
"Kenapa kalian mendadak diam? dan menatapku seperti itu," ucap laki-laki itu sambil berjalan ke arah mereka bertiga
"Dalbert kenapa kamu bisa disini?" tanya Albern dengan tatapan tajam
"Ini sudah tugasku loh, mengawasi asrama laki-laki dan jika ada yang tidak beres kemari, tapi aku tidak menyangka fakta yang aku dengar tentang pangeran ketiga yang aslinya telah tiada," Ucap Dalbert dengan tatapan terkejut
"Itu bohong tidak mungkin seperti itu, dia pasti sekarang ada di istana," ucap Albern sambil mengepalkan tangannya dan menggigit bibirnya karena tidak menerima fakta bahwa saudara yang sangat dekat dengannya satu-satunya benar-benar telah lama meninggalkan dunia dan hanya menitipkan James sebagai temannya pengganti adiknya
"Kamu tidak menerima fakta yang telah aku katakan? atau kamu menyesal tidak pernah bersikap baik kepadanya saat dia hidup? Memang ya manusia itu selalu menyesal ketika semuanya telah menghilang dan mereka baru akan menyadari bahwa yang hilang itu tidak akan pernah kembali ke dunia ini lagi untuk selama-lamanya," ucap laki-laki itu sambil tersenyum dan menatap seolah-olah puas dengan penyesalan dan putus asa yang di rasakan oleh Albern
__ADS_1
"Albern kalau kamu putus asa, marah dan benci, kamu hanya akan menjadikan jiwamu manis untuk dimakan oleh iblis, kalau di pikir-pikir Asmodeus adalah nama seorang raja iblis yang sangat suka dengan penderitaan manusia, jadi kamu kesini untuk membuat buahnya masak Asmodeus?" ucap Dalbert sambil menatap Asmodeus
"Tentu saja tidak, aku hanya menyampaikan apa yang dilakukan bocah itu kepadaku, hingga aku harus menyelesaikan kontrak ini, sungguh menyebalkan ketika dia tau kalau aku adalah seorang iblis," ucap Asmodeus dengan tatapan jengkel
"KENAPA? KENAPA? KENAPA KAMU MERAHASIAKANNYA SELAMA INI JAMES? AKU HAMPIR MENGIRA SETELAH KEJADIAN ITU ADIKKU MERENCANAKAN SESUATU UNTUK MEMBALASKAN DENDAM KEPADAKU DAN DENGAN DIRIMU YANG AKU ANGGAP SEBAGAI MATA-MATA, AKU TERUS MERANGKAI SEGALA KEJADIAN UNTUK MENJEBAKNYA DAN MEMBUAT SEMUA RENCANANYA GAGAL, AKU TERUS-MENERUS WASPADA DENGAN DIRINYA BAHKAN TERNYATA DIA MASIH MEMIKIRKAN DIRIKU AKAN KESEPIAN DAN KESEDIHAN SAAT DIA TELAH TIADA,"
"SUNGGUH TAKDIR YANG LUCU SUNGGUH... TAKDIR YANG MEMPERMAINKAN MANUSIA SEPERTI BONEKA HIDUP YANG HARUS BERJALAN DI ATAS KERTAS," Teriak Albern dengan pipi yang telah di basahi oleh air matanya
"Maaf telah merahasiakan ini darimu, aku hanya tidak ingin kamu menyesali hidupmu karena kematian adikmu," ucap James sambil mengelus-elus punggung Albern yang menangis di bahunya
__ADS_1
"Wah... wah... James kamu telah seperti seorang ayah yang telah membesarkan seorang anak laki-laki," ucap Asmodeus sambil menyeringai
'Aku tidak menyangka kalau orang yang tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya kepada semua orang ini, sangat menyayangi adiknya walaupun tidak pernah memperlihatkan secara langsung bahkan sampai di akhir pun dia menyesal karena tidak bisa bersikap baik secara terang-terangan, aku juga harus memperlakukan Reina, karena tidak tau kapan aku atau dia yang akan pergi lebih dulu,' ucap Dalbert didalam hatinya sambil memandangi Albern yang hatinya hancur berkeping-keping saat menerima kenyataan
"Paman, Bisakah paman tidak mengatakan lelucon di saat seperti ini?" tanya James dengan tatapan kesal
"Apa paman tidak lihat Albern sedang sedih karena fakta yang paman ceritakan," Marah James sambil menunjuk-nunjuk ke arah pamannya
"Aku..." ucap Albern sambil menarik lengan baju milik James
__ADS_1
Apakah yang akan di katakan oleh Albern? Apa yang akan di lakukan Dalbert selanjutnya? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA