
"Serenity," ucap Dalbert kemudian mencium adiknya yang terlelap dalam sihir tidur kemudian mengobati tangan adiknya yang terluka
"Jadi kamu cuma menggunakan sihir hitam untuk menenangkan adikmu? begitu saja?" tanya Derick dengan tatapan datar
"Iya, menurutmu apa? sihir hitam juga bisa memberikan pengaruh buruk jika di berikan berlebihan atau digunakan berlebihan bukankah kamu tau itu Derick?" ucap Dalbert sambil menoleh ke arah Derick
"Aku tau, tapi kenapa tidak menghapus ingatan Reina saja yang buruk?" tanya Derick sambil menyeringai
"Aku tidak ingin menjadi orang yang buruk untuk dirinya dan juga aku tidak bisa membiarkan dirinya tidak mengetahui kebenaran yang dia alami, Reina akan membenci diriku," ucap Dalbert dengan tersenyum pahit
"Aku ini... bukanlah seorang kakak yang baik untuk Reina, sejak kecil aku hanya fokus kalau aku adalah pewaris keluarga selanjutnya oleh karena itu aku tidak boleh terlalu peduli kepada orang sekitarku bahkan kepada keluargaku yaitu adik kandungku sendiri,"
"Reina, itu ya sejak kecil selalu tersenyum dan memanggilku kakak namun lama-kelamaan ucapan kakak yang selalu aku dengar perlahan-lahan menghilang meninggalkan tatapan dingin tanpa perasaan, sedangkan ayah dan ibu selalu sibuk mengurusi urusan yang terjadi sekitar bangsawan,"
"Aku, ayah dan ibu pun menjadi tidak mengkhawatirkan Reina tetapi sejak kejadian dia dinyatakan akan hilang ingatan karena hampir mati karena tenggelam, aku, ayah dan ibu berusaha bersikap tidak terjadi apa pun dan memberikan perhatian penuh kepadanya, karena para dokter juga mengatakan kalau Reina kemungkinan hanya memiliki hidup yang singkat tepatnya sampai dia berumur 25 tahun, hal ini adalah rahasia keluarga yang di ketahui oleh semua orang dalam keluarga Halmiton kecuali Reina sendiri,"
"Kebahagiaannya adalah sebuah prioritas untuk dirinya supaya pada saat dia mati nanti dia akan mati dengan perasaan tanpa penyesalan atau mati dengan menyedihkan,"
"Setelah dia bangun dan bersikap berbeda dari biasanya malah membuat aku, ayah dan ibu benar-benar tidak ingin kehilangan Reina dan tidak ingin hanya memberikannya perhatian karena sebatas umurnya yang sangat terbatas,"
"Tetapi perasaan yang tulus sebagai keluarga," ucap Dalbert sambil tersenyum pahit melirik ke arah adik perempuannya yang terbaring.
"Penyebab kematiannya yang sebenarnya adalah luapan sihir kegelapan yang tidak terkontrol, sihirnya yang sekarang memang terlihat terkendali tetapi hanya sementara,"
"Derick, aku tidak ingin kamu menyesal karena menjaga seorang perempuan yang kemungkinan kematiannya sang-"
"TIDAK... aku sama sekali tidak menyesal jika aku harus mencintai dirinya saat keadaannya berada di ujung musim yang akan berganti," sela Derick sambil tersenyum
"Dalbert, aku bersyukur karena kamu mengizinkan aku untuk mengejar perasaanku kepada adik perempuanmu dan terlebih lagi kamu memberi tau aku sebuah rahasia padahal aku adalah orang luar, aku akan sangat menghargai dirimu sebagai atasanku maupun temanku,"
__ADS_1
"Jadi, aku pasti akan membuat dirinya berada di keadaan mati tanpa penyesalan ataupun penderitaan, mungkin ucapan ini terlihat palsu karena aku sendiri berbicara tanpa memberikan bukti tapi biarkan aku memberikan perjanjian kontrak kepadamu jika dirimu mengizinkannya," ucap Derick sambil berlutut di hadapan Dalbert dan menggoreskan pisau di tangannya kemudian meneteskan darah ke dalam sebuah botol kemudian menyodorkan kepada Dalbert
"Hah... kepalaku bisa sakit kalau kamu selalu membuat banyak kontrak yang tumpang tindih seperti ini," ucap Dalbert sambil menghela nafas menatap Derick dengan tatapan pasrah
"Baiklah akan aku ambil dan aku terima kontraknya kalau seandainya kamu tidak menepati kontrakmu maka kamu akan mengalami penderitaan yang luar biasa sampai kehidupanmu selanjutnya," ucap Dalbert sambil memecahkan botol yang berisi darah ke lingkaran sihir yang muncul
"Kalau sudah selesai aku bisa melepas penghalangnya kan?" tanya Derick sambil menatap Dalbert
"Jangan bilang kamu tidak bisa menggunakan sihir ini lama-lama?" tanya Dalbert sambil tersenyum
"Ini salah satu sihir tingkat tinggi, aku tidak boleh menggunakannya berlebihan tau dan Dalbert kamu sendiri bisa menggunakan sihirmu sendiri kalau kamu ingin banyak komentar seperti ini," ucap Derick dengan tatapan kesal
"Kalau begitu aku hancurkan sendiri deh," ucap Dalbert sambil menjentikkan jarinya kemudian seluruh ruangan yang tadinya di lapisi sihir yang tipis hancur seketika
"Aku menghadap Master," ucap seorang laki-laki sambil berlutut memberikan hormat di depan Dalbert secara tiba-tiba
"Saya merasakan sihir master, saya pikir master sedang dalam masalah jadi saya ke sini," ucap Luke sambil menatap masternya kemudian melihat gadis yang terbaring di kasur
"Dia adalah adik dari mastermu Luke," ucap Derick sambil menyeringai
"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Luke dengan tatapan dingin dan tajam
"Dia di sini karena dia adalah salah satu tamu undangan jadi jangan bertarung di sini," ucap Dalbert dengan tatapan lelah melihat kedua bawahannya
"Baik, Master saya mengerti dan saya pasti akan melindungi nona muda juga," ucap Luke sambil menatap Masternya
"Bagus, Luke karena kamu ada di sini, aku ingin kamu menjadi salah satu pelayan pribadi Reina selama dia belum kembali ke akademi,"
"Derick, kamu berikan arahan tentang apa yang harus Luke lakukan untuk melindungi Reina dan hal apa saja yang harus dia lakukan untuk tidak mendengarkan kata-kata Reina," ucap Dalbert sambil menatap Reina
__ADS_1
"Aku mengerti tuan pemimpin," ucap Dalbert sambil menyeringai menatap Luke
"Dan kalau Derick datang untuk berkunjung atau mengajak Reina jalan kamu tidak boleh melarangnya untuk masuk ya," ucap Dalbert sambil menatap Luke
"Untuk Derick jangan sering membuat keributan dengan Luke di depan Reina jika kamu melakukannya aku pastikan kamu besoknya tidak bisa bertemu dengan Reina," ucap Dalbert dengan tatapan tajam
"Iya... aku mengerti," ucap Derick dengan tatapan suram
"Ugh... humm... Aku ada dimana?" ucap Reina dengan membuka matanya perlahan-lahan dan menatap ke sekelilingnya
"Reina, kamu sudah bangun," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah Reina
"Kakak? Derick? dan siapa itu?" ucap Reina sambil menatap orang-orang di sekitarnya
"Kenapa aku bisa di kamar ini? Ah..." tanya Reina sambil menatap kakaknya kemudian menggigit bibirnya
"Kamu tidak perlu banyak memikirkan uang tidak-tidak dan berhenti menggigit bibirmu seperti itu," ucap Dalbert sambil mengelus kepala Reina
"Kak, siapa laki-laki yang berlutut itu? Apa dia membuat kesalahan? Kenapa kakak membiarkannya berlutut begitu lama?" tanya Reina sambil menatap Luke
'Dia laki-laki yang lumanyan cantik untuk seorang laki-laki,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Luke
"Dia adalah Luke, yang nantinya akan menjadi pengawal mu dan salah satu pelayan pribadimu," ucap Dalbert sambil menunjuk Luke
"Terus bagaimana dengan Olivia? Apa dia akan di pecat?" tanya Reina dengan tatapan sedih
Apakah Olivia akan di pecat dari pekerjaannya? Apakah tugas yang akan di lakukan oleh Luke? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1