Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 106 Kamu mau menangis ya karena terharu?


__ADS_3

"Reina, kebetulan sekali kita bertemu di depan pintu," ucap Absyara sambil berjalan menuju depan pintu dewan kesiswaan


"Ah... kamu juga di undang?" ucap Reina sambil tersenyum


"Iya, bagaimanapun aku juga ikut merayakan kesembuhan dirimu," ucap Absyara sambil tersenyum


"Kemana adik perempuanmu?" tanya Reina sambil menatap ke arah belakang Absyara yang kosong


"Yuri ya, dia bilang dia sedang pergi bersama seseorang untuk datang nanti, oleh karena itu dia meninggalkan aku sendirian,"


"Dia memang adik yang tidak tau di untung," ucap Absyara dengan tatapan kesal


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau sekarang kita masuk," ucap Reina sambil membuka pintu ruangan dewan kesiswaan


"Reina, selamat atas kesembuhannya," ucap semua orang yang berada di dalam ruangan menyambut Reina dengan tatapan berbahagia


"Kalian... aku sangat terharu dengan pesta penyambutan ini terima kasih semuanya," ucap Reina dengan tatapan bahagia yang tidak tertahankan sampai mata berkaca-kaca


"Woah... kamu mau menangis ya karena terharu? menangis lah di sini hanya teman dekat semua kok dan daripada hanya berada di luar bukankah lebih baik langsung masuk," ucap Absyuri sambil menarik Reina


"Yuri, kamu datang kesini dengan siapa? Aku tidak menyangka kamu bahkan datang lebih awal dibandingkan denganku," ucap Absyara dengan tatapan tajam


"Tentu saja dengan laki-laki di sana," ucap Absyuri menunjukkan ke arah James


"Hee... Kamu suka dengannya?" tanya Absyara sambil menatap James dengan datar


"Tentu saja, dia sangat baik kepadaku kenapa juga aku tidak menyukainya, kalau di izinkan untuk menikah dengannya aku pun menginginkannya," ucap Absyuri sambil menyeringai ke arah James sedangkan James menyemburkan minuman yang di minumnya setelah mendengarkan ucapan dari gadis itu dan merasakan kalau akan ada hal buruk yang akan terjadi kepadanya nanti.


"James, bisakah nanti kita berbicara enam mata," ucap Absyara dengan tatapan yang begitu haus darah


'Ada apa lagi denganku yang di masukkan ke dalam hubungan keluarga mereka,' ucap James dengan tatapan merinding


"Kenapa bisa enam mata? padahal mata kalian kan hanya dua," sambung Yuria dengan tatapan kebingungan


"Yuria, kamu jangan suka ikut campur dengan urusan orang lain, aku takut nanti kamu terluka," ucap Shun sambil menyeret tunangannya untuk duduk di pojok

__ADS_1


"Aku sangat senang kalau salah satu dari anggota dewan kesiswaan akhirnya kembali ke akademi," ucap Derick sambil tersenyum menatap Reina


"Terima kasih Derick," ucap Reina sambil tersenyum


"Reina, ini hadiah untuk kesembuhan dan kembalinya dirimu ke akademi, ini adalah artefak yang bisa melindungi dirimu dari bahaya, tapi aku memberikan ini bukan karena aku khawatir atau takut kamu kenapa-kenapa, aku memberikan ini hanya tidak ingin dimarahi atau di bebankan pekerjaan yang kamu lakukan," ucap Asmodeus dengan muka yang memerah


'Dia memberikannya dengan ikhlas sih tapi kenapa aku merasa kalau dia ingin menyindirku karena aku tidak mengerjakan pekerjaan yang aku lakukan di dewan kesiswaan selama lebih dari satu minggu,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan yang suram


"Reina, kamu harus makan kue yang kami buat bersama," ucap James sambil menyodorkan sepiring kue kepada Reina


"Woah... terima kasih, membuatnya bersama? padahal tidak perlu melakukan hal yang berlebihan seperti ini," ucap Reina dengan perasaan senang mengambil kue yang di sodorkan oleh James


"Kalian sepertinya benar-benar berusaha membuat kuenya ya, sampai-sampai membuatku terharu,"


"Asmodeus, apa kamu menemani mereka dalam membuat kue?"ucap Reina sambil menangis


"Mereka bilang mereka bisa membuat sendiri jadi aku tidak tau, bagaimana jadinya kuenya tapi kelihatannya kalian baik-baik saja," ucap Asmodeus menatap Reina yang menangis bahagia


'Pantas saja, kuenya sangat asin dimana rasa manis kuenya, mereka ingin membuat aku darah tinggi dan tinggal di rumah lagi ternyata,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan sedih


"Humm... enak kok," ucap Reina sambil menganggukkan kepalanya


"Kalau begitu lain kali serahkan kepadaku tugas untuk membuat cemilan," ucap Yuria sambil tersenyum


'Ternyata kamu yang mengusulkan untuk membuat kue,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan ingin menangis


"Tidak... tidak... Yuria biarkan aku saja yang membuatnya karena bagaimana pun ini juga merupakan tanggung jawabku untuk memasak di sini," ucap Reina sambil memegang bahu Yuria


"Ketua, apa ketua tidak ingin minum-minum bersama kami," ucap Absyara sambil meminum jus


"Kalian saja masih di bawah umur bagaimana bisa aku mengajak kalian untuk minum-minum dan juga kalian adalah wajah dari akademi jangan membuat hal konyol, aku bisa di bunuh dari wakil kepala akademi," ucap Derick dengan tatapan datar


"Siapa yang bilang kami akan minum-minum yang mengandung alkohol? Apa kamu tidak melihat kami hanya minum teh dan jus?" ucap Shun dengan tatapan datar


"James, apa kamu yakin ingin bergabung dengan kami? dibandingkan dengan tuanmu? padahal kamu adalah anjing yang sangat setia," ucap Derick sambil tersenyum

__ADS_1


"Aku ingin bersamanya tetapi dia telah menghancurkan ekspetasi ku walaupun begitu aku akan tetap datang ketika dia membutuhkan bantuan ku," ucap James sambil menaikan kacamatanya dan tatapan dingin


"Bagaimana kalau kamu bergabung dengan organisasi kami? aku menjamin ini tidak akan merugikan dirimu dan kamu juga akan lebih berguna di sana bagiamana? ini adalah sebuah tawaran yang sangat menarik kan?" ucap Derick sambil menyeringai


"Memang benar menarik, tapi bisakah kamu memberikan aku sedikit waktu? aku akan memikirkannya lagi," ucap James sambil tersenyum pahit


"*Albern, bukankah kamu bilang kamu ingin pergi makan siang bersamaku," ucap Elena dengan muka yang cemberut


'Ah... dia benar-benar melakukannya, aku tidak menyangka,' ucap Blake di dalam hatinya sambil menatap Elena dengan tatapan senang*


'Dia benar-benar mendadak menjadi laki-laki yang sangat-sangat buruk, aku bahkan tidak bisa membayangkan jika hubungannya yang berlebihan dengan seorang yang dekat dengan para pendeta itu,' ucap James dalam lamunannya


'Sepertinya James benar-benar sudah mulai bimbang dengan keinginannya sesuai dengan perkataan Dalbert kalau dia sekarang pasti sedang ragu apakah dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik untuk melindungi Albern atau malah menjadi pengkhianat di antara hubungan mereka, kalau James terlibat otomatis Asmodeus akan ikut aktif dalam hal ini,'


'Dalbert selalu saja memanfaatkan keadaan yang ada ya, ini sedikit mengecewakan tapi layak untuk di nantikan,' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap James


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Maafkan aku terlambat, tadi aku masih ada sedikit urusan," ucap Blake langsung melangkah masuk ke dalam ruangan


"Tidak masalah, kami baru saja memulainya," ucap Reina sambil tersenyum


"Jadi, aku ketinggalan apa?" tanyanya sambil mengambil minuman yang ada di atas meja


"Tidak ada hal yang sangat-sangat penting untuk di bahas sih, jadi hanya topik pembicaraan yang tidak jelas saja," ucap Absyara sambil mengangkat gelasnya


"Hee... begitu kah? kalau begitu Reina sekali lagi aku ucapkan selamat datang kembali ke akademi," ucap Blake sambil tersenyum


"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu


"Jadi kalian semua ada di sini? kalian tidak mengundangku yang juga seorang anggota dewan kesiswaan?" ucap suara yang tidak asing untuk mereka dan membuat Reina merasa sesak


Siapa orang yang dimaksud? Kenapa Reina merasa sesak? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2