
"Bagaimana bisa orang seperti dirimu masuk ke dalam sini? Dan siapa kamu?" tanya seorang perempuan yang sangat begitu mirip dengan Reina namun dengan tatapan dingin dan kosong seperti tidak memiliki perasaan
"Memangnya aku siapa harus di ketahui oleh orang seperti dirimu?" ucap Luke sambil menaikan kacamatanya dengan seringainya
"Harus kamu ketahui, aku tidak akan memberikan ampun kepada orang asing yang masuk kedalam kesadaran orang lain secara sembarangan," ucap Reina dengan tatapan dingin sambil mengeluarkan senjata yang tidak pernah di lihat olehnya
"Dor... dor..."
'Benda apa itu? Apapun itu aku harus menghindarinya ditambah lagi ini adalah alam bawah sadarnya, aku tidak bisa bertindak sebebasnya,' ucap Luke di dalam hatinya sambil menghindari tembakan dari pistol itu namun siapa menyangka kalau peluru itu telah di pasangkan sihir hingga dia harus mengenai lawannya
"Ugh..." ucap Luke sambil memegang lukanya yang terkena tembakan
"Menyerah dan katakan siapa dirimu,"
"Aku dengan senang hati akan melepaskan dirimu, dan kita akan berbicara dengan baik-baik," ucap Reina dengan seringai dingin dan tatapan yang haus akan darah sambil menodongkan senjatanya
"Sebelum itu ada yang ingin aku tanyakan kepadamu,"
"Kenapa kamu melindungi gadis yang menangis itu? Apakah dia begitu penting untukmu?" tanya Luke sambil menahan rasa sakit
"Ah... dia..."
"Dia adalah orang diriku dengan perasan penderitaan dan aku adalah orang yang telah menutup perasaan itu untuk kebaikan dirinya,"
"Dia akan selalu menangis jika dia mengalami kesakitan dan di sakiti terus-menerus,"
"Aku tidak suka dengan dirinya yang begitu lemah, oleh karena itu aku mengurung dirinya untuk melindungi dirinya,"
"Dan dirimu hanyalah seorang pengganggu yang ingin menyakitinya juga kan?" ucap Reina sambil menatap gadis itu kemudian menatap Luke dengan tajam
"Menurutmu? Apakah selamanya dia harus berada di bawah perlindungan dirimu itu? Apakah dia harus selalu kamu jaga hingga maut tiba?"
"Bukankah kamu tid-"
"BERISIK, KAMU TIDAK TAU APAPUN TENTANG DIRINYA DAN DIRIKU,"
"SUDAH KU DUGA LEBIH BAIK KAMU MATI SAJA," sela Reina sambil menembak ke arah kepala Luke
"Di luar sana masih banyak orang yang menantikan dirinya kembali seperti semula,"
"Jika menurutmu itu lebih baik coba kamu pikirkan apakah Reina membutuhkan dirimu yang seperti itu?" ucap Luke sambil berdiri di belakang Reina
"Bagaimana bisa kamu berpindah tempat secepat itu?
__ADS_1
"Tidak mungkin itu terjadi...."
"Jelas-jelas... tadi..." ucap Reina dengan tatapan terkejut menatap Luke yang di belakangnya tiba-tiba dan tidak ada luka di kepalanya
"Tentu saja bisa, aku adalah orang yang bisa mengendalikan kesadaran orang lain jika emosi mereka sedang tidak terkontrol dan hanya fokus kepada satu titik,"
"Jangan pernah kamu meremehkan salah satu anggota NHBNTA, semua mimpi tidak ada yang berada tidak di jangkauan diriku,"
"Mimpi manis setiap manusia, mimpi buruk setiap manusia, setiap impian-impian yang mereka harapkan ada semua itu berada di genggaman diriku asalkan aku bisa memahami yang terjadi," ucap Luke sambil menyeringai lebar dan menatap Reina dengan penuh kemenangan
"Kamu..."
"Aku tidak akan membiarkan dirimu melakukannya, karena Reina tidak mungkin akan bahagia di kehidupan miliknya," ucap Reina sambil berlari memegang sebuah belati
"Hah..."
"Mari kita sudahi bermain-main ini,"
"Aku jamin dia akan bahagia karena dia memiliki orang yang sangat menyayangi dirinya justru jika dia berada di kegelapan ini..."
"Tidak akan ada kebahagian yang terbaik untuk dirinya, jadi aku akan membawanya kembali,"
"Darkness disappears,"ucap Luke sambil menjentikkan jarinya seketika Reina yang ingin menusuknya itu tiba-tiba memudar dan menghilang
"Reina, bisakah kamu menatapku," ucap Luke sambil berjalan ke hadapan anak kecil yang sedang menangis itu
"Kamu siapa?" ucap gadis kecil itu sambil menatap Luke
"Sebelum bertanya bisakah kamu membuka sihir pelindung ini," ucap Luke sambil menunjuk sihir pelindung itu
"Aku tidak akan membukanya karena aku tidak mengenalmu, kamu baik atau jahat aku tidak tau," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya
'Kenapa nona muda kecil ini sangat sulit di ajak diskusi, untung dia anak kecil kalau tidak sudah aku banting dari tadi,' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan kesal
"Tenang saja, aku bukan orang jahat jadi tolong buka ya?" ucap Luke sambil tersenyum lembut ke arah Reina
"Tidak, aku tidak mau..."
"Mana mungkin ada orang jahat yang mengaku dirinya jahat, itu adalah salah satu tipu muslihat dari seorang penjahat," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya
"Hah..." Hela nafasnya sambil berusaha bersabar
"Aku adalah anak kecil yang pernah di pungut Master Dalbert saat di tengah salju itu,"
__ADS_1
"Apa kamu ingat aku?" ucap Luke dengan tatapan lembut
"Aku memang ingat kalau kakakku pernah memungut seorang anak saat badai salju itu tapi dia adalah anak kecil bukan orang tua seperti dirimu," ucap Reina dengan tatapan kebingungan
'Orang tua?! aku baru berumur 20 tahun dan kamu seenaknya mengatakan kalau aku orang tua, untung kamu adik perempuannya Master kalau tidak sudah aku jadikan daging cincang sejak kamu masih kecil,' ucap Luke dengan tatapan yang bersabar
"Hah... aku bukanlah orang tua, aku adalah orang dari 14 tahun yang akan datang,"
"Aku ingin berbicara dengan dirimu dan membawamu bertemu dengan Master Dalbert,"
"Kamu mau kan? aku berjanji aku tidak akan melakukan hal yang membuat hatimu sakit atau membuat dirimu menangis,"
"Dan juga mereka semua sedang menunggu dirimu di luar sana, Apa kamu yakin mau tetap terus berada di sini?" ucap Luke sambil mengulurkan tangannya dengan tatapan hangat
"Mereka? Apa mereka adalah orang yang sangat hangat dan baik?" ucapnya dengan polos
"Tentu saja," ucap Luke sambil menganggukkan kepalanya
"Baiklah, aku percaya kepadamu dan berjanjilah kalau kamu benar-benar membawaku kepada dia," ucap Reina dengan tatapan tajam kemudian berjalan melewati sihir pelindung yang dibuatnya
"Gendong aku," ucap Reina sambil menatap ke atas dan mengulurkan tangannya
'Sabar... begini sekali aku harus mendapatkan kepercayaan dari dirinya yang kecil,' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan kesal
"Baiklah," ucap Luke sambil menggendong gadis kecil itu
"Hummm... sihir hitamnya tiba-tiba menyusut?!"
"Apa yang terjadi?" ucap Dalbert sambil berlari masuk ke dalam mansion
"Eh? keduanya pingsan?" ucap Dalbert dengan tatapan kebingungan menatap kedua orang yang terbaring di atas lantai itu serta luka yang ada di lengan Luke
"Sepertinya memang Luke berhasil menyelamatkan Reina hingga mengorbankan lengannya itu,"
"Dia memang bisa di andalkan, tapi terlalu bodoh,"Gumam Dalbert sambil tersenyum tipis
"Dezria, obati Luke, aku ingin memindahkan Reina ke kamarku,"
"Dia pasti telah menggunakan semua sihirnya dan untuk sementara dia tidak akan bisa menggunakan sihirnya sampai beberapa bulan kedepan,"ucap Dalbert sambil menggendong adik perempuannya yang pingsan itu
"Baik tuan pemimpin," ucap Dezria dengan tatapan yang pasrah
'Bagaimana caranya tubuhku yang kecil memindahkan dirinya?' ucap Dezria di dalam hatinya sambil menatap orang yang di depannya
__ADS_1
Apakah yang akan terjadi saat Reina bangun? Apakah mereka akan menjadi atasan dan bawahan yang akur dan saling percaya? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA