Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 186 Aku tidak bisa melakukannya


__ADS_3

"Kamu... Absyuri,"


"Kenapa kamu ada di akademi ini?" ucap James dengan tatapan terkejut setelah menoleh ke asal suara


"Kenapa tatapanmu seperti habis melihat hantu?" ucap Absyuri dengan tatapan kesal dan tajam


"Hah..."


"Tentu saja karena aku dan kakakku adalah siswa akademi," ucapnya lagi dengan helaan nafas panjang


"Kenapa kamu di sini?" ucap James dengan tatapan kebingungan


"Memangnya ini jalan milikmu hingga aku tidak boleh lewat," ucap Absyuri dengan tatapan dingin


'Kenapa jawabannya begitu dingin? Apa aku berbuat sesuatu yang salah?' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan karena dia sama sekali belum pernah berbicara dengan seorang gadis dengan baik


"Kamu tidak perlu banyak memikirkan kenapa aku begitu dingin atau ketus di matamu,"


"Hanya saja aku kesal kenapa orang seperti dirimu seperti orang yang tidak memiliki ambisi,"


"Dan hanya mengikuti bayangan seseorang saja, di tambah lagi kamu tidak banyak berinteraksi kepada banyak orang, seperti kamu tidak ingin terlibat dengan orang-orang yang sangat merepotkan,"


"Padahal di dalam hatimu seperti ada ambisi yang begitu gelap untuk membalaskan dendam orang tuamu namun kamu mengurungkannya," ucap Absyuri sambil menatap pohon besar di taman itu


"Kamu sedang mengarangkan Absyuri?" ucap James dengan senyuman pahit


"Aku tidak bisa mengarang tentang sesuatu yang terlihat melalui isi hati seseorang melalui matanya yang kosong dan seolah-olah membosankan," ucap Absyuri sambil menggelengkan kepalanya


"Hah..."


"Kalau begitu bisa kita akan berbicara sebentar," ucap James dengan tatapan dingin menggenggam tangan Absyuri kemudian teleportasi di dekat danau yang tidak jauh dari sekolah tetapi sepi

__ADS_1


"Karena kamu mengatakan kamu bisa melihat isi hatiku, aku ingin kamu mengatakan apa pun yang kamu lihat dan kamu ketahui mengenai aku supaya aku bisa yakin kamu tidak membohongi aku," ucap James dengan tatapan yang tajam ke arah Absyuri sambil mengaktifkan sihir peredam suara supaya tidak seorang pun yang mendengarkan pembicaraan mereka ataupun yang bisa melihat mereka


'Jadi itulah sebabnya dia membawaku ke sini untuk berbicara, aku pikir dia akan mengajakku bertarung,'


'Kalau dia mengajakku untuk bertarung, aku tidak akan bisa melakukannya,'


'Alam kesadaranku dan kakak terhubung jika aku terluka, dia juga akan merasakan sakit,' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan perasaan sedikit lega karena permintaan James bukanlah permintaan yang aneh-aneh atau sulit untuk di penuhi


"Kenapa kamu ingin tau isi hatimu dari orang lain? Bukankah kamu bisa mencari tau itu sendiri karena kamu adalah orang yang menjalankan semua isi hatimu?" ucap Absyuri dengan tatapan kebingungan karena permintaan James


"Aku tidak bisa melakukannya," ucap James dengan senyuman pahit


"Kenapa kamu tidak bisa melakukannya?"


"Kamu memiliki hati, kamu memiliki perasaan, kamu bisa berpikir dan kamu juga memiliki pemikiran yang bijaksana,"


"Kenapa kamu mengatakan hal semacam itu? Kamu bukan boneka atau tengkorak yang bisa di kendalikan tapi kenapa kamu tidak bisa melakukannya?" ucap Absyuri dengan tatapan kebingungan dan perasaan yang sedikit sedih


"Karena kamu adalah orang yang bisa mengikuti perasaan orang lain tapi kamu menutup dirimu supaya orang-orang tidak mengetahui perasaan yang kamu miliki,"


"Itu terbukti melalui detak jantungmu yang berbohong kalau kamu bisa menangis tapi tidak merasakannya, kamu bisa tertawa tapi kamu tidak merasakan perasaan berdebar-debar karena bahagia,"


"Kamu hanya mengikuti hati orang-orang saja,"


"Aku cukup lama memperhatikan dirimu sejak lama dan aku telah lama berpikir kenapa kamu begitu bisa lama bertahan seperti ini,"


"Beri tau aku tentang alasan kenapa kamu tidak benar-benar merasakan perasaanmu namun kamu hanya mengikuti perasaan orang lain," ucap Absyuri dengan tatapan serius dan cemas sambil menggenggam tangan James


Disisi lain kedua orang yang sejak awal berlari kini berhenti di sebuah taman yang sangat sepi dan jarang hampir di kunjungi oleh siswa-siswa.


"Sepertinya tempat ini sangat sepi,"

__ADS_1


"Kalau begitu di sini aman, Reina untuk sementara kita duduk di sini untuk beristirahat,"


"Aku yakin kamu lelah karena berlari dari tadi," ucap Albern dengan langkah yang terhenti di ikuti oleh Reina


"Baiklah," ucap Reina sambil menganggukkan kepala dan duduk di kursi yang ada di depan mereka


"Reina, apa kamu baik-baik saja?" ucap Albern dengan tatapan khawatir melihat muka Reina yang tidak berekspresi sama sekali hanya seperti orang linglung namun Reina hanya menjawab dengan menganggukkan kepala


'Aku rasa dia merasa takut karena kejadian tadi dibandingkan itu dia masih gemetaran karena hal yang telah terjadi kepadanya,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menatap badannya yang masih gemetaran


'Kenapa Albern memberikanku perhatian yang lebih? Bukankah dia seharusnya memberikan perhatiannya kepada Elena ditambah lagi kenapa dia begitu khawatir kepadaku dan begitu melindungiku?'


'Apa karena dia ingin menginterogasi perbuatanku barusan? Dia pasti ingin mendengarkan jawabanku untuk melihat apakah aku berbohong atau tidak? Walaupun aku menjawab yang sebenarnya dia pasti akan membunuhku karena aku yakin dia sangat menyayangi tokoh utama dibandingkan mendengarkan fakta yang keluar dari mulutku,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan ragu dan takut


"Reina, aku tidak akan meminta penjelasan apa yang terjadi tentang yang baru saja terjadi, karena aku yakin kamu tidak mungkin melakukan hal semacam itu, dan aku akan selalu berada di pihakmu tidak peduli apa pun yang terjadi aku pasti akan melindungi dirimu," ucap Albern dengan berlutut di hadapan perempuan itu dan memegang tangannya dengan lembut


"Kenapa kamu begitu percaya kepadaku Albern?" ucap Reina dengan tatapan terkejut melihat orang yang di depannya bisa begitu tulus kepada dirinya


"Karena kamu adalah kamu Reina, aku yakin kamu orang yang begitu baik dan tidak mungkin melakukan itu," ucap Albern dengan tatapan yang percaya kepada Reina


"Aku pernah bilang bukan, aku akan melindungi dirimu jadi itu tidak akan berubah walaupun kita tidak memiliki ikatan kertas itu lagi," ucapnya lagi dengan tatapan serius


"Jadi Reina aku harap kamu tidak perlu takut untuk meminta perlindungan atau kepercayaan kepadaku, karena aku pasti akan selalu berada di pihakmu," ucapnya lagi dengan tatapan serius


"Albern, kenapa kamu begitu peduli kepadaku? Bahkan orang yang berteman saja tidak mungkin bisa seperti ini percaya," Gumam Reina dengan kepala tertunduk menatap Albern


'Reina, aku rasa ini bukan saat yang tepat untuk aku mengatakan kenapa aku begitu peduli kepadamu,'


'Tapi nanti saat semuanya telah selesai jadi aku akan memberikan penjelasan kepadamu,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan penuh keraguan


Mungkinkah James mengatakan alasannya? Apakah Albern bisa membuat hati Reina yang ragu menjadi Yakin? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2