Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 161 kamu merasa tidak adil Dezria?


__ADS_3

"Aku telah mengirimkan surat kepada dirinya jadi nanti aku yang akan bermain dengan dia, aku harap kalian tidak ada yang ikut campur," ucap seorang laki-laki sambil mengangkat cangkir teh


"Kalau begitu kami akan melihat yang kamu lakukan," ucap Derick sambil tersenyum


Keesokan harinya di depan gerbang asrama perempuan...


"Reina, belum terlihat apakah dia sudah berangkat lebih dulu?" Gumam Albern dengan tatapan cemas


"Albern, maafkan aku terlambat tadi aku hampir lupa kalau hari ini aku telah masuk ke dalam akademi," ucap Reina dengan kepala tertunduk


"Tidak apa-apa, aku akan tetap menunggumu walaupun kamu telat,"


"Dan juga ini memang masih awal-awal masuk ke dalam akademi jadi tidak masalah kalau kamu belum terbiasa," ucap Albern sambil mengelus kepala Reina


'Bagaimana dia bisa berbicara begitu lembut? Padahal di novel tertulis kalau dia tidak pernah bersikap lembut atau baik kepada Reina,'


'Apa mungkin karena telah terjadi pembatalan pertunangan membuat hubungan kami lebih baik? jika memang begitu aku rasa tidak akan mati nantinya, aku tenang,' ucap Reina di dalam hatinya sambil diam-diam menatap Albern


'Apakah aku melakukan kesalahan hingga aku ditatap terus menerus secara diam-diam? dia terlihat lucu kalau bersikap seperti ini, aku mungkin lebih baik pura-pura tidak mengetahuinya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan bersemangat


"Albern, apakah aku boleh bertanya sesuatu?" ucap Reina dengan tatapan penasaran


"Tanya apa?" tanya Albern dengan tatapan kebingungan


"Aku sedikit penasaran, kenapa kamu ingin bergabung dengan dewan kesiswaan?" ucap Reina sambil menatapnya


"Karena nantinya aku akan memimpin sebuah negara jadi aku harus melatih kemampuanku di dalam organisasi oleh karena itu aku masuk ke dalam dewan kesiswaan, apakah kamu ingin bergabung juga?" ucap Albern dengan senyuman tipis


"Tidak, aku hanya ingin menikmati waktuku sekarang, aku tidak tau nantinya aku akan mati seperti apa, oleh karena itu aku ingin menjalankan kehidupanku layaknya orang biasa walaupun itu mustahil karena aku adalah seorang bangsawan yang harus menikah nantinya," ucap Reina dengan senyuman pahit


"Albern, maaf dan terimakasih atas semua kenangan indah yang pernah kamu lakukan untuk diriku,"


"Dan ada satu hal yang ingin aku katakan padamu walaupun itu telah terlambat,"


"Aku mencintai dirimu,"


"Jadi aku harap kamu bahagia setelah aku meninggalkan dirimu," ucap Reina sambil tersenyum dan mengusap air mata milik Albern kemudian dengan penuh senyuman tanpa penyesalan Reina menutup matanya untuk selama-lamanya

__ADS_1


'Keinginannya memang tidak pernah sedikitpun berubah hanya ingin yang sederhana tapi dia malah mengorbankan dirinya hanya untukku,' ucap Albern dengan tatapan yang sedih


"Albern, kenapa kamu melamun dan tatapanmu begitu sedih?"


"Apakah aku berbicara salah, maafkan aku jika aku menyinggung dirimu," ucap Reina dengan tatapan ragu-ragu


"Tidak, kamu tidak melakukan kesalahan apapun kok, aku hanya teringat dengan novel yang aku baca karena memiliki akhir yang menyedihkan," ucap Albern dengan senyuman yang lembut


"Oh, begitu aku mengerti terkadang cerita yang menyedihkan tidak bisa dipaksakan untuk bahagia, tapi aku yakin dia pasti bahagia di cerita yang berbeda," ucap Reina dengan senyuman yang tipis


"Baiklah, kita telah sampai di gerbang sekolah dari sini kita akan berpisah, mau nanti makan siang bersama?" ucap Albern dengan tatapan yang penuh perhatian


"Tentu saja mau," ucap Reina dengan tatapan bersemangat


"Albern, akhirnya kamu tiba di akademi," ucap James sambil berlari terburu-buru ke arah Albern


"Ada apa?" ucap Albern dengan tatapan dingin


"Di ruangan dewan kesiswaan ada seorang laki-laki yang pendek mengaku kalau dia menunggu kita berdua,"


"Katanya kalau salah kita berdua tidak datang bersama maka dia pastikan kalau kita tidak akan mendapatkan persetujuan untuk masuk ke NHBNTA,"


"Kalau begitu, cepat kita harus ke sana kalau begitu," ucap Albern sambil berjalan terburu-buru


Di ruangan wakil kepala sekolah...


"Kamu tidak terlalu terburu-buru untuk bermain dengan pion catur yang akan menjadi langkah?" ucap Derick sambil tersenyum


"Kenapa aku terburu-buru? Jika kita menggunakan urutan untuk bermain maka tidak akan menyenangkan, apalagi Asmodeus dia pasti akan memberikan keringanan atau kemudahan pada saat melawan keponakan yang hanya satu-satunya itu,"


"Karena bagaimanapun dia sangat menyayangi orang itu melebihi nyawa miliknya sendiri,"


"Pada saat masuk ke dalam anggota dewan NHBNTA, dia dibujuk oleh tuan pemimpin kalau tidak dia mana mungkin mau bergabung ke dalam organisasi ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin


"Hoh... jadi itu yang membuat dirimu ingin memulai permainan ini,"


"Bukan karena kamu merasa tidak adil Dezria?" ucap Derick sambil menyeringai

__ADS_1


"Mana mungkin aku merasa seperti itu? Bagaimanapun juga aku mengabdikan diriku untuk tuan pemimpin, jadi itu adalah salah satu kebanggaan yang harus dimiliki," ucap Dezria dengan tatapan dingin dan angkuh


"Dezria, aku harap kamu tidak sampai membunuh mereka berdua karena bagaimanapun juga mereka tidak mengenal lebih jauh NHBNTA jadi tidak masalah dibiarkan berkeliaran," ucap Dalbert sambil menulis dokumennya


"Aku mengerti tuan, anda tidak perlu mengkhawatirkan apapun yang terjadi," ucap Dezria dengan menganggukkan kepalanya


"Tok... tok.. tok..." suara ketukan pintu


"Luke, buka pintunya," ucap Dalbert tanpa memandang bawahannya itu dengan suara dingin


"Baik," ucap Luke sambil berjalan ke arah pintu


"Karena kalian telah datang silahkan masuk," ucap Luke sambil membuka pintu


'Anak kecil? kenapa ada anak kecil di sini?' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan


"Karena kalian berdua sudah ada di sini, maka aku akan pergi untuk mengajar dulu dan jangan sampai ruangan ini hancur," ucap Dalbert sambil berdiri dari kursinya dan berjalan keluar ruangan


"Kalian berdua tidak akan keluar?" ucap Dezria dengan tatapan dingin dan datar


"Tidak, kami berdua diminta tuan pemimpin untuk mengawasi dirimu supaya kamu tidak bertindak berlebihan, kamu tau kan ruangan kerja ini bisa saja hancur walaupun sudah diberikan peringatan," ucap Derick sambil tersenyum


'Yah, karena diberikan kesempatan oleh Dalbert untuk tidak mengikuti pelajaran akademi maka tentu saja aku akan memanfaatkan ini untuk melihat kemampuan yang akan berkembang antara kedua orang ini melawan Dezria dan sejauh apa kemampuan Dezria,'


'Siapapun juga tau dia di sebut sebagai penjaga informasi dunia, dan kebanggan NHBNTA tapi dia mungkin salah paham dengan ucapan Dalbert karena menginginkan James untuk posisi yang cukup penting, aku yakin dia takut posisinya di rebut oleh James,' ucap Derick di dalam hatinya dengan tatapan dingin namun tertarik


'Aku pernah lihat laki-laki pendek itu, di masa depan dia adalah pewaris takhta kerajaan timur tengah,'


'Aku tidak menyangka kalau dia ada di sini, apalagi untuk menantang kami berdua,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan yang tajam


"Kali ini aku yang menentukan permainannya, jadi aku harap kalian mematuhi peraturan yang aku tentukan," ucap Dezria sambil menyeringai


"Baiklah, silahkan di mulai," ucap Albern dengan tatapan dingin dan waspada


"Domaintions," ucap Dezria sambil meletakkan sebuah pion catur ke atas papan seketika ruangan yang begitu besar berubah menjadi sebuah ruangan yang berbeda


Seperti apakah permainan yang akan di mainkan? Mungkinkah mereka berdua bisa mendapatkan pengakuan? Apakah Reina dan Albern bisa makan siang bersama? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2