Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 148 aku akan tetap menjawab masalah ini


__ADS_3

"Albern, kamu pergi sendiri?" tanya James sambil menyeringai


"Kalau kamu mau pergi bersama denganku, aku tidak masalah," ucap Albern dengan tatapan datar


"Tidak, nantinya orang-orang malah mengira aku memiliki hubungan yang aneh-aneh denganmu, jadi aku tidak ingin pergi," ucap James sambil menggelengkan kepalanya


"Bukankah itu hanya pikiranmu saja, baguslah kalau kamu tidak ingin pergi juga,"


"Kamu bisa mengerjakan pekerjaanku yang menumpuk di sana," ucap Albern sambil menunjuk tumpukan kertas yang menumpuk di atas mejanya kemudian menutup pintu ruangan meninggalkan James bersama tumpukan kertas itu


"Reina, tanganmu dingin begini pasti gugup ya?" bisik kakaknya sambil menatap adik perempuannya yang menatap semua orang-orang penting yang hadir ke dalam pesta itu


'Aku yang membayangkan orang-orang penting akan datang ke sini, tapi aku tidak menyangka kalau ini dua kali lipat dari yang aku bayangkan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan yang suram dan gugup


"Nona Reina Elice Halmiton," panggil putra mahkota sambil menatap Reina dengan lembut


'Eh sejak kapan laki-laki ini depanku? Kenapa dia bisa berada di depanku?' tanya Reina di dalam hati dengan terkejut


"Maukah anda berdansa dengan saya?" tanya Albern sambil menatap lembut ke arah Reina


'Eh.... dia mengajak ku berdansa dan orang-orang juga memperhatikan kami, jika aku menolaknya  itu pasti akan mempermalukannya kalau begitu aku harus menerima dansanya,' ucap Reina di dalam hati sambil melihat Albern dan keadaan sekitarnya


"Tentu saja yang mulia," ucap Reina dengan tersenyum kaku dan gemetar sambil memegang tangan sang putra mahkota


'Tangannya dingin, sepertinya dia benar-benar gugup, di depan banyak orang,' ucap Albern dengan tatapan lembut ke arah Reina


Musik pun dimainkan, Albern dan Reina berdansa dengan indah dan juga semua orang memperhatikan dan mengatakan bahwa mereka pasangan yang sangat romantis layaknya cerita di dalam dongeng dengan akhir bahagia walaupun semua orang berpendapat seperti itu tetapi seorang perempuan tidak berpikir seperti itu.


'Andaikan ini semua memang kenyataan, aku adalah pemeran utama perempuan itu pasti aku sudah bisa bersanding dengan takdir yang tertulis ini tapi itu tidak mungkin bisa terjadi karena dia pasti akan bersama pemeran utama wanita,' ucap Reina di dalam hati dengan senyuman pahit

__ADS_1


'Reina terlihat pucat apa dia sakit? tapi aku yakin dia pasti memikirkan tentang dirinya yang tidak pantas berada di posisi ini,'


'Aku telah mengetahui ini sejak aku membaca keseluruhan isi hidupnya di buku kecilnya,' ucap Albern di dalam hati sambil menatap Reina dengan khawatir


'Setelah selesai pesta dansa ini, semuanya akan kembali menjadi orang asing, dan kembali sadar dengan posisi yang aku tempati ini,' ucap Reina di dalam hatinya tanpa memperhatikan dansanya


"Akh..." Gumam Albern sambil menahan rasa sakit karena kakinya di injak oleh sepatu yang tinggi dan runcing itu


"Maafkan aku yang mulia, saya melamun saat sedang berdansa,"


"Apa anda masih bisa bertahan jika tidak sebaiknya kita akhiri dansa ini," ucap Reina dengan pelan


"Aku masih bisa melanjutkannya tenang saja, ini tidak seberapa," ucap Albern sambil tersenyum menahan rasa sakit


"Nona Halmiton jika ada yang mengganggu pikiranmu, setelah selesai dansa ini, maukah kamu pergi ke taman kita akan berbicara berdua,"


'Apa dia ingin membunuhku secara diam-diam setelah selesai berdansa dan ikut dengannya ke taman, masa iya secepat itu kematianku, tapi aku juga tidak boleh menolak perkataan seorang putra mahkota karena pastinya akan di anggap sebagai pengkhianatan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan takut dan gemetar


"Yang mulia maafkan saya sekali lagi, saya benar-benar tidak bermaksud untuk menginjak kaki anda, saya benar-benar  melamun saat sedang berdansa,"


"Tanpa anda perintah jika anda ingin saya tentu saja akan pergi ke taman," ucap Reina dengan perasaan bersalah dan menundukkan kepalanya


"Tidak apa-apa, aku tidak akan melakukan apa pun kepadamu hanya karena kakiku terinjak olehmu, Reina," ucap Albern sambil mengelus kepala gadis itu di depan semua bangsawan dan para tamu itu.


Karena Reina dan Albern berdansa bersama ditambah lagi Reina di elus kepalanya oleh Albern di depan para bangsawan yang melihat kejadian tersebut, mulailah membicarakan hubungan antara kedua orang-orang sekitarnya.


'Aku tidak menyangka seorang putra mahkota bisa melakukan hal semacam mengelus kepada perempuan di depan semua bangsawan dan tamu-tamu penting dari berbagai negara,'


'Aku penasaran apakah dia melakukan itu hanya untuk membuat bukti kuat kalau dia adalah menjalin hubungan baik dengan tunangannya atau dia memang menyukai perempuan itu,'

__ADS_1


'Sejauh ini dia menghancurkan semua rancangan yang di rancang oleh NHBNTA dengan tepat, seolah-olah dia mengetahui kalau itu nantinya akan menjadi pemicu,' ucap seorang laki-laki yang melihat dari kejauhan


'Berani sekali laki-laki yang akan menjadi raja itu mengelus kepala Reina di depan banyak orang, dia seperti ingin mencari perhatian kepada semua orang untuk membuat alibi kalau dia akrab dengan tunangannya,' ucap Dalbert dengan tatapan sinis dan dingin


"Yang mulia putra mahkota, memperlakukanku dengan baik dan juga dia mengelus kepalaku untuk menenangkan aku, padahal aku pikir dia akan menatap aku dengan dingin,"


"Ah... kenapa tadi aku merasa berharap kalau aku bersama dengan putra mahkota? pada akhirnya aku pasti akan mati tragis seperti yang tertulis di novel tersebut jika aku tidak mencintainya mungkin itu akan jadi hal terbaik untukku bisa hidup lebih lama," gumam Reina dengan perasaan yang bercampur aduk


"Aku harus segera membatalkan pertunangan ini dan membuatnya mencintai pemeran utama, supaya nantinya kita bisa sama-sama bahagia," gumam Reina sambil berusaha menenangkan diri


"Nona Halmiton, maafkan aku datang terlambat," ucap putra mahkota sambil melihat Reina dan duduk di sampingnya


"Tidak masalah yang mulia, saya baru datang kesini," ucap Reina sambil memberikan hormat


"Nona Halmiton, apa kamu baik-baik saja? wajahmu terlihat pucat sejak berdansa tadi Reina kalau kamu sakit kamu tidak perlu memaksakan diri dan juga jika ada yang mengganggu pemikiranmu katakan saja," tanya putra mahkota sambil menggenggam tangan Reina dengan khawatirkan


"Saya baik-baik saja yang mulia, saya hanya merasa gugup," ucap Reina sambil tersenyum pahit


"Yang mulia ada hal yang ingin saya tanyakan, apa boleh saya menanyakannya?" ucap Reina dengan tatapan serius


"Tentu saja boleh, apa yang ingin kau tanyakan nona Halmiton?" tanya putra mahkota sambil melihat Reina dengan kebingungan dan ragu-ragu


"Yang mulia, apa anda tidak berniat untuk membatalkan pertunangan kita? Dan menentukan jalan kita masing-masing?" tanya Reina dengan terbata-bata sambil menundukkan kepalanya


'Aku memang sudah menduga kalau ini akan terjadi, tapi aku akan tetap menjawab masalah ini,' ucap Albern di dalam hati sambil menatap Reina dengan tatapan sedikit sedih


Apakah yang akan di jawab oleh Albern? Apakah Reina bisa membatalkan pertunangannya? Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2