
"Tapi Reina wajahmu terlihat pucat, kamu yakin kamu baik-baik saja?" tanya Blake dengan tatapan khawatir
"Aku sudah bilang aku baik-baik saja," ucap Reina sambil tersenyum
"Maafkan kami datang tiba-tiba tanpa mengirimkan surat dan bertanya kepadamu terlebih dahulu," ucap Shun sambil menundukkan kepalanya
"Yuria, sangat suka terburu-buru dan tidak memiliki pemikiran yang panjang jadi aku tanpa sadar datang kemari," ucap Shun dengan tatapan pasrah
"Kenapa kamu menyalahkan aku? kamu mau saja tuh mengikuti aku sampai ke sini," ucap Yuria dengan tatapan kesal
"Karena aku mencintai Yuria, aku juga tidak memiliki pemikiran yang panjang," ucap Shun sambil tersenyum menatap Yuria
"Shun, aku juga mencintaimu," ucap Yuria sambil memeluk Shun dengan muka yang merah merona
'Bisakah jangan tebar keromantisan? Dan tolong hargai aku yang tidak memiliki pasangan hidup,' ucap mereka semua di dalam hati dengan serentak dengan tatapan datar
"Kenapa muka kalian datar seperti itu?" tanya Yuria sambil menatap mereka yang tidak memiliki pasangan
"Tidak ada, hanya saja kami merasa panas, oleh karena itu mari kita minum teh bersama-sama," ucap Reina dengan tatapan datar
"Pelayanku telah menyiapkan teh terbaik," ucapnya lagi sambil tersenyum
'Aku merasa aku sedikit beruntung, memiliki mereka dan aku hampir juga lupa kalau mereka selalu ada untukku,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap teman-temannya
"Absyara dan Absyuri apa kalian berdua memiliki seseorang yang kalian sukai sejak pertama kali masuk ke akademi," Tanya Yuria sambil menyeringai
"tidak," ucap mereka dengan serentak sambil menggelengkan kepala
"Hee... tidak ada? padahal akademi banyak sekali perempuan cantik dan laki-laki tampan," ucap Derick sambil tersenyum
"Tidak berguna kalau hanya tampan dan cantik kalau kelakuannya jelek," ucap Reina sambil menyeruput teh
'Reina terlihat marah, artinya tidak boleh di bahas,' ucap Derick di dalam hatinya dengan perasaan sedikit takut
"woah... woah... ramainya," ucap seseorang sambil berjalan ke arah Reina dan teman-teman
"Kakak, ada apa kakak sampai kemari? Apa pekerjaan kakak sudah selesai? Apa pekerjaan yang kakak kerjakan berjalan lancar?" tanya Reina sambil menatap kakaknya
"Kamu sepertinya sudah baikan, padahal kakak sampai khawatir kalau kamu tidak ingin turun dan saparan kakak, ayah dan ibu,"
"Kakak kemari karena kakak dengar dari pelayan kalau teman-temanmu datang berkunjung, jadi kakak langsung kemari untuk melihat keadaanmu dan teman-temanmu," ucap Dalbert sambil tersenyum
__ADS_1
"Asmodeus, kamu terlihat diam dari tadi, apa kamu malu-malu?" tanya Dalbert sambil menatap Asmodeus
"Aku bukannya malu hanya saja aku tidak ingin banyak bicara, dan aku datang kesini juga bukan karena keinginan dariku tapi aku di seret oleh Duke yang tidak ada kerjaan ini," ucap Asmodeus dengan tatapan kesal dan perkataan yang terbata-bata
'Dia masih saja bisa melakukan stun dare,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menatap Asmodeus
"Terima kasih telah menjenguk keadaan adik perempuanku satu-satunya, aku khawatir tadi saat ingin meninggalkan mansion untuk pergi berkerja tapi ternyata kekhwatiran yang aku miliki hanyalah perasaan khawatir sepihak,"
"Lain kali jika kalian punya waktu datanglah ke kediaman keluarga kami yang sederhana ini,"
"Reina selalu sendirian di rumah jadi jika kalian ingin datang kalian boleh datang kapan saja," ucap Dalbert sambil tersenyum lembut
"Tentu saja kami akan datang karena sekarang libur kami bahkan akan datang satu minggu 3 kali," ucap Yuria dengan tatapan yang ceria
'Padahal aku ingin beristirahat di hari liburku, kenapa jadi acara kunjungan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan suram
"Baiklah terima kasih, kalau begitu aku jadi sedikit tenang meninggalkan adikku untuk bekerja,"
"Kakak, pergi dulu," ucap Dalbert sambil tersenyum
"Eh? kakak tidak ingin lebih lama disini?" tanya Reina sambil beranjak dari kursinya
Mendengarkan ucapan kakaknya, Reina hanya tersenyum menatap kakaknya yang berjalan menjauh. Kesehariannya yang berwarna bersama teman-teman membuatnya melupakan perasaan dan pikiran yang tidak jelas. Hingga membuatnya lupa kalau dia ada pesta teh yang harus di hadiri di kekaisaran.
Keesokan hari setelah pesta teh...
"James, Reina tidak datang ke pesta yang aku adakan kemarin, apa dia sakit ya?" ucap Albern sambil melipat kedua tangannya
'Aku tidak menyangka, aku memiliki atasan yang punya kecerdasan ilmu pengetahuan sosial yang rendah, rasanya aku ingin mengundurkan diri tapi kalau bukan karena pekerjaanku untuk menyelidiki para pendeta Katedral itu, aku pasti akan hidup dengan tenang,' ucap James sambil menaikan kacamatanya dengan penuh kesabaran
"Mana aku tau, tapi apa kamu merasa kamu tidak memiliki salah sama sekali?" tanya James sambil menatap Albern
"Kalau kamu bertanya, aku rasa aku tidak memiliki salah apapun dan juga Reina tidak mungkin perempuan yang sangat sensitif hingga harus di kabarkan kepergiaanku tiap kali aku mau pergi," ucap Albern dengan tatapan dingin
'Sudahlah aku lelah, aku ingin pergi ke alun-alun kota saja,' ucap James sambil menaikan kacamatanya dan pergi meninggalkan Albern
"James, kamu mau pergi kemana?" tanya Albern dengan tatapan tajam
"Aku ingin pergi ke perpustakaan kekaisaran, jadi kamu pikirkan saja apa yang membuat Reina tidak datang kalau bisa kamu langsung datang ke mansion keluarga Halmiton," ucap James tanpa menoleh ke arah Albern dan terus berjalan
'Yang dikatakan oleh James ada benarnya, aku langsung pergi ke kediaman Halmiton saja sekarang, mumpung pekerjaanku sudah selesai semua,' ucap Albern di dalam hatinya
__ADS_1
Kediaman Halmiton...
"Hachi..."
"Nona, anda sakit? akan saya panggilkan langsung dokter kerajaan," ucap Olivia dengan panik menatap nonanya yang tiba-tiba bersin
"Aku tidak apa-apa hanya saja aku merasa ada orang yang membicarakan aku di belakangku," ucap Reina sambil melanjutkan membaca buku
"Hah... nona tidak pernah menyadari kesehatan nona membuatku khawatir," ucap Olivia sambil menyeduh teh untuk nonanya
"Tuan pengawal apa anda tidak capek berdiri seperti itu?" tanya Olivia sambil menoleh ke arahnya
"Tidak, ini adalah tugasku untuk menjaga nona muda, jadi masalah hanya berdiri seperti ini sudah menjadi perkerjaanku," ucap Luke sambil tersenyum dingin
"tok... tok... tok..."
"Biarkan saya yang membuka pintu dan bertanya keperluannya nona," ucap Luke sambil memberikan hormat dan membuka pintu
"Ada perlu apa?" tanya Luke sambil menatap seorang penjaga
"Tuan pemimpin pengawal ada kereta kekaisaran datang kemari dan yang datang adalah yang mulia putra mahkota, apakah kita akan mengizinkan mereka untuk masuk?" ucap penjaga itu sambil memberikan hormat
'Putra mahkota datang? tidak biasanya, tapi dia meninggalkan seorang gadis di pesta dan menenangkan seorang gadis yang sedang menangis di pesta, sungguh orang yang memiliki ilmu sosial yang rendah,'
'Bahkan lebih parahnya lagi dia tidak datang langsung meminta maaf dan baru sekarang dia datang ke kediaman Halmiton, apa yang sebenarnya orang seperti dia inginkan? Hah... lebih baik sekarang aku melaporkannya terlebih dahulu kepada nona muda,' ucap Luke sambil mengernyitkan dahinya
"Baiklah, kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar, aku akan bertanya kepada nona," ucap Luke sambil menutup pintu
"Nona, ada kereta kekaisaran datang ke kediaman Halmiton dan yang datang adalah yang mulia putra mahkota, nona apa perlu kita izinkan yang mulia putra mahkota untuk masuk nona?" ucap Luke sambil menatap Reina yang sedang membaca buku
'Ada apa dia datang kemari, hah... aku sudah melupakan kejadian terakhir kali sekarang aku kembali mengingatnya lagi, apa dia datang untuk melihat perasaanku yang di sakiti terus-menerus,' ucap Reina di dalam hatinya dengan kesal
"Baiklah izinkan saja dia masuk, dan antar dia ke ruang tamu, kakak sedang tidak ada di mansion biarkan saja dia sendirian menunggu di ruang tamu," ucap Reina tanpa menatap Luke yang berada di depannya
"Baik nona," ucap Luke kemudian berjalan keluar pintu dan menyampaikan pesan yang di sampaikan oleh nonanya.
'Aku ingin lihat sampai kapan dia akan menungguku untuk menyambutnya, hari ini ayah dan ibu tidak akan pulang karena pekerjaan di kerajaan lain dan kakak akan pulang larut jadi aku akan menunggu saja sampai dia menyerah,' ucap Reina di dalam hatinya sambil membaca bukunya
Apakah Reina akan menyerah dan memutuskan untuk keluar menyambut Albern? Apakah Albern akan mengetahui kesalahannya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA
__ADS_1