
Di dalam kereta kuda...
"Reina, sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu apa kamu suka anak-anak?" tanya Derick sambil menatap Reina
'Kenapa dia menanyakan anak-anak? Apa dia ingin mengadopsi anak-anak? Atau... dia sudah punya anak?' ucap Reina di dalam hatinya di dalam lamunannya
"Jangan, berpikir aneh-aneh aku tidak memiliki anak dan aku hanya sekedar menanyakan saja," ucap Derick dengan tatapan dingin
'Eh bagiamana dia tau kalau aku memikirkan tentang itu? Apa dia bisa membaca pikiranku?' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan terkejut dan sedikit bersalah
"Ah... itu ya... Aku suka kok dengan anak-anak, mereka kan sangat lucu," ucap Reina sambil tersenyum kecil
'Aku harap jawabannya sesuai dengan tindakannya dengan anak-anak nanti,' ucap Derick di dalam hatinya
"Baguslah, terima kasih atas jawabannya," ucap Derick sambil tersenyum tipis
'Dia tersenyum kan tadi ya? Aku tidak salah lihat kan?" tanya Reina di dalam hatinya sambil menatap ke arah jendela
Kemudian suasana kembali sunyi hingga...
"Reina, sebentar lagi kita akan sampai di dekat alun-alun kota, oleh karena itu kita turun di sini ya, kamu tidak masalahkan?" ucap Derick sambil menatap Reina
"Iya, aku tidak masalah," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya
Setelah kereta berhenti, Derick dan Reina turun dari kereta dibantu oleh Derick.
"Terima kasih," ucap Reina sambil tersenyum
"Biasanya toko buku mana yang sering kamu kunjungi?" tanya Derick sambil menatap Reina
"Aku biasanya mengunjungi, toko buku yang ada di alun-alun akademi jadi sangat jauh dari alun-alun wilayah keluarga Halmiton, karena semua buku yang aku inginkan semuanya ada di sana, seperti buku pengetahuan, novel, dan buku-buku bersejarah," ucap Reina sambil dengan tatapan yang bersemangat
'Sudah kuduga dia sangat menyukai buku, mungkin dengan ini aku dan Reina bisa saling dekat melebihi tunangannya,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menyeringai
__ADS_1
"Tapi tenang saja, disini juga memiliki toko buku yang terbaik," ucap Reina dengan tatapan tajam
"Begitu ya, apa nanti bisa temani aku juga pergi ke toko mainan?" tanya Derick sambil menatap Reina
"Tentu saja bisa," ucap Reina sambil tersenyum
'Kenapa dia mau ke toko mainan ya? Masa iya dia memiliki anak-anak dan menyembunyikannya dari publik dibandingkan itu Derick masih bersekolah di akademi,' ucap Reina di dalam hatinya dengan penuh pertanyaan
"Kalau begitu aku akan menjadi pemandumu selama di sini, ikut aku ya," ucap Reina sambil tersenyum dan menarik tangan Derick
'Entah kenapa aku merasa kalau orang yang menarik terbalik, padahal aku hanya mencari alasan ingin pergi ke toko buku, tapi dia sangat bersemangat aku rasa aku juga harus membeli beberapa buku untuk anak-anak itu,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Reina dari belakang
"Reina, pelan-pelan jangan terburu-buru nanti kamu bisa bertabrakan dengan orang saat berjalan dengan cepat," ucap Derick dengan dingin
"tenang saja tidak akan," ucap Reina sambil tersenyum
"Kita sampai di toko bukunya," ucap Reina yang menghentikan langkahnya di depan sebuah toko buku yang terlihat begitu besar dan tua
"Kenapa kita berada di bangunan tua? Apa benar ini adalah toko buku?" tanya Derick dengan tatapan kebingungan
"Aku juga berharap semua anak kecil bisa membaca buku untuk mendapatkan kehidupan lebih baik kelak," ucapnya lagi sambil memandang toko buku
'Dia memiliki impian yang sangat besar dan bahkan mungkin sangat mustahil untuk di lakukan karena harga satu buku sangatlah mahal oleh sebab itu biasanya hanya para bangsawan yang bisa memiliki buku-buku tersebut tetapi mereka hanya membeli tanpa membaca satu buku pun di perpustakaan milik mereka,' ucap Derick di dalam hatinya
"Reina, aku tidak menyangka kamu memiliki impian seperti itu, Apa boleh aku membantumu mewujudkannya?" tanya Derick sambil tersenyum
"Benarkah? tapi ini adalah impian yang sangat mustahil karena bisa menghabiskan banyak sekali uang," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya dan tatapan suram
"Memang benar, tapi nanti kita bisa bicarakan lagi masalah biaya ini, kalau begitu sekarang kita masuk ya," ucap Derick sambil menarik tangan Reina dan membuka pintu toko buku yang tua itu
"Kling... Kling... Kling..." suara bel dari pintu yang terbuka, dan toko buku yang begitu tua di penuhi oleh buku-buku yang beranekaragam jenisnya memenuhi rak buku dan sekitar lantai.
"Nona Reina, sudah lama sekali tidak bertemu dengan anda, bagaimana kabar anda? dan bagaimana kehidupan akademinya?" ucap seorang gadis kecil di depan hadapan Reina
__ADS_1
"Ah... sudah lama juga Noella tidak melihatmu, aku baik-baik saja dan kehidupan akademi ya sangat menyenangkan," ucap Reina sambil melipat kedua lututnya dan bertumpu pada telapak kakinya untuk menyamakan tinggi gadis itu dan berbicara dengannya.
'Dia benar-benar berbicara dengan lembut kepada seorang anak-anak, aku rasa aku bisa mengajaknya pergi ke tempat itu,' ucap Derick dengan tatapan terkejut sekaligus lega karena ucapan yang di katakan Reina bukanlah hanya sebuah ucapan yang kosong.
"Siapa laki-laki yang tampan di samping nona Reina? Apa dia adalah pacar nona Reina? Apa kalian sedang berkencan?" ucap gadis kecil itu dengan tatapan penasaran
'Bagaimana bisa seorang gadis kecil mengetahui tentang masalah yang seperti itu? Apa perkembangan anak kecil jaman sekarang memang sudah maju,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan terkejut
"Kami... hanya te-"
"Aku adalah pacarnya dan kami sedang berkencan, nona kecil terima kasih telah memujiku tampan," ucap Derick memotong ucapan Reina sambil mengelus kepala gadis kecil itu
'Dia pasti sedang bercanda di depan anak kecil, memang benar kita sebagai orang yang lebih tua tidak boleh mengecewakan keinginan anak kecil,' ucap Reina di dalam hatinya dengan pikiran positif
"Gadis kecil apa boleh aku tau namamu?" tanya Derick sambil menatap gadis kecil itu
"Namaku Noella, toko buku ini adalah milik ibuku yang diwariskan oleh keluarga kami secara turun-temurun dan hari ini aku akan menjaga toko buku, aku harap aku bisa membantu," ucap Noella sambil tersenyum
"Woah... Noella sangat hebat ya di umur yang muda bisa membantu orang tuanya, orang tuamu pasti sangat bangga kalau begitu apa aku boleh tau dimana letak buku dongeng?" tanya Derick sambil menatap gadis kecil itu
'Eh? kenapa dia mencari buku dongeng? jadi apa dia serius soal anak yang dia bicarakan tadi?' tanya Reina di dalam hatinya dengan tatapan bingung
"Terima kasih, buku dongeng ada di rak buku ketiga dari samping sini nanti akan terlihat tulisannya," ucap Noella sambil menunjuk ke arah rak buku
"Terimakasih, Reina kalau begitu aku akan mencari buku dongeng terlebih dahulu nanti juga ada beberapa buku yang ingin aku tanyakan kepadamu," ucap Derick sambil berjalan kearah rak-rak buku yang di tujuk oleh Noella
"Baiklah, kalau begitu aku juga akan mencari beberapa buku tentang sihir tua dan buku-buku tua," ucap Reina sambil tersenyum
"Kalau itu ada di rak paling ujung, dan seperti biasa aku berharap nona Reina tidak menyentuh rak yang penuh dengan buku yang di berikan rantai karena itu adalah buku terlarang dan sangat tidak di anjurkan untuk membukanya karena penasaran," ucap Noella dengan tatapan tajam
"Aku tau, terima kasih Noella," ucap Reina sambil tersenyum
"Aku berharap aku bisa meningkatkan sihirku supaya aku bisa melindungi keluargaku," gumam Reina dengan tatapan yang penuh ambisi
__ADS_1
Anak apa yang di maksud oleh Derick? Kenapa Derick menanyakan tentang anak kecil? Apakah mereka akan benar-benar berpacaran? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA