Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 85


__ADS_3

"Elena, kita tidak memiliki hubungan apapun, jadi menjauhlah dariku hubungan kita dekat hanya sebatas dirimu saja yang selalu mendekatkan diri dan aku sama sekali tidak tertarik berhubungan dengan dirimu,"


"Aku sudah menegaskan sekian kalinya, dan ini juga jangan pernah mengatakan kalau Reina menindasmu,"


"Dia hanya mengatakan yang sebenarnya, menurutmu apakah kamu memang tidak memiliki sopan santun? setiap perbuatan dan air matamu yang keluar hanya karena sebuah omongan itu, bukankah kamu terlalu melebih-lebihkan," ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam


"Albern, aku... aku... hanya ingin berteman dan lebih dekat denganmu, kenapa aku selalu di pandang salah? apakah hanya karena tunanganmu yang melarang kamu juga ikutan berkata-kata yang begitu menyakitkan,"


"Aku... aku... tidak memiliki teman sama sekali di akademi, Reina selalu saja mengatakan hal yang begitu menyakitkan, dan hanya kamu saja yang mau berbicara kepadaku, aku pikir kamu mau berteman denganku, apa aku tidak pantas untuk berteman denganmu? Reina, kamu begitu kejam merusak segalanya karena aku ingin dekat dengan seseorang kamu menghalanginya," ucap Elena sambil mengusap air matanya yang mengalir


"Elena, aku tidak bermaksud untuk berbicara seperti itu," ucap Albern dengan tatapan dingin namun tidak tahan melihat air mata seorang perempuan


"Hah... aku pergi dulu kalian selesaikan masalah kalian berdua," ucap Reina sambil berjalan meninggalkan balkon tanpa memandang mereka berdua


"REINA..." teriak Albern dengan perasaan bersalah dan bingung melihat Reina berjalan


berlari menuju ke arah ruangan istirahat khusus keluarga Halmiton yang di sediakan dengan air mata yang mengalir.


'Dia bahkan tidak tega dengan air mata seorang perempuan,'


'Sungguh?? apa artinya dia tidak serius dengan yang dia katakan?'


'Sungguhkah ucapan ini semuanya manis?'


'Aku lelah... dengan hubungan ini,'


'Pertunangan kontrak? diikat oleh kontrak,'


'Menghancurkan hubungan antara protagonis pria dan protagonis perempuan,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menangis kencang di sudut ruangan itu dengan perasaan yang hancur

__ADS_1


"AKU CUMA INGIN HIDUP DENGAN BAHAGIA?"


"MUSTAHIL KAH UNTUK DIRIKU YANG MERUPAKAN SEORANG PEMERAN ANTAGONIS?"


"AKU PUN TIDAK INGIN DI REINKARNASIKAN KALAU SEANDAINYA BISA,"


"AKU TIDAK INGIN TERIKAT DENGAN PERASAAN APAPUN,"


"AKU HANYA INGIN BAHAGIA DAN MENIKMATI HIDUPKU,"


"KENAPA BEGITU KEJAM SEORANG DEWA?"


"SAKIT, SESAK, BENCI, MARAH, SEMUANYA AKU RASAKAN BEGITU SAJA KETIKA MELIHAT DIA TIDAK TEGA MENINGGALKAN PEREMPUAN ITU MENANGIS,"


"KENAPA?"


"KENAPA AKU TIDAK BERHAK BAHAGIA?"


"Derick, aku pergi dulu ke ruangan istirahat," ucap Dalbert sambil menatap ke arah luar balkon melihat Albern yang menenangkan gadis yang bukan adik perempuannya


"Aku ikut," ucap Derick sambil berjalan mengikuti Dalbert dari arah belakang


'Si baj***an itu, berani-beraninya dia mengatakan hal yang membuatku percaya tapi ternyata dia malah bersama perempuan lain,'


'Reina, pasti akan mengalami stress berlebihan lagi,' ucap Derick di dalam hatinya dengan perasaan khawatir sambil menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya dengan begitu erat


Sesampainya di depan ruangan istirahat khusus untuk keluarga Halmiton... tanpa pikir lama Dalbert memutuskan untuk langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu itu dan melihat keadaan adik Perempuannya yang duduk di pojok ruangan.


"REINA!!!"

__ADS_1


"REINA, APA KAMU BAIK-BAIK SAJA?"


"REINA, KAMU DENGAR KAKAK KAN REINA?" teriak Dalbert sambil menggenggam lengan adiknya dengan tatapan khawatir


"Derick, gunakan sihirmu untuk membuat ruangan tidak bisa di dengar ataupun merasakan sihir dari luar ruangan," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Baik, ini memang sudah menjadi tugasku mengamankan dirimu," ucap Derick sambil mengeluarkan batu sihir dan menghancurkan batu sihirnya


"REINA!!"


"KAMU BISA DENGAR KAKAK?"


"REINA!!"


"KAMU SADAR REINA!!!" teriak Dalbert sambil menatap adiknya yang hanya tinggal memiliki tatapan kosong dan tangan yang telah di banjiri darah


"CK, SI B**ENSEK ITU,"


"AKU PASTIKAN WILAYAH BARAT KEKAISARAN HANCUR," teriak Dalbert dengan tatapan marah dan dingin


"Woi... woi... Dalbert, tenanglah tidak semua bisa di selesaikan dengan perang,"


"Menurutmu apa akan selesai begitu saja? dan apa menurutmu kekaisaran akan menuruti keinginan mu? banyak rakyat yang berada di sana Dalbert," ucap Derick dengan tatapan tajam


"Hah... Derick menurutmu apa yang harus aku lakukan? sabar? menatap adikku terluka secara mental terus-menerus? di permainkan seperti boneka? adikku seorang manusia," ucap Dalbert sambil menarik kerah pakaian Derick


"Dibandingkan itu pikirkanlah adik perempuanmu dulu, Dalbert," ucap Derick sambil menatap Reina Reina


"Kalau begitu aku tidak akan ragu menggunakan sihirku sekarang," ucap Dalbert sambil menggendong Reina dan meletakkannya ke kasur yang berada di ruangan sebelahnya

__ADS_1


Apakah keadaan Reina akan baik-baik saja? Apakah yang akan di lakukan Dalbert selanjutnya? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2