
"Tunda upacara pemakamannya sampai Reina bangun,"
"Karena Reina tidak mungkin tidak melihat sosok orang tua di saat terakhir mendekat penguburan mereka," perintah Dalbert dengan tatapan dingin
"Tapi tuan..."
"Apa? kamu ingin melanggar perintahku?" sela Dalbert dengan tatapan dingin
'Aku tidak ingin lagi kehilangan keluargaku yang sangat dekat dengan diriku bahkan kalau perlu biarkan aku yang menggantikan dirinya yang rapuh ini,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menatap Reina dengan tatapan lembut dan mata yang berkaca-kaca
"Aku tau kamu sedang berada di posisi berduka dan mood yang tidak baik tapi mau sampai kapan kamu bersikap seperti itu, Dalbert?"
"Sebentar lagi pemberontakan dimulai apa kamu akan di sini terus?"
"Kalau kamu di sini terus maka mungkin saja kita yang akan tersingkirkan lebih dulu dibandingkan dari yang lain," ucap Derick dengan tatapan dinginnya
"Aku bukan berada di mood yang tidak baik hanya saja ada beberapa hal yang membuatku sedikit terganggu, dan jika kamu ingin aku memimpin melawan para pemberontakan, aku harap semua pemimpin pasukan milik kita telah bersiap," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Tentu saja semuanya sudah di persiapkan sedemikan rupa bahkan upacara penobatan dimajukan lebih cepat dari sebelumnya,"
"Aku dengar bulan depan mereka akan melakukan penobatan sang raja baru, dan itu adalah kesempatan emas untuk kita serta hanya tinggal menunggu perintah dari dirimu dan kita akan mulai memburu para tikus kotor," ucap Derick sambil menyeringai
"Bagus, kalau begitu hari ini kumpulkan semua orang yang akan rapat ke kediaman Halmiton Veronika," ucap Dalbert dengan tatapan dinginnya sambil mengambil mantelnya
"Sesuai perintah anda my lord," ucap Dalbert sambil memberikan hormat dan seringainya
"Bisakah panggil aku dengan nama saja, aku tidak terbiasa," ucap Dalbert dengan tatapan sinis
"Baiklah... baiklah aku hanya bercanda tapi sebelum kamu memintaku untuk menyampaikan pesan itu,"
"Aku telah menyampaikannya kepada mereka terlebih dahulu, karena aku tau kamu tidak akan meninggalkan Reina jauh-jauh darimu," ucap Derick sambil tersenyum
"Hum... jangan pikir aku mengizinkan dirimu untuk langsung menikahi adik perempuanku," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan tajam
__ADS_1
"Aku melakukannya karena pekerjaan Dalbert, aku belum berpikir untuk menikah dengan Reina, hatinya saja aku belum dapat apalagi mau mengajaknya untuk menikah dengan diriku," ucap Derick dengan helaan nafas yang panjang
"Kalian masih di sini ternyata, aku pikir kami akan telat datang ke ruangan rapat," ucap seorang laki-laki dan segerombolan orang berjalan ke arah dua orang yang sedang asik berbicara
"Kami baru saja mau berjalan ke sana, dimana si perempuan tua itu dan anak kecil itu?" tanya Derick sambil menatap ke arah belakang mereka yang kosong
"Ah itu, mereka entahlah aku juga tidak tau padahal walaupun mereka bertengkar tapi mereka tetap datang bersama kami tapi hari ini tumbennya tidak ada," ucap laki-laki itu sambil tersenyum kecil
"Mungkinkah ini pencerahan kalau mereka berdua menjadi saling suka?" ucap seorang perempuan kembar itu sambil menyeringai
"Krett...." suara pintu terbuka
"Eh? aku baru mau memanggil tuan pemimpin," ucap seorang yang membuka pintu ruangan rapat
"Dezria, aku tidak menyangka kamu datang ke ruangan rapat melebihi kami," ucap Derick sambil menyeringai
"Aku masih muda tentu saja harus lebih rajin," ucap Dezria dengan tatapan percaya diri
"Muda? umurmu sudah berusia 77 tahun darimana mudanya? hanya tubuhmu saja kecil," sela seorang perempuan dari arah belakang Dezria dengan tatapan datar
"Hah... pernahkah kalian satu hari saja akrab tanpa keributan?" ucap seorang berjalan menuju suara orang-orang yang berada di pintu masuk
"Luke, aku pikir kamu tidak akan pernah bangun lagi," ucap Derick sambil berjalan memeluk Luke
"Bisakah kamu tidak menggunakan perkataan bohong seperti itu? itu menjijikkan," ucap Luke sambil menahan muka Derick yang akan memeluknya
"Karena semuanya sudah ada di sini, aku rasa kita tidak akan berdiri di depan pintu terus,"
"Dan Luke apa kamu yakin kamu ingin ikut rapat? Kamu baru saja sadar dari kejadian itu dan sihirmu juga belum pulih sepenuhnya," ucap Dalbert sambil menatap perban luka yang masih ada di lengan milik Luke
"Aku tidak masalah master, malahan suatu kehormatan untukku terus melayani anda," ucap Luke sambil memberikan hormat dan tersenyum bangga ke arah Tuannya
"Aku pikir tidak jadi rapat, kalau tidak jadi aku berencana untuk menjaga Reina seharian," ucap seseorang yang duduk di kursinya kemudian berdiri melihat Dalbert yang masuk ke dalam ruangan
__ADS_1
"Aku tidak akan mengizinkan orang yang masih berlebel anggota kerajaan menemui Reina," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Aku bukan barang," Gumamnya dengan muka yang suram
"Bisakah kalian sudahi candaan kalian? kita akan memulai rapatnya," ucap Derick dengan tatapan dingin
"Baiklah, karena semua anggota semua hadir, kita akan memulai rapatnya sekarang," ucap Dalbert dengan tatapan tajam dan dingin
"Tuan pemimpin, kali ini aku ingin memberikan informasi terkait pasukan yang akan di bawakan para pemberontakan,"
"Pasukan milik mereka lima kali lebih banyak dari pasukan yang ada di NHBNTA,"
"Kita bisa kalah jumlah kalau soal pasukan yang kurang seperti ini, jadi apa yang harus kita lakukan?" ucap Ernest sambil mengangkat cangkir tehnya
"Darimana mereka bisa mendapatkan pasukan begitu banyak? Mereka ingin perang atau melakukan pemberontakan? tidak mungkin bisa mengumpulkan pasukan sebanyak itu," tanya Absyara dengan tatapan tidak percaya
"Tentu saja bisa, dengan uang dan iming-iming dari tawaran yang menggiurkan itu bukan hal yang mustahil untuk dirinya,"
"Dan setelah pemunduran kepala keluarga Halmiton karena meninggal dunia, semakin banyak bangsawan yang meragukan kekuatan keluarga Halmiton dan mereka mulai berpikir kembali akankah mereka mendapatkan keuntungan dengan kepala keluarga Halmiton selanjutnya? tentu saja ditengah kebimbangan mereka datang iming-iming yang lebih menguntungkan mereka hingga membuat mereka bergabung untuk melakukan pemberontakan," ucap Derick sambil melipat kedua tangannya
"Pasukan kita sekarang hanya ada sekitar sembilan belas ribu orang lebih dan masing masing dari kita bisa meruntuhkan setidaknya tiga ribu orang, dan dari pasukan mungkin tidak banyak yang bisa kalahkan, berarti kita hanya bisa mengandalkan strategi saja," ucap Dezria sambil memainkan pion catur yang ada di depannya
"Jangan fokus kepada banyaknya hal, fokus kepada inti dari penyerangan mereka dan buatlah banyak jebakan di sana, karena di sini ada dua orang anggota kekaisaran, maka aku serahkan masalah ini untuk kalian," ucap Dalbert dengan tatapan dinginnya
"Baik, tuan pemimpin," ucap keduanya dengan serentak
"Kemudian, apa kalian tidak percaya diri dengan kemampuan kalian sebagai nine honorable national treasures? padahal aku sudah sangat percaya kepada kalian saat aku memilih kalian semua tapi sepertinya aku salah," ucap Dalbert sambil mengerenyitkan keningnya menatap semua anggotanya
"Kami tidak meragukan anda tuan pemimpin, hanya saja kami tidak berani berekspektasi terlalu tinggi terhadap kemampuan yang kami miliki," ucap Luke dengan hormat dan tidak berani menatap ke arah Dalbert
"Memang benar kita tidak bisa berekspektasi terlalu tinggi tapi aku yakin kita akan berhasil menghancurkan tikus-tikus ini sama seperti kita menghancurkan sebuah negara terbesar," ucap Derick sambil menyeringai
Negara besar mana yang pernah di hancurkan oleh NHBNTA? Apakah yang direncanakan mereka selanjutnya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA