Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 99


__ADS_3

"Maafkan kami tuan pemimpin karena tidak menjaga nona muda dengan baik," ucap kedua bersaudara itu sambil berlutut dengan ketakutan dan gemetaran


'Tuan pemimpin tidak mungkin akan melepaskan aku dan Absyuri dengan cara yang baik,' ucap Absyara dengan telapak tangan yang berkeringat dingin dan kepala yang menunduk


"Maafkan aku Dalbert ini juga salahku karena tidak menjaganya dengan baik," ucap Derick dengan tatapan penuh penyesalan


"Master maafkan saya yang tidak menjalankan perintah dengan baik master, saya pantas di hukum," ucap Luke ikut berlutut di hadapan Dalbert


"Berdirilah," ucap Dalbert dengan dingin


"Eh?" ucap mereka dengan serentak dan tatapan terkejut


"Aku bilang berdiri apa kurang jelas?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan tajam


"Baik tuan pemimpin, terima kasih," ucap mereka dengan serentak kemudian berdiri bersama


"Reina, sampai terluka seperti ini juga salahku karena tidak menjaganya dengan baik kalau aku tau akan jadi hal yang buruk seperti ini aku juga tidak akan membiarkannya ikut, tapi aku yang berusaha keras untuk menjauhkan dirinya dengan putra mahkota malah dia menepati janjinya untuk melindung Reina hingga terluka dengan begitu parah,"


"Tapi bukan berarti aku mengizinkan dirinya untuk bisa bersama dengan Reina," ucap Dalbert dengan tatapan sedikit sedih sambil menggenggam tangan adiknya dengan erat


"Ini perintah dariku untuk kalian kecuali Derick, cari pelaku di balik sabotase kejadian yang terjadi dari ujian praktek itu, dan bawa dia ke mansion untuk di siksa sampai mati, jangan sampai gagal apa kalian mengerti?" ucap sambil menatap para bawahannya dengan dingin


"Baik mengerti, tuan pemimpin," ucap mereka dengan serentak dengan sedikit gemetaran tanpa menatap pimpinannya mereka langsung keluar dan menyelidiki kejadian yang terjadi


"Dalbert, Kenapa kamu tidak menyuruh aku ikut? padahal aku ingin tau siapa pelakunya,"


"Tapi bagaimana kamu bisa tau ini adalah sabotase? Bukankah semuanya itu bisa saja kebetulan?" ucap Derick sambil duduk di dekat kasur Reina

__ADS_1


"Kalau kamu pergi dan menyelidiki masalah ini, pekerjaan NHBNTA bisa menumpuk di tambah lagi ini adalah kejadian yang terlihat seolah-olah di rencanakan oleh seseorang untuk membuat Reina menjadi korbannya dengan sengaja dan Reina hampir dua kali menemui maut kalau saja tidak ada yang bisa menyelamatkannya secara misterius dan menggunakan sihir hitamnya, dia masih sangat muda untuk melakukan hal-hal yang sangat kejam kepada orang lain tetapi kenapa dia di sakiti begitu saja,"


"Apa aku terlalu diam dan tidak menunjukkan kekuatan keluargaku?" ucap Dalbert sambil mengelus wajah adiknya yang terbaring seperti putri tidur


"Jadi aku cuma di minta untuk mengerjakan pekerjaanku saja," gerutu Derick dengan tatapan kesal


"Kalau tidak kamu maunya santai saja begitu, seperti para darah biru yang hanya memakan uang rakyatnya dan menyiksa rakyatnya," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Baiklah akan aku kerjakan nanti, dan juga Dalbert jangan kamu lakukan hal yang aneh-aneh karena itu bisa membuat kita semakin sulit untuk bergerak, kamu tau kan?"


"Aku rasa putra mahkota itu sekarang sedang di obati oleh para pendeta dan pemilik sihir suci itu ya, tapi aku tidak yakin jika hasilnya akan baik-baik saja,"


"Pastinya mereka sedang merencanakan sesuatu dengan kejadian ini bukan Dalbert? dan kebetulan berkat kejadian hari ini para menteri pemberontakan mulai menjalankan rencana mereka yang begitu busuk," ucap Derick sambil tersenyum pahit


"Dua masalah yang terjadi di depan mata kita bergerak di belakang takhta kerajaan sungguh sesuai dengan dugaan,"


"Keluarga Baron Eldson berada di pihak siapa?" ucap Dalbert sambil menatap ke arah Derick dengan serius


"Aku pikir mungkin saja keluarga kekaisaran tidak terpengaruh dengan sihir yang dimiliknya karena bagiamana pun mereka juga memegang adil dalam pengendalian sihir," ucap Derick dengan tatapan dingin


"Aku tidak berada di pihak manapun tapi aku tetap berada di sisinya pangeran ketiga salah satu anggota NHBNTA kamu tidak masalah kan?" ucapnya lagi sambil tersenyum.


"Tidak masalah sama sekali, dia malahan membantu kita dalam menyelesaikan masalah dari dalam kekaisaran kenapa aku memiliki masalah dengannya?" ucap Dalbert dengan tatapan datar


"Karena kamu selalu menekankan kepada diriku kalau kesetiaan adalah yang pertama, jadi aku takut kamu mengamuk dan memberikan aku tekanan hingga aku muntah darah, itu sangat merusak pemandangan tau," ucap Derick sambil beranjak dari kasur Reina dan berjalan ke arah jendela


"Apa aku selalu bersikap buruk seperti itu di matamu? dan kalian yang hanya bermain-main dengan pekerjaan kalian tentu saja membuat aku selalu ingin memberikan hukuman kepada kalian bahkan lebih dari tekanan, misalnya rantai penyiksaan? atau tali mimpi penghancur?" ucap Dalbert dengan tatapan santai

__ADS_1


"Kamu ingin membunuh apa memberikan hukuman?" ucap Derick dengan tatapan terkejut


"Kenapa? itu masih hukuman ringan, dibandingkan dengan diriku yang sejak kecil di berikan berbagai latihan yang hampir merenggut nyawa diriku sendiri" ucap Dalbert dengan tatapan dingin sambil tersenyum pahit


"Baiklah aku paham Dalbert jadi apa masih ada yang ingin kamu sampaikan Dalbert?" ucap Derick dengan perasaan sedikit takut


"Tidak ada, tapi jangan lupa minta laporan kepada mereka yang telah di berikan misi beberapa minggu lalu, aku belum sama sekali mendapatkan laporan apapun, bilang kepada mereka kalau aku berikan waktu 3 hari untuk menyelesaikan tugas ini jika tidak? maka sudah tau apa yang akan aku lakukan kan?" ucap Dalbert dengan tatapan dinginnya sambil tersenyum


"Aku paham, baiklah jangan lupa jaga kesehatanmu karena saat Reina bangun dan melihat dirimu begitu kurus mungkin saja nanti dia akan menyalahkan dirinya atas kurusnya dirimu," ucap Derick sambil mengaktifkan sihir teleportasinya


"Ini pertama kalinya kita bertemu kan? secara langsung," ucap seorang laki-laki yang suaranya tidak asing untuk Reina dengar


"Kamu adalah suara laki-laki yang saat aku hampir jatuh dari jurang," ucap Reina dengan tatapan terkejut dan tidak percaya


'Bagaimana bisa dia begitu tampan? aku bisa pingsan di sini, sungguh keajaiban untukku bertemu dengan laki-laki yang tampan,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap yang berada di depannya


"Dan di sebelah kamu adalah gadis kecil yang aku temui di mimpiku sebelumnya? Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan


"Aku sudah menduga kamu akan berbicara seperti ini, tapi aku hanya akan bilang kalau kamu adalah salah satu anak kesayanganku, dan aku hanya ingin melihat anak kesayanganku bahagia itu saja," ucap laki-laki itu sambil tersenyum dan berjalan ke arah Reina untuk mengelus kepalanya


"Anak kesayangan? Apa kamu ayahku? tapi tidak mirip sama sekali, jadi kenapa kamu mengatakannya seperti itu? Siapa kamu?" ucap Reina sambil menatap keheranan


"Kamu akan tau nanti Reina, tapi aku ingin kamu bahagia di tempatmu yang baru, jika kamu mengalami kesulitan aku akan selalu ada untukmu Reina dan maafkan aku jika aku baru saja muncul kehadapan dirimu," ucap laki-laki itu dengan tatapan penyesalan


'Dia mengatakan kalau dia selalu ada? tapi aku bahkan tidak pernah melihatnya secara langsung dia bisa-bisa berkata seperti itu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan kesal


"Kamu bilang aku anak kesayangan kan?" ucap Reina dengan kepala tertunduk dan mengepalkan tangannya serta menggigit bibirnya

__ADS_1


Apa yang akan di jawab oleh laki-laki misterius itu? Apakah Albern akan baik-baik saja? Apakah kisah mereka selanjutnya bisa berjalan sesuai dengan harapan mereka berdua?


REINKARNASI REINA


__ADS_2