Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 111 Aku harap kamu memenangkan sidang ini


__ADS_3

"Albern membawa petisi untuk mengadakan sidang besar-besaran atas terlukanya Elena karena perbuatan Reina, apa yang akan kamu lakukan Dalbert?" tanya Derick dengan tatapan dingin


"Dasar laki-laki Bren***k itu\, dia sama sekali tidak punya malu\," ucap Absyuri dengan tatapan kesal


"Yuri, kamu tidak boleh berkata seperti itu di hadapan tuan pemimpin," bisik Absyara ke arah adiknya dengan perasaan takut karena Dalbert sedang berada di dalam posisi yang kesal dan marah


"Tuan pemimpin ma-"


"Dia memang laki-laki yang BRE***K\, dan pantas untuk di bunuh oleh NHBNTA\," ucap Dalbert memotong pembicaraan Absyara dan menekankan perkataannya


"Adikmu baru saja menambah minyak di atas api, Absyara, sekarang aku harus memikirkan cara untuk menenangkan Dalbert, bawa adikmu menjauh dari ruangan ini," bisik Derick ke telinga Absyara


"Baiklah,"


"Dalbert, kamu tenang dulu, masalah ini kita rapatkan dulu tanpa pihak korban dan pihak terdakwa,"


"Setelah itu baru kita datangkan pihak terdakwa dan pihak korban," ucap Derick sambil berusaha menenangkan Dalbert


"Kalau begitu aku harus mencari pengacara," ucap Dalbert sambil mengigit bibirnya


"Kalau begitu kenapa tidak minta sang ahli hukum kita untuk menyelesaikannya," ucap Derick sambil tersenyum


"Ahli hukum maksudnya siapa? memangnya kita punya?"


"Tapi, walaupun Reina adalah adik perempuanku, aku akan tetap berlaku adil dalam masalah yang terjadi," ucap Dalbert sambil menatap Derick dengan tatapan yang dingin namun sebenarnya sangat-sangat sedih dan takut


"Kamu bahkan tidak mengingatnya dia adalah bawahanmu sendiri dan juga Dalbert tenang saja aku akan memintanya untuk hadir langsung ke sini dan pastinya Reina tidak akan mendapatkan perlakuan tidak adil ini,"


"Aku harus rapat dulu jadi Dalbert tenangkan dirimu dulu,"ucap Derick kemudian pergi meninggalkan ruangan


"Kamu akhirnya disini ya, cepat juga,"


"Kenapa kamu terburu-buru datang kemari padahal tuan pemimpin saja tidak mengingat kamu," ucap Derick sambil menutup pintu


"Aku tau aku jarang hadir saat rapat dan hampir selalu melalaikan pekerjaan tapi aku masih tetap datang walaupun datang ketika di ancam," ucap Dezria dengan tatapan dingin


"Wah... terdengar putus asa dan sadar diri ya," sindir Derick

__ADS_1


"Berisik bukan urusanmu," ucap Dezria dengan tatapan kesal


"Semoga beruntung," ucap Derick sambil menyeringai


"Derick, kenapa ribut-ribut di depan pintuku?" ucap Dalbert dengan tatapan kesal


"Itu pengacara Reina, dia adalah salah satu bawahanmu yang tidak kamu ingat  jadi Dalbert aku tinggalkan dulu," ucap Derick kemudian pergi meninggalkan kedua orang yang ada di dekat pintu


"Saya Dezria menghadap tuan pemimpin, maafkan saya membuat keributan di depan pintu dan membuat suasana hati tuan pemimpin semakin buruk," ucap Dezria sambil berlutut memberikan hormat kepada tuannya


"Tidak apa-apa, kalau begitu berdirilah dan masuk," ucap Dalbert sambil kembali masuk ke dalam ruangannya


"Baik, terima kasih tuan pemimpin," ucap Dezria sambil mengikuti tuannya masuk


"Sudah lama tidak melihatmu Dezria dan aku tidak menyangka kalau kamu adalah ahli hukum,"


"Aku harap kamu memenangkan sidang ini, karena aku tidak bisa memihak Reina jadi tolong gantikan aku memihak Reina," ucap Dalbert sambil duduk di kursinya


"Tuan pemimpin tanpa di minta tolong dari anda pun akan saya lakukan karena anda telah menyelamatkan saya dan selalu bersikap seperti orang tua saya, sudah tugas saya memenuhi tanggung jawab saya sebagai bawahan anda,"


"Saya akan selalu setia kepada anda dan rela menjadi anjing yang mulia jika di minta sekalipun," ucap Dezria kemudian berlutut di hadapan tuannya dan mencium ujung sepatu milik Dalbert


"Nona muda terlibat dalam masalah seperti ini? dengan perempuan suci?" ucap Dezria dengan tatapan terkejut ketika membaca berkasnya


"Baiklah tuan pemimpin saya akan langsung menemui nona muda jika anda mengizinkan," ucap Dezria dengan tatapan serius


"Tentu saja aku izinkan, mungkin sekarang Reina berada di penjara," ucap Dalbert dengan senyuman pahit


"Baiklah saya akan langsung menemui nona," ucap Dezria kemudian pergi meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju penjara akademi


Di dalam kurungan bawah tanah yang dingin sebuah jeruji dan tempat yang begitu kotor.


"Ah... aku tidak lagi heran jika aku akan di tempatkan di sini," Gumam Reina sambil menatap jeruji yang berada di depan matanya


"Tuk... tuk... tuk..." suara langkah kaki


"Woah... woah... woah... aku tidak menyangka akhirnya orang seperti dirimu berakhir di penjara,"

__ADS_1


"Tapi memang pantas sih, karena bagaimanapun kamu adalah perempuan yang selalu mendapatkan kebahagiaan saja dan selalu bersikap sok baik," sindir seorang gadis dari balik jeruji


"Aku sadar dengan posisiku yang menyedihkan sekarang tapi aku tulus bersikap baik,"


"Elena, aku tidak mengerti kenapa kamu bersikap seperti ini, dan kamu tau perbuatanmu ini sudah kelewatan," ucap Reina dengan tatapan dingin


"Kamu bilang tulus, apa kamu tau semua yang aku inginkan dan di sediakan untukku semuanya kamu ambil sedangkan aku hanya menjadi orang yang di lupakan orang," ucap Elena dengan tatapan benci


'Sikap aslinya mungkinkah yang sedang berada di depanku sekarang, aku tidak tau apa yang telah terjadi tetapi perbuatannya sekarang menandakan kalau dia memang tidak pernah bersikap lembut dan membenciku,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Elena yang berada di depannya


"Aku tidak mengerti kenapa kamu berkata seperti itu, aku sama sekali tidak pernah mengambil apa pun semua yang aku lakukan adalah hasil kerja kerasku," ucap Reina dengan tatapan serius


"Oleh karena itu aku tidak suka denganmu Reina, jadi silakan menikmati waktumu sebelum sidang dibuka," ucap Elena kemudian meninggalkan Reina sendirian


"Akhirnya aku mengerti situasinya sekarang, pada saat itu dia benar-benar bertekad untuk membunuhku, sekarang yang aku lakukan hanya menunggu sampai sidang tiba karena mendadak aku tidak di izinkan untuk mengikuti rapat," Gumam Reina sambil menatap celah ventilasi dari balik dinding yang tinggi


"Nona Reina, akhirnya kita bertemu," ucap seorang laki-laki pendek yang berada di depannya


"Bagaimana anak kecil bisa berada di sini? Apa kamu tersesat?" ucap Reina menatap anak kecil yang ada di depannya


"Maaf nona Reina tapi aku pengacaramu dan aku bukan anak kecil, orang seperti anda masih bisa bercanda walaupun sudah berada di jeruji ya,"


"Perkenalkan namaku Dezria aku adalah salah satu bawahan tuan muda Halmiton senang bisa bertemu nona secara langsung," ucap Dezria sambil memberikan hormat


"Maafkan aku juga, aku tidak tau kalau kamu adalah seorang pengacara karena tinggi badanmu dan suaramu seperti anak kecil jadi... aku...."


"Aku pikir kamu anak kecil yang tersesat," ucap Reina tanpa menatap mata Dezria yang terlihat kesal


'Sabar, kalau dia bukan nona muda mungkin sudah aku beri makan ke para monster milikku,' ucap Dezria di dalam hatinya


"Nona, saya harap nona bisa menceritakan apa yang telah terjadi sejak perempuan itu masuk ke dalam akademi,"


"Karena dengan ini saya bisa menyangga semua tuntutan dari lawan," ucap Dezria dengan tatapan serius


"Baiklah, akan aku katakan semua dan aku berikan bukti yang ada masih aku miliki" ucap Reina sambil mengangguk setuju


Apa akan berhasil Reina bebas dari tuntutan? Apakah sidang ini akan berjalan lancar? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2