
"Aku... tau kalau tidak bisa menyelesaikan masalah dengan hanya beralasan,"
"Aku juga tidak tau, berapa banyak luka yang aku torehkan kepada Reina,"
"Dan aku memang belum paham apa arti dari kata cinta itu sendiri,"
"Tapi aku berjanji akan berusaha keras untuk melindungi dirinya dan melindungi perasaannya," ucap Albern sambil menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya
"Hoh... kamu masih punya tenaga untuk berbicara omong kosong ya?" tanya Dalbert dengan tatapan dingin dan tajam
"Kalau begitu, aku akan melihat seberapa besar masihnya keberanian milikmu itu," ucap Dalbert sambil menjentikkan jarinya
Seketika tekanan dengan sihir kegelapan yang luar biasa menekan Albern.
"Ugh... uhuk..."
'Aku harus bertahan, kalau tidak aku tidak bisa membuktikan diriku pantas untuk berada di sisi Reina,' ucap Albern di dalam hatinya dengan perasaan teguh
'Kalau begini, tuan pemimpin bisa membuatnya mati,' ucap Absyuri melalui telepati
'Kakak, kamu harus menghentikan tuan pemimpin,' ucap Absyuri di dalam telepati sambil menatap Absyara
'Bukankah kamu tau kalau tidak ada yang berani menentang tuan pemimpin, menurutmu dia akan mendengarkan aku?' ucap Absyara dengan perasaan merinding
'Kakak adalah seorang kakak dia pasti ingin mendengarkan kakak,' ucap Absyuri sambil menatap Absyara dengan tatapan percaya
'Hah... Baiklah, akan aku lakukan,' ucap Absyara sambil menghela nafasnya
"Tuan pemimpin, saya harap anda menghentikan tekanan anda kepada pewaris takhta kerajaan selanjutnya," ucap Absyara sambil berlutut di hadapan Dalbert
"Terus kenapa? kalau dia seorang pewaris tahta kerajaan, kamu takut kalau keluarga kerajaan akan membunuh kita," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan perlahan-lahan memberikan tekanan kepada Absyara
"Tidak tuan pemimpin, maksud saya anda membunuh demi nona Reina atau demi menyingkirkan orang yang membuat nona Reina menderita? Apa menurut tuan pemimpin nona akan bahagia setelah ini? Apa menurut tuan pemimpin nona akan menerima kenyataan kalau dia adalah pemilik sihir hitam yang terlarang dan menyingkirkan orang yang membuatnya menderita adalah pemilik sihir hitam," ucap Absyara dengan perasaan ketakutan menatap ke arah Dalbert
"Reina, tidak akan mengetahui apapun setelah ini dan aku pastikan kalau dia hanya akan merasakan kebahagiaan," ucap Dalbert sambil berjalan ke arah Absyara
"Absyara, kamu tau aku memilihmu dan adikmu karena apa? karena kamu memiliki orang yang akan kamu lindungi dan seharusnya kamu bisa memikirkan itu dengan baik jika adik perempuanmu berada di posisi adikku, kamu seharusnya pah-"
"Sampai kapan anda akan melindungi nona Reina? kebahagiaan apa itu akan menjamin kalau dia akan hidup dengan baik? Aku tidak akan melakukan hal yang sangat egois untuk Absyuri karena aku rasa banyak hal yang harus dia pahami tentang dunia yang kejam ini tidak hanya harus kebahagiaan selalu, dan jika seandainya aku tiada nanti, aku berharap kalau dia sangat siap menjalani dunia ini tanpa dirimu oleh karena itu aku tidak sepenuhnya memberikan dirinya kebahagiaan dan membuatnya merasakan beberapa hal dari sulitnya kehidupan," sela Absyara sambil mengigit bibirnya menatap Dalbert dengan tatapan tajam
"Jadi...? kamu berani menyela setiap perkataanku dan menganggap setiap perkataanku salah?" ucap Dalbert sambil tersenyum dingin
"Kalau begitu aku akan membuatmu tiada dulu sebelum aku meniadakan dia," ucap Dalbert sambil mengeluarkan pedangnya
'Apa aku akan mati disini, Absyuri kalau aku tiada kamu harus bisa hidup mandiri seperti yang telah aku ajarkan ya,' ucap Absyara di dalam hatinya sambil mengigit bibirnya kemudian tersenyum ke arah Absyuri
'Dia mau mengorbankan nyawanya untuk berbicara dengan Dalbert? dan ini juga salahku karena aku lemah yang di katakan oleh Dalbert semuanya benar, aku yang menyakiti Reina dan aku harus di singkirkan dari kehidupannya,' ucap Albern sambil menatap dengan tatapan terkejut
"Aku sangat berterimakasih kepadamu karena telah menjalankan tugasmu sampai saat ini, Absyara," ucap Dalbert sambil mengayunkan pedangnya ke arah Absyara
"Tring..." suara pedang yang di tangkis oleh sebuah belati melalui lemparan jarak jauh
__ADS_1
"Kakak, aku mendengar semua perkataan kakak dan kakak ingin membunuh orang karena diriku?"
"Kakak, mereka tidak salah apapun, Reina memang tidak mengetahui banyak hal yang di sembunyikan kakak di belakang Reina tapi Reina berharap kakak tidak membunuh demi kebahagiaan aku," ucap Reina sambil beranjak dari kasurnya dan menjentikkan jarinya
Seketika tekanan yang di berikan oleh Dalbert hilang, melihat Reina yang hanya menjentikkan jarinya untuk menghilangkan tekanan kegelapannya, Dalbert menatap dengan terkejut dan diam.
"Albern, maafkan aku, katakan kepadaku dimana sakit aku akan langsung mengobatimu," ucap Reina dengan tatapan khawatir
"Reina, kamu tidak perlu mengobati aku, aku tidak mengerti dirimu dan perasaanmu, aku sangat berterima kasih karena kamu selalu ada untukku,"
"Dan aku mencintaimu Reina," ucap Albern dengan suara yang begitu pelan
"Bodoh, jangan banyak berbicara kosong seperti itu Albern, kamu mati siapa yang akan menyukaimu," ucap Reina sambil menjentikkan jarinya lagi seketika luka dari Albern dan Absyara menghilang.
"Kakak, aku sudah tau kalau keluarga kita adalah pemilik sihir hitam dan jangan banyak melindungi diriku, karena aku bisa melindungi diriku sendiri kakak lihatkan,"
"Kakak selalu saja menanggung semua beban milikku, dan kakak aku mencintai siapa dan di sakiti siapa aku harap kakak tidak ikut campur terlalu jauh dengan perasaan pribadiku,"
"Jika kakak masih melakukannya, aku pastikan kakak tidak akan berbicara denganku bertahun-tahun lamanya," ucap Reina sambil menatap dingin ke arah Dalbert
"Dan Absyura, Absyuri, terima kasih telah menemaniku selama di akademi aku sangat senang,"
"Jika kalian ingin lepas dari keluarga Halmiton, aku mewakili kakakku dan keluargaku melepaskan kalian,"
"Reina, apa yang kamu katakan?" tanya Dalbert dengan tatapan terkejut
"Diam, kalau kakak berbicara lagi, aku akan laporkan kakak kepada Ayah dan ibu,"
Mendengarkan ucapan dari Reina, Absyara dan Absyuri saling bertatapan sedangkan Dalbert hanya diam dan merasa bersalah kepada adiknya.
"Nona Reina, aku berterima kasih karena nona telah mengobati lukaku dan menghentikan tekanan yang di berikan tuan Dalbert," ucap Absyara sambil menundukkan kepalanya dengan berlutut
"Tapi nona Reina, kami berdua telah memutuskan untuk setia selalu kepada keluarga Halmiton dan kepada tuan pemimpin," ucap Absyuri sambil berjalan ke arah Reina kemudian berlutut
"Begitu ya, kalau begitu aku mohon bantuannya untuk menjaga kakakku yang berpikiran sempit ini, aku tau kakak selalu berlebihan jika tentang diriku oleh karena itu aku harap kalian berdua membantunya sedikit berpikir tentang setiap kondisi ini," ucap Reina sambil menatap Absyara dan Absyuri sambil tersenyum
"Kakak, kamu dengar itu bawahan yang ingin kamu akhiri hidupnya, ingin setia kepadamu," ucap Reina dengan tatapan tajam dan kesal kepada kakaknya
"Karena semuanya sudah jelas, Reina apa boleh kami meminjam kemampuan keluargamu untuk menyelesaikan masalah?" tanya James sambil menaikan kacamatanya
"James Clover, kamu bilang apa barusan? meminjamkan kemampuan keluargaku kamu pikir keluargaku barang?" tanya Dalbert dengan tatapan dingin
"Tidak, maafkan aku," ucap James dengan ketakutan
"Dan Reina, kakak sadar kakak salah karena menganggap kebahagiaanmu lebih penting dan tidak peduli dengan nyawa orang lain,"
"Maafkan kakak ya?" tanya Dalbert sambil berjalan ke arah Reina
"Tentu saja kakak, bagaimanapun juga kita adalah keluarga," ucap Reina sambil tersenyum kecil
"Kalau begitu hari ini, aku akan pulang dengan Albern karena ada masalah pribadi yang harus aku selesaikan dan kakak pulang bersama si kembar ya," ucap Reina sambil tersenyum
__ADS_1
'Hah... karena aku kelepasan melihat Reina pingsan kedua kalinya, sekarang aku harus menanggung yang terjadi,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan tatapan pasrah
"Baiklah, lakukan sesukamu dan aku harap kamu pulang tepat waktu Reina, jika tidak kakak benar-benar memastikan kalau keluarga kerajaan akan hancur dan akan di gantikan dengan keluarga Halmiton," ucap Dalbert sambil mengelus kepala Reina
"Iya, aku tau," ucap Reina sambil tersenyum kaku
"Terima kasih, atas pengajarannya Dalbert, aku akan mengingat selalu yang terjadi hari ini dan menjadikannya pelajaran, aku akan melindungi Reina walaupun kemampuan yang aku miliki tidak seberapa," ucap Albern sambil menggenggam tangan Reina dan tatapan dingin
"Baiklah, pergilah sebelum aku membuatmu luka lagi," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan tajam
"Kakak, kami pergi dulu," ucap Reina sambil tersenyum dan berjalan mengikuti langkah Albern dari belakang
Di koridor sekolah...
"Reina, maafkan aku karena sering menyakiti perasaanmu," ucap Albern dengan tatapan sedih
"Tidak, aku lah yang seharusnya minta maaf karena aku egois dan tidak memikirkan dirimu sedang kesulitan," ucap Reina sambil tersenyum pahit
"Kalau begitu, Reina aku harap selama liburan ini kamu ingin menghabiskan waktu denganku kan?" tanya Albern sambil menghentikan langkahnya kemudian berjongkok di hadapan Reina dan mencium punggung tangan Reina
"Akan aku pertimbangkan, karena aku orang yang sibuk," ucap Reina sambil tersenyum kecil
Di ruang perawatan...
"Kamu kalah ya tuan pemimpin, tidak heran sih kamu sangat menyayangi adikmu bahkan sampai diam seperti itu menerima semua perkataan tajam adikmu," ucap Derick sambil tertawa kecil
"Diam, urus saja urusanmu sendiri," ucap Dalbert dengan tatapan kesal
"James, aku harap kamu merahasiakan yang terjadi hari ini karena yang terjadi hari ini adalah lepasnya kendali Dalbert, dan kamu sudah melihatkan kalau Dalbert bukan orang yang bisa kamu hadapi," ucap Derick sambil menyeringai
"Untuk kalian berdua, pulanglah ke kediaman Derick bersamaku, aku takut kalian di berikan latihan berat oleh Dalbert sebagai pelampiasannya," ucap Derick sambil tersenyum kecil
"Hah... kejadian hari ini akan menjadi teguran untukku dan aku juga meminta maaf karena aku telah melewati batas emosiku dan terima kasih karena kalian berdua masih ingin setia kepadaku," ucap Dalbert sambil menghela nafasnya dan menatap kembar itu
"Kami tidak apa-apa, kami paham dengan kekhawatiran tuan pemimpin," ucap Absyara sambil tersenyum
"Derick, tetap jalankan semuanya sesuai dengan rencana jangan sampai ada masalah," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Baiklah, tuan pemimpin," ucap Derick sambil berlutut
Kemudian Dalbert pergi dengan sihir teleportasinya.
"Dia masih saja selalu kaku," ucap Derick dengan perasaan sedih
"Kalian berdua kerja bagus, untuk mencegah dia melakukan masalah yang konyol," ucap Derick sambil mengelus kepala Absyura dan Absyuri
"Tidak apa-apa, kami juga ingin melindungi kehormatan keluarga Halmiton," ucap Absyuri sambil tersenyum
"Aku harap, dia bisa membuat semua keadaan menjadi lebih baik dan membuka dirinya sendiri sebagai teman tidak banyak yang bisa aku bantu," ucap Derick sambil memandang pemandangan sore hari dari balik jendela
Apakah hubungan Reina dan Albern akan bertahan lama? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
__ADS_1
REINKARNASI REINA