Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 33


__ADS_3

"Ah iya, Yuria bisa keluar sebentar nanti kalau sudah selesai akan aku panggil untuk masuk ke dalam ruangan," ucap Blake sambil tersenyum


"Ummm... baiklah kalau begitu," ucap Yuria dengan ragu sambil berjalan meninggalkan ruangan dan menutup pintu


"Kalau begitu sekarang aku akan melaporkan hal ini kepada Derick kemudian memberikan hukuman kepada mereka," Gumam Yuria sambil mengepalkan tangannya dengan erat dan berjalan menuju keruang dewan kesiswaan


"Luka ini kemungkinan bisa saja berbekas, karena ini sihir tingkat tinggi dan juga di antara 5 keluarga bangsawan yang menggunakan cambuk sebagai senjata, keluarga bangsawan mana yang kalian buat marah anggota keluarganya?" tanya Blake sambil mengobati lukanya


"Dan bukannya ada peraturan kalau penggunaan sihir atau senjata dilarang kalau di luar jam pelajaran yang di berikan dan hari ini juga kalian tidak memiliki kelas menggunakan sihir ataupun senjata sihir kalaupun punya, Yuria tidak mungkin terlibat langsung dan membawamu langsung kesini," ucap Blake sambil menatap Shun


"Kenapa kamu begitu ingin tahu dengan apa yang terjadi?" tanya Shun dengan nada kesal


"Humm... karena aku melihat raut wajah Yuria panik dan merasa bersalah kepadamu," timpalnya lagi


"Dan aku juga merasa kalau kalian habis bertengkar," timpalnya lagi


"Kamu seorang peramal dan pembaca pikiran ya?" tanya Shun dengan tatapan tajam


"Mana mungkin, kalau iya aku akan dianggap menggunakan sihir terlarang dan melakukan perjanjian dengan iblis," Ucap Blake sambil merapalkan sihirnya ke luka cambukan


"Kemampuanku dalam menggunakan sihir pengobatan, tidak bisa mengobati luka yang terlalu dalam atau berat karena itu sihir tingkat tinggi dan aku belum mempelajarinya," Ucap Blake dengan tatapan pasrah


"Tidak apa-apa yang penting luka ini cepat terobati itu saja sudah cukup, mau berbekas atau tidak itu tidak masalah," ucap Shun sambil tersenyum

__ADS_1


"Hee... Tidak apa-apa, apa karena ini luka yang didapatkan karena melindungi gadis yang kamu sukai?" tanya Blake sambil menyeringai melihat Shun


"Mana...mungkin, aku menyukai gadis yang begitu kasar dan pikiran pendek seperti itu," Ucap Shun dengan gugup


"Ternyata memang benar karena Yuria ya?" goda Blake sambil menyeringai


"Blake, aku bilang mana mungkin aku suka dia," Teriak Shun dengan muka yang memerah seperti kepiting rebus


"Kenapa kamu berteriak sudah kuat ya?" tanya Blake sambil menyentuh luka Shun yang sedang di obati


"Akhhhh... Blake bisakah kamu tidak menyentuh lukaku secara langsung, ini lebih menyakitkan daripada diseterilkan menggunakan obat," Ucap Shun sambil mengelukan air matanya


"yah, maaf aku pikir kamu sudah kuat berteriak jadi aku coba menyentuhnya," ucap Blake sambil tersenyum


"Shun, kalau kataku lebih baik kamu jujur dengan perasaanmu itu kalau tidak kamu akan ditikung oleh laki-laki lain dan kemudian kamu akan menyesali perasaan yang kamu sembunyikan selama ini," ucap Blake sambil melanjutkan pengobatan Shun


"Hah?" Ucap Shun dengan kebingungan


"Siapa yang suka dengan gadis seperti dia, kalaupun ada berarti dia buta," ucap Shun dengan kesal


"Yah misalnya aku yang mau mengejar Yuria?" goda Blake sambil tersenyum


"Kamu yakin? dari sekian banyak gadis kamu suka Yuria Blake," Ucap Shun dengan kebingungan dan kesal melihat temannya menjawab seperti itu

__ADS_1


"Kenapa kamu kesal? Bukannya kamu bilang kamu tidak suka dengan dia?" tanya Blake dengan tatapan pura-pura tidak mengerti


"Yah, intinya jangan suka dengan dia," ucap Shun dengan kesal


"Kenapa kamu yang melarang?" tanya Blake sambil menyeringai


"KARENA AKU SANGAT MENYUKAINYA DAN MENCINTAI DIRINYA," Teriak Shun ke arah Blake dengan tatapan marah


"Tenanglah aku hanya bercanda dan akhirnya kamu mengakuinya kalau kamu menyukainya," ucap Blake dengan tatapan terkejut


"Blake, kamu sungguh keterlaluan," ucap Shun dengan muka merah dan hingga tidak ingin berbicara dengan Blake


Kemudian suasana yang begitu ribut hening kembali


Disisi lain Yuria yang memiliki emosi yang sudah dipuncak berada di depan pintu ruangan dewan kesiswaan.


"Tok...Tok...Tok..." suara ketukan pintu


"Ini aku Yuria" ucap Yuria dari luar pintu


"Masuklah Yuria" ucap sang ketua dewan itu dari Balik pintu


Apakah Yuria di izinkan memberikan mereka hukuman? Apakah setelah dia jujur kepada Blake tentang perasaannya kepada Yuria dia akan mengatakannya secara langsung? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah takdir mereka akan terhubung?

__ADS_1


SI PEMERAN ANTAGONIS


__ADS_2