku," ucap Reina sambil menyerahkan makan siang


"Reina, karena kamu terlihat sangat serius,"


"Tentu saja kami akan menerima dirimu secara terbuka,"


"Baiklah, aku pergi dulu," ucap Derick sambil melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan


"Albern, setelah makan minum obat ini ya," ucap Blake dengan senyum yang bahagia sambil memegang semangkok obat yang terlihat seperti racun dimata Albern

__ADS_1


"Kamu yakin itu bukan untuk meracuniku?" ucap Albern dengan perasaan sedikit merinding melihat obat yang mengeluarkan gelembung dan aura yang gelap


"Memangnya ada obat yang berbentuk seperti kue kering manis di mulut? Kamu pikirkanlah jika ingin sembuh,"


"Ingat apa yang dikatakan oleh Reina," ucap Blake dengan ucapan yang tajam menusuk


"Albern, jangan bilang kalau kamu takut dengan obat ya?"


"Aku tidak menyangka kalau kamu mirip seperti anak kecil," ucap Reina tanpa berpikir panjang dan menusuk perasaan milik Albern lagi


'Aku pikir bisa mendapatkan rasa perhatian darinya tapi aku tidak menyangka dia akan berbicara sejujur ini untuk menusuk orang,' ucap Albern di dalam hatinya dengan senyuman terpaksa


"Baiklah, aku akan minum obatnya," ucap Albern sambil mengambil obat yang ada di tangan Blake


'Dia sangat mudah di manfaatkan ketika mendengarkan ucapan Reina, mungkin ini bisa dijadikan kelemahannya dalam pertarungannya nanti,' ucap Blake di dalam hatinya sambil menatap Albern yang minum obat yang diberikan


"Reina, aku titip kakakku ya,"


"Aku baru ingat sesuatu yang ingin aku lakukan,"


"Jadi tolong jaga ruangan perawatan ini setidaknya sampai aku kembali,"


"Jangan mengobrak-abrik ruangan ini," ucap Blake sambil berjalan ke arah pintu kemudian menoleh ke arah keduanya dengan tatapan tajam


"Baiklah, tenang saja,"


"Terima kasih Blake telah ingin mengobati Albern," ucap Reina sambil tersenyum tipis


"Sama-sama, kami adalah saudara jadi sudah seharusnya ini kami lakukan," ucap Blake Kemudian meninggalkan ruangan itu


Di ruangan lain...


"Derick, kamu memang penjaga tuan muda kecil ya," ucap seorang perempuan senyuman yang menyindir


"Humm... aku anggap ucapan yang kamu katakan adalah pujian,"


"Dan Ernest kamu jangan suka menghidupkan sumbu orang yang sedang dalam keadaan terluka,"


"Dia baru saja minum obatnya dan tertidur,"


"Jika dia mendengarkan ucapan yang seperti percikan api itu, ruangan ini akan hancur," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Jadi selanjutnya siapa yang akan bermain?" ucap seorang gadis dengan nada yang riang


Siapakah orang yang akan di lawan Albern dan James selanjutnya? Kenapa Derick dipanggil guru oleh Blake? Bagaimanakah kisah dari takdir kematian seorang gadis yang dicintai?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2