
Di perpustakaan...
"Humm... Albern apa kamu tidak heran kenapa Dalbert kembali ke kediaman Marques secara tiba-tiba?" bisik James sambil berpura-pura membaca buku
"Kamu mengajakku ke perpustakaan untuk bergosip? lebih baik aku pergi ke ruangan kerja di dewan kesiswaan" bisik Albern dengan kesal
"Apa kamu tidak tau aku ini orangnya baik, aku kesini mengajakmu ke perpustakaan untuk bertemu dengan Reina, Reina katanya sering berada di perpustakaan," Bisiknya ke arah Albern
"Berterimakasih lah kepada diriku yang baik ini," bisik James dengan perasaan bangga
"Hah... terimakasih," bisik Albern dengan dingin
"Eh? Aku pikir kamu tidak akan mengatakan terima kasih kepadaku cepat ulangi lagi kali ini aku akan merekam ucapanmu itu" ucap James sambil mengeluarkan alat perekam sihir
"Albern, ay-" ucap James kemudian mulutnya tidak bisa berbicara sama sekali
"Apa kalian tau ini adalah perpustakaan jadi jangan BERISIK," ucap sebuah buku yang terbang melayang itu dengan menekankan katanya di akhir
MAAFKAN AKU, TOLONG LEPASKAN SIHIR NYA tulisannya disebuah kertas
"Hump... kamu pikir semudah itu aku lepaskan?" ucap buku itu dengan tatapan marah
"Ada apa ini?" ucap Reina berjalan menuju ke arah keributan
'Reina, benar-benar ada disini aku pikir James hanya berbohong tapi kenapa ada Blake disini,' ucapnya di dalam hati sambil memandang Reina dengan tatapan lembut
'Kenapa ada Albern disini? tatapannya sangat menyeramkan,' ucap Reina di dalam hatinya sambil tersenyum kaku
__ADS_1
"Nona Reina, apa kabar?" ucap buku itu dengan ramah sambil menatap Reina
"Aku baik, wakil kepala penjaga perpustakaan ada masalah apa sampai temanku suaranya di hilangkan?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
"Eh... dia teman nona Reina? aku pikir teman nona Reina adalah kutu buku semua," ucap wakil penjaga perpustakaan itu sambil memandang James dengan tatapan kesal
"Begitulah, dia temanku maafkan dia karena membuat keributan," ucap Reina sambil tersenyum ramah
"Nona Reina hari ini kesini ada apa?" tanya wakil kepala perpustakaan
"Aku kesini untuk memakai ruangan khusus untuk belajar, ini kunci ruangan buktinya," ucap Reina sambil menyodorkan kunci ke arah wakil penjaga perpustakaan
"Kalau begitu, silahkan lewat sini lurus saja untuk nona Reina ruangan khusus itu bisa di pakai selama nona masih menjadi siswa akademi, karena nona Reina sering membantu kami merapikan perpustakaan tapi selama ini pasti kamu menginginkan ruangan itu kan di perpustakaan?," ucap wakil penjaga perpustakaan itu sambil tersenyum ramah
"Ehehe... terima kasih wakil penjaga perpustakaan tapi temanku bisakah aku membawanya juga," ucap Reina sambil tertawa kecil
"Baiklah, silahkan di bawa dan jangan membuat keributan seperti ini lagi," ucap wakil kepala perpustakaan
"Tentu saja kami ikut, akhirnya sihirnya di lepaskan," ucap James dengan tatapan lega
"Kalau begitu, kita masuk kesini," ucap Reina sambil memasukkan kunci yang di berikan untuk masuk ke dalam ruangan khusus
"Aku tidak menyangka kalau di perpustakaan selatan ada penjaga perpustakaan dan aku pikir hanya rumor kalau penjaga perpustakaannya adalah yang ter galak," ucap James dengan tatapan muram
"Tapi aku pikir juga hanya rumor kalau ruangan khusus perpustakaan selatan adalah yang termewah dan terbaik ternyata itu adalah benar," ucap James sambil menatap seluruh ruangan
"Tentu saja ini adalah ruangan khusus, sangat sulit untuk mendapatkan kuncinya," ucap Reina sambil tersenyum
__ADS_1
"Reina, bolehkah kami ikut denganmu saat belajar di perpustakaan?" tanya James sambil tersenyum
"Tentu saja boleh, ruangan khusus ini adalah salah satu ruangan terbesar di akademi dan ruangan ini hanya khusus mereka yang memenuhi syarat tidak peduli siapa dirimu kamu tidak akan di izinkan masuk kalau tidak memenuhi syarat yang di minta," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya
"Reina soal janji kamu kepadaku jangan lupa," ucap Albern dengan tatapan penuh perasaan
"Iya, tenang saja aku tidak lupa," ucap Reina sambil tersenyum kaku
"Ada janji apa kalian berdua?" tanya Blake dengan tatapan penasaran
"Bukan urusanmu Blake, ini urusan antara kami berdua," ucap Albern dengan tatapan dingin
"Tapi aku adalah temannya tentu saja aku harus tau," ucap Blake dengan tatapan kesal
'Kamu ingin pamer kalau kamu adalah tunangannya dan lebih dekat dibandingkan aku tidak bisa,' ucap Blake di dalam hati sambil menatap tajam dan dingin ke arah Albern
"James, ditugaskan oleh kakaknya Reina untuk menjaga Reina, mana mungkin aku berani melakukan sesuatu kepadanya dan walaupun kamu temannya tolong lakukan sewajarnya," ucap Albern sambil menyeringai ke arah Blake yang dibuatnya kesal
"Jangan mentang-mentang kalian berada di ruangan khusus kalian bisa bertengkar seenaknya ya, aku kesini untuk belajar jadi kalau ingin bertengkar silahkan kalian bersaudara keluar," ucap Reina dengan tatapan kesal
"Reina maafkan aku, aku tidak akan memulainya kalau bukan karena Albern," ucap Blake dengan tatapan memelas
"Hee... kamu dulu yang memulainya dengan menanyakan urusan pribadi antara kami berdua," ucap Albern dengan tatapan dingin
"APA KAMU BILANG?" teriak keduanya kemudian di seret oleh Reina untuk keluar ruangan
'Reina kenapa bisa sekuat itu menyeret mereka berdua,' ucap James dengan tatapan agak ketakutan dengan Reina
__ADS_1
Apakah James akan berani banyak bicara dengan Reina? Apakah yang akan di lakukan kedua saudara itu saat berada di luar pintu? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA