Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 153 Setidaknya nikmatilah jeratan neraka dalam kontrak ini


__ADS_3

Di tengah hamparan bunga dua orang yang berjalan mengikuti jalan lurus yang tidak tertutup oleh hamparan bunga itu, saling menatap ditemani oleh angin-angin yang berhembus.


"Anda ingin bertanya tentang apa yang mulia putra mahkota?" ucap Reina yang ikut terhenti langkahnya dengan tatapan yang kebingungan


"Walaupun kita telah memutuskan pertunangan bisakah kita tetap berhubungan sebagai teman?"


"Tolong jawab aku dan berikan jawaban yang jujur," ucap Albern sambil mengepalkan tangannya dan menatap dengan serius


'Mungkin dia akan menolak permintaanku karena dia tidak ingin sama sekali melihatku apalagi berhubungan denganku,' ucap Albern di dalam hatinya dengan kepala tertunduk sambil menggigit bibirnya


'Aku telah membatalkan pertunanganku, dan juga aku rasa tidak masalah untuk melakukan pertemanan dengannya, lagi pula dia terlihat tulus melakukan ini kepadaku,' ucap Reina di dalam hatinya sambil melipat kedua tangannya


"Baiklah, aku tidak masalah untuk menerima pertemanan ini,"


"Mohon bantuannya yang mulia putra mahkota," ucap Reina sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya


"Iya, aku juga mohon bantuannya," ucap Albern sambil tersenyum


Dari dalam istana...


"Perempuan yang berada di sana itu siapa?" ucap seorang laki-laki yang duduk di dekat jendela


"Dia adalah mantan tunangan yang mulia putra mahkota,"


"Reina Elice Halmiton bisa dibilang dia adalah adik dari atasanku," ucap laki-laki dengan pakaian rapi seperti seorang pelayan


"Kamu bilang apa barusan?"


"Mantan tunangannya? dan adik atasanmu?" ucap laki-laki yang menatap dari jendela itu dengan tatapan serius


"Benar, dia adalah putri dari keluarga Halmiton," ucap laki-laki rapi itu dengan dingin


'Itu berarti dia adalah tokoh antagonis novel ini, tapi bagaimana bisa alur ceritanya begitu menyimpang? apakah alurnya menyimpang karenaku atau karena gadis itu?'


'Tapi daripada memikirkannya, lebih baik aku pikirkan bagaimana caranya aku menyelamatkan antagonis dari kematiannya,' ucap laki-laki itu di dalam hatinya dengan tatapan tajam ke arah luar jendela


"Az, apakah aku bisa masuk ke dalam akademi?" ucap laki-laki itu dengan tatapan dingin dan aura yang mencekam


"Untuk apa kamu masuk ke dalam akademi? Apakah ini ada hubungannya dengan takhta yang akan kamu dapatkan nanti?" ucap Azazel dengan tatapan dingin


"Ada hubungannya atau tidak bukankah kamu hanya perlu mengikuti perkataanku? dan juga kamu hanya ingin aku memenuhi kontrak yang kita buat kan?" ucap laki-laki itu sambil melukai dirinya dengan pisau


"Ugh..." ringis laki-laki yang berpakaian rapi itu dengan posisi berlutut

__ADS_1


"Kamu tau kan salah satu isi kontrak kita, setiap aku melukai diriku sendiriku sendiri atau hampir terbunuh maka kamu akan merasakan rasa sakit ini, karena bagaimana pun nyawa kita adalah satu kesatuan seperti ikatan rantai,"


"Jadi jangan anggap hal ini adalah masalah kecil,"


"Ingatlah itu," ucap laki-laki itu sambil menyeringai dan berjalan ke arah Azazel


'Memang sedikit gila aku membuat kontrak dengan pangeran kedua kekaisaran ini tapi dia adalah pilihan yang tepat untuk memenuhi semua persyaratan yang ada,'


'Aku harus melakukannya walaupun aku tidak menyukainya setelah itu dia yang harus memenuhi yang di inginkan oleh Dalbert,' ucap di dalam hati Azazel dengan tatapan yang dingin dan tajam


"Sekarang obati lukaku sekarang," ucap laki-laki itu dengan seringaian dingin


'Jika aku tidak bisa menyelamatkan gadis yang begitu baik di kehidupanku sebelumnya maka hanya perlu memperbaikinya dengan menyelamatkan antagonis di novel ini maka semuanya akan tertebus,' ucap laki-laki itu sambil menatap darah yang mengalir melalui sayatan luka itu


"Jangan melukai dirimu sendiri, walaupun kamu mati tujuan kita sama-sama tidak akan tercapai,"


"Jadi jangan memaksakan dirimu sendiri untuk menuju kematian itu sendiri," ucap Azazel itu langsung mengobati luka yang dimiliki tuannya itu dengan tatapan yang begitu dingin


"Hanya untuk masuk ke dalam akademi kamu sampai melukai dirimu sendiri, itu sama sekali tidak sebanding dengan kematianmu, apa kamu tau itu?" ucapnya lagi sambil menatap luka sayatan yang begitu besar itu


"Kenapa kamu begitu peduli dengan kematianku?"


"Bukankah semua orang hanya peduli dengan keadaan dirinya sendiri dan perasaannya sendiri?"


"Bahkan tidak pernah mengerti seperti apa perasaan yang dimiliki oleh orang itu sendiri, hanya diminta untuk mengerti dan mengerti kalau orang itu memiliki hutang budi, inilah dan itulah,"


"BEBAN SAJA UNTUK KELUARGA,"


"APA YANG BISA DIBANGGAKAN DARI DIRIMU ITU? KAMU TIDAK MELIHAT KALAU ANAK DARI KELUARGA TEMANMU BERHASIL SUKSES?"


"KAMU SEHARUSNYA BERSIKAP RENDAH HATI,"


"KAMU SEPERTI ORANG TIDAK BERPENDIDIKAN, HANYA TAU BERTERIAK DAN MENGANGGAP DIRIMU ITU BENAR,"


 "APA KAMU TAU KALAU KAMU ADALAH ANAK PERTAMA JANGAN MEMBUAT MALU KAMI SEBAGAI ORANG TUA?!!"


'Tidak pernah dianggap yang terbaik,'


'Selalu menjadi pelampiasan,'


'Tidak berguna,'


"SEMUANYA SALAH KAMU, BERSIKAP SELALU BERPERHITUNGAN,"

__ADS_1


'Dianggap selalu menjadi orang yang melakukan hal-hal yang berpehitungan,'


'Dilarang membantah setiap ucapan orang tua,'


"KAMU SEHARUSNYA TAU SOPAN DAN SANTUN,'


'TIDAK SEHARUSNYA KAMU MENUNJUKKAN EKSPRESI WAJAH YANG TIDAK SUKA ITU,'


'Diharuskan hanya mengikuti kebahagian orang lain,'


'Setiap yang di perbuat adalah kesalahan,'


'Aku pikir memang aku lahir adalah kesalahan di dunia ini,'


'Padahal aku tidak meminta untuk di lahirkan untuk menjadi orang yang seperti itu,'


'Hingga aku bertemu dengan seorang gadis di sebuah sekolah dia di permalukan karena yang seharusnya bukan kesalahan yang dilakukan oleh dirinya sendiri,'


'Begitu menyedihkan tapi begitulah kehidupan, semuanya harus mempertimbangkan orang lain,'


'Hanya harus membayangkan seperti apa ekspresi orang lain,'


'Aku mengerti kehidupan seperti itu jadi aku memutuskan untuk menolongnya dan setelah keadaannya membaik aku memutuskan untuk meninggalkan dirinya,'


'Menjalani kehidupan yang seperti sebelumnya, dan terus berulang kali dihujani dengan perkataan yang menyayat hati,'


'Hingga beberapa tahun kemudian aku bertemu dengannya kembali, di perusahaan yang aku pimpin jadi aku memutuskan untuk mengajaknya berbicara,'


'Namun apa yang terjadi...'


'Dia mati tepat di depan mataku,'


'Aku gagal menyalamatkannya dari maut,'


'Hingga aku juga memutuskan untuk mengakhiri hidup karena aku lelah dan merasa gagal menjadi orang yang bisa menyelamatkan orang dari kematian,'


'Aku mengakhiri hidupku dengan cara meminum obat-bobatan, hingga pada akhirnya aku terbangun ke dalam novel yang pernah dia tunjukkan kepadaku,'


'Nyawaku dikehidupan kali ini dengan senang hati aku pertahruhkan untuk dirinya dan bahkan jika diminta untuk menggantikan dirinya untuk menjadi antagonis akan aku lakukan,' ucap dirinya di dalam hatinya sambil mengingat kembali yang telah dilakukannya di masa lalu


"Setidaknya nikmatilah jeratan neraka dalam kontrak ini,"


"Menyedihkan dan menyenangkan kehidupan buatlah seolah-olah itu adalah suatu hal yang bisa di kenang," ucap Azazel dengan tatapan yang dingin

__ADS_1


Kenapa Azazel mengatakan itu? Siapakah laki-laki yang mengorbankan dirinya itu? Apakah yang dimaksud di dalam kata-kata itu?


REINKARNASI REINA


__ADS_2