
"Reina dan Albern belum kembali," ucap Yuria dengan tatapan khawatir
"Humm benar, di tambah lagi hujan semakin deras, apa mereka baik-baik saja?" ucap Absyuri dengan menatap langit yang begitu gelap dan khawatir
"Tenang saja, kakak yakin mereka pasti akan baik-baik saja," ucap Absyara meyakinkan adik perempuannya
'Kalau sampai terjadi sesuatu bukan cuma NHBNTA saja yang terkena imbasnya tapi seluruh kekaisaran juga terkena dampaknya, bagaimana pun keinginan tuan pemimpin adalah perintah bagi kami yang terikat kontrak,' ucap Absyara dengan tatapan khawatir dan keringat dingin
"Mana mungkin dia bisa mati, dia pasti sekarang sedang bersama Reina berduaan," ucap Elena dengan blak-blakan dan tatapan polos
"Ini bukankah kamu juga yang menyuruhnya untuk pergi ke hutan mencari kayu bakar? sekarang kamu malah mengatakan Reina dan Albern sedang menghabiskan waktu bersama? kamu perempuan ja***g ya," ucap Yuria sambil mengepalkan tangannya dengan erat
"Kita bahkan tidak mengetahui apa yang terjadi kan? tapi bukankah kemungkinan besar kalau dia sudah berduaan dengan Albern ditambah lagi aku bahkan tidak tau dimana salahku kamu terus saja menyalahkan aku," ucap Elena dengan mata yang berkaca-kaca
"PLAK..." Suara tamparan yang begitu deras di tengah hujan deras membuat suasana sunyi sebentar
"Kenapa kamu menamparku? aku bahkan tidak tau salah di mana pembicaraanku denganmu Yuria, apa kalian lihat kelakuan Yuria? dia pasti telah di hasut oleh Reina untuk berbuat jahat kepadaku," ucap Elena sambil memegang pipi yang baru saja di tampar dan air mata yang mengalir di pipinya
"Bukankah sejak awal dari pembicaraan kamu selalu menyalahkan Reina? dan kamu selalu saja mencari-cari kesalahan Reina, bahkan selalu membuat Reina sebagai seorang penjahat,"
"Lebih baik kamu diam dan tidak perlu banyak berbicara dibandingkan kamu mencari-cari kesalahan orang lain," ucap Absyuri dengan tatapan dingin dan tajam
'Kenapa sihirku tidak berpengaruh kepadanya? Bagaimana ini bisa terjadi? Bukankah seharusnya mereka setuju dengan pendapat aku,' ucap Elena di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya
"Hujannya sudah reda Lebih baik sekarang kita mencari Reina dan Albern," ucap Asmodeus sambil keluar dari tenda
"Tidak, lebih baik kita semua bersama-sama, aku takut sesuatu yang buruk bisa terjadi di antara kita semua dan aku tidak ingin ada yang terluka," ucap Shun sambil menatap semuanya
'Dia menggunakan sihir sucinya untuk mencuci otak orang, benar-benar licik kalau tidak ada aku yang berada di dekat Yuria dan Shun mungkin saja mereka bisa terpengaruh dengan sihirnya,' ucap Absyara di dalam hatinya dengan tatapan tidak senang ke arah Elena
__ADS_1
"Sekarang kita semua akan masuk ke hutan jadi tetap waspada," ucap Asmodeus sambil berjalan di belakang
Mereka semua berjalan menuju hutan yang begitu lebat dan sejuk setelah hujan, sepanjang perjalanan mereka yang mereka lihat adalah beberapa jejak pertarungan dan jejak sihir hitam yang hanya bisa di rasakan oleh mereka yang memiliki sihir hitam.
"Aku rasa Reina dan Albern habis bertarung dengan para goblin di tengah hujan," ucap Absyuri sambil mengambil belati yang tertancap di tubuh goblin itu
'Ini sihir hitam milik nona Reina, ini agak samar namun tidak mustahil untuk menemukan keberadaan nona Reina dan Albern, tapi mungkinkah hanya goblin? ini benar-benar aneh, karena goblin biasanya hidup berkelompok bukankah seharusnya ada sekelompok goblin di sini jika mereka semua mati,' ucap Absyara di dalam hatinya sambil melipat kedua lututnya dan bertumpu pada telapak kaki
"Bukankah ini cukup aneh bukankah kata guru ahli monster mengatakan kalau goblin itu hidup berkelompok tetapi di sini hanya ada dua ekor goblin, bukankah ini aneh?" ucap Yuria sambil menatap seluruh kejadian yang ada di sekitarnya
"Yang kamu katakan ada benarnya ini sangatlah aneh bahkan patut untuk dicurigai," ucap Absyara sambil menganggukkan kepalanya
"Apa Reina dan Albern bisa baik-baik saja ya?" Gumam Absyuri dengan tatapan khawatir
"Kenapa Albern dan Reina bisa menggunakan sihir teleportasi?" tanya Yuria dengan tatapan kebingungan
"Yuria, kamu tidak tau kalau kondisi mereka sedang berada di tengah hujan dan mereka bahkan tidak mungkin memiliki tenaga dan sihir yang banyak seperti dirimu,"
"Reina dan Albern aku yakin mereka sudah berada di puncak tenaga dan sihir mereka sekarang dan tidak bisa berbuat apa-apa sekarang kita harus cepat menemukannya,"
"Dan kamu juga jangan selalu menganggap semuanya segampang itu, mereka tidak seperti dirimu Yuria," ucap Shun dengan tatapan pasrah melihat tunangannya yang suka tidak berpikir panjang
"Aku rasa mereka akan lari mencari tempat seperti gua untuk berlindung dari bahaya jadi mungkinkah di sini ada gua?" ucap Asmodeus yang bersandar di pohon
"Gua ya? mari kita cek di petanya," ucap Absyara langsung mengecek peta dan mencari gua yang di bicarakan oleh Asmodeus
"Humm... kalau di perhatikan gua yang terdekat seharusnya tidak jauh dari sini," ucap Absyara sambil berjalan mengikuti peta sedangkan yang lain mengikuti Absyara dari belakang hingga sampailah mereka di depan tanah yang telah runtuh dari atas seolah-olah bukan perbuatan dari hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
"Ini guanya? Tapi apa benar di sini? Kamu tidak salah membaca peta kan Absyara?" tanya Yuria sambil menatap peta dan keadaan yang berada di depannya dengan tatapan tidak percaya
__ADS_1
"Sepertinya baru terjadi longsor di sini tentu saja wajar jika di peta bergambar kalau ada gua sedangkan yang kita lihat adalah pergerakan tanah yang telah mengubah keadaan sekitar," ucap Asmodeus sambil melangkah ke tanah berada di depan tanah itu
'Ini sihir hitam, sepertinya ini milik Reina, artinya dia berada di sini dan ini orge bagaimana bisa ada tangan orge di sini?' ucap Asmodeus di dalam hatinya dengan tatapan tidak percaya
"Apa ada dari kalian yang bisa menggali tanah?" tanya Asmodeus sambil mengorek tanah yang ada tangan orge nya
"Menggali untuk apa?" tanya Absyara dengan tatapan kebingungan
"Aku rasa longsor ini adalah perbuatan Albern dan Reina di sini ada tangan orge jadi kemungkinan Reina berada di sini bersama Albern, tapi yang aku katakan ini tidaklah pasti dan aku hanya berkata kemungkinan jadi kalau salah jangan melakukan hal yang kejam kepadaku seperti menghujat aku," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin dan malas
"Kita bisa menggunakan sihir angin kan?" tanya Absyuri sambil menatap tanah itu
"Hah? Kalau misalnya Reina dan Albern berada di sana kemungkinan malah dia yang terbawa anginmu dan bukankah lebih baik menggunakan cara manual Absyuri?" ucap Shun sambil melipat kedua tangannya
"Kalian yakin menyuruh kami untuk ikut menggali?" ucap Absyuri dengan tatapan terkejut
"Tentu saja, kalau begitu sekarang kita harus mulai menggali tanah ini apa kalian memiliki alat untuk menggali?" ucap Absyara sambil menatap yang lain
"Kalian tega ya meninggalkan aku dan tidak ingat kepadaku," ucap Blake sambil berjalan ke arah mereka
"Blake, kamu kenapa muncul tiba-tiba seperti itu?" ucap Yuria dengan terkejut
"Ah tadi ya aku berteduh saat mencari kayu bakar aku pikir kita memerlukan kayu bakar pada saat aku kembali tadi aku tidak menemukan kalian sama sekali jadi aku berjalan dan sampailah aku disini," ucap Blake sambil tersenyum
'Bagaimana dia bisa berjalan tanpa suara?' ucap Absyuri di dalam hatinya sambil menatap Blake yang tiba-tiba muncul
'Ini jadi sedikit aneh,' ucap Absyara di dalam hatinya sambil menatap Blake
Kenapa Absyuri dan Absyara merasa kalau Blake yang datang tiba-tiba aneh? Apakah Reina dan Albern benar-benar bisa di selamatkan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA