Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 139 Berati bukan hal yang mustahil


__ADS_3

Setelah pemberontakan selesai, pelarangan penggunaan sihir hitam dicabut dan NHBNTA di anggap sebagai organisasi yang resmi di kekaisaran dan mereka di anggap anggota elit kekaisaran. Dan sebuah hukuman kepada seorang perempuan yang menipu dan memanfaatkan keluarga kekaisaran akhirnya di jatuhi hukuman mati dengan cara Guillotine di depan semua rakyat yang menyaksikan kejadian ini.


"Albern, apa kamu tidak mau melihat kematian perempuan yang menipumu itu?" ucap James sambil menatap Albern yang sedang mengerjakan dokumen


"Tidak tertarik," ucap Albern dengan singkat tanpa menatap James


'Dia sekarang jadi tidak banyak berbicara dan sering lupa makan,'


'Aku khawatir kalau dia akan sakit,' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan khawatir


"Albern, kamu sudah mengerjakan itu dari semalam dan belum makan tidak bisakah kamu beristirahat sebentar?"


"Dan besok adalah pemakaman Reina, kamu tidak bisa terlihat seperti ini di pemakamannya," ucap James dengan tatapan yang khawatir


"tok... tok... tok..." suara ketukan pintu kemudian masuk tanpa disuruh


"Aku ingin mengantarkan makanan untuk orang bodoh," ucap seorang laki-laki sambil membawa nampan yang berisi makanan


"Blake, kamu lihat orang bodoh ini dia telah mengerjakan pekerjaan ini sejak kemarin tanpa istirahat dan makan," ucap James sambil menatap ke arah Blake dengan suram


"Aku sudah dengar oleh karena itu aku kesini untuk mengantar makan siang,"


"Dan jika kamu ingin membahagiakan Reina, aku rasa yang kamu lakukan sekarang adalah tindakan kekanak-kanakan,"


"Reina ingin kamu bahagia bukan jadi orang bodoh yang lupa waktu hanya mengurus kekaisaran ini," ucap Blake sambil menarik kertas yang ditulis oleh Albern secara paksa karena Albern tidak mendengarkannya


"Blake, aku tidak mengganggu dirimu jadi bisakah kamu tidak mengganggu aku?" ucap Albern dengan tatapan kesal dan dingin


"Makan dulu, jika kamu sakit siapa yang harus memimpin kekaisaran ini?" ucap Blake dengan tatapan tajam dan kesal


"Kamu kan bisa menggantikan aku kalau itu terjadi, aku tidak khawatir sama sekali," ucap Albern dengan dingin dan memutuskan untuk menulis ulang semua yang di ambil oleh saudaranya


"Hah..."


"James, kamu bisa keluar sebentar ada yang ingin aku sampaikan kepada dia tenang saja aku tidak akan membunuhnya," ucap Blake sambil tersenyum dingin


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu," ucap James sambil memberikan hormat kemudian keluar dari ruangan

__ADS_1


"Albern, aku rasa kita harus bicara berdua sebagai saudara," ucap Blake dengan tatapan dingin


"Baiklah kita akan bicara," ucap Albern sambil meletakkan pulpennya dan beranjak dari kursi kerjanya


"Kakak, aku sebenarnya mencintai Reina, aku rasa kakak sudah mengetahui itu sejak dulu,"


"Dan aku menyatakan perasaan yang aku miliki kepadanya,"


"Kemudian kakak tau apa yang terjadi dia menolak aku karena dia ragu dengan perasaan yang dia miliki namun setiap keraguannya selalu tertuju dengan dirimu,"


"Oleh karena itu aku merelakan dirinya dan tetap menatap dirinya dari jauh walaupun aku tau itu mustahil," ucap Blake sambil menatap ke arah luar jendela dengan tatapan yang pahit


"Kakak, Reina sangat peduli kepada dirimu, dia selalu mengkhawatirkan dirimu dan mencintai dirimu sampai saat terakhir hidupnya,"


"Jadi jangan kakak lakukan hal bodoh seperti ini, dan datanglah saat pemakaman Reina besok," ucapnya lagi dengan pahit menatap sang kakak


"Aku tentu saja akan datang ke pemakaman dirinya bagaimanapun itu adalah saat terakhir aku melihat dirinya," ucap Albern sambil memakan makanan yang dibawakan oleh Blake


"Blake, aku pikir kamu tidak menyukai aku karena kita berdua sangat jarang bisa berbicara berdua di dalam satu ruangan seperti ini," ucap Albern dengan senyuman tipis


"Hah... aku rasa seperti itu, kalau bukan karena Reina mungkin selamanya kita akan bermusuhan dan memperebutkan takhta," ucap Blake sambil menghela nafasnya


"Albern, aku bawakan cemilan karena aku dengar kamu belum makan sama sekali tapi bukan berarti aku peduli dengan kesehatan dirimu," ucap seseorang laki-laki sambil berjalan masuk


"Asmodeus, apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah kita tidak memiliki hubungan sama sekali karena adik laki-laki kami yang sebenarnya telah meninggal? Apa kamu sudah benar-benar meninggalkan istana iblis?" ucap Blake sambil menyeringai


"Memangnya apa yang aku lakukan ada hubungannya denganmu? Dan memang mungkin benar aku tidak memiliki hubungan dengan kalian yang merupakan manusia tapi aku hanya ingin melakukan seperti saudaraku sendiri,"


"Bagaimana pun juga sekarang aku telah menjalani kehidupan seperti ini bukan berati aku mau seperti manusia," ucap Asmodeus dengan berbelit-belit


"Aku paham," ucap keduanya dengan serentak dengan tatapan datar


"Apakah salah satu dari kalian berdua menginginkan takhta kerajaan?" tanya Albern dengan tiba-tiba membuat keduanya terkejut


"Kenapa kamu menanyakan itu?" tanya Asmodeus dengan tatapan dingin


"Karena aku ingin pergi berkelana untuk mencari cara supaya Reina bisa kembali," ucap Albern dengan tatapan dingin

__ADS_1


"Jika salah satu dari kalian tidak ingin takhta maka aku akan memberikan kepada rakyat," ucapnya lagi dengan santai


"Kalau takhta kerajaan, lebih baik Blake yang memegangnya, karena aku punya kerajaan sendiri dan juga aku ingin tinggal dengan keponakanku,"


"Aku juga yakin kamu tidak cuma-cuma bisa bersama dengan Azazel asisten raja neraka," ucap Asmodeus sambil bersandar di dekat pintu


"Kalau begitu kamu hadir ke penobatan bulan depan dan karena kalian berdua ada disini mengkhawatirkan diriku jadi kerjakan pekerjaan ku,"


"Aku pergi dulu," ucap Albern sambil tersenyum dingin kemudian melakukan teleportasi tiga kali untuk ke kediaman Halmiton


Di kediaman utama Halmiton...


"Master, anda sampai kapan ingin bersedih seperti ini," ucap Luke dengan tatapan khawatir


"Tuan ada tamu yang datang,"


"Beliau adalah putra makhota,"ucap seorang penjaga mengabari tuannya


"Biarkan dia masuk ada yang harus kami bicarakan berdua," ucap Dalbert dengan berusaha menerima kenyataan bahwa adiknya satu-satunya kini telah terbaring di peti yang dingin


"Aku berteri-"


"Jangan banyak berbicara kosong, katakan untuk apa kamu kesini?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan perasaan ingin membunuh Albern namun karena raja neraka selalu mengawasinya untuk tidak melewati batasnya dia pasti akan langsung membunuh orang di depannya


"Aku kesini ingin pergi ke kamar Reina,"


"Karena aku yakin dia pasti bisa kembali lagi ke sisiku," ucap Albern dengan tatapan percaya diri


"Baiklah, aku akan menemanimu secara langsung untuk ke kamar Reina," ucap Dalbert dengan tatapan pasrah karena tidak ingin lagi berdebat karena adik perempuannya yang telah tiada pastinya tidak akan tenang dengan keadaan ini


"Masuklah," ucap Dalbert sambil membuka pintu kamar


Setelah masuk ke dalam ruangan Albern telah menemukan sebuah buku yang berisikan kegiatan hariannya bersama dengan dirinya dan orang-orang yang berharga untuknya sekaligus dia menemukan fakta kalau Reina bukanlah orang yang benar-benar berada di dunia ini melainkan dia bereinkarnasi ke dalam novel hingga dia mengetahui semua fakta yang ada di sana begitu juga dengan kakaknya yang ikut membaca isi buku itu mengetahui segalanya.


'Dari kesimpulan yang aku baca dari buku ini berati bukan hal yang mustahil untuk melakukan itu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan serius


"Dalbert, apa boleh aku tau caranya untuk memanggil raja neraka membuat kontrak denganku?" ucap Albern dengan tatapan yang serius

__ADS_1


Apakah yang akan di lakukan Albern selanjutnya? Bisakah Reina kembali ke sisinya? Apakah yang akan dilakukannya setelah memanggil raja neraka?


REINKARNASI REINA


__ADS_2