
Di ruangan yang memiliki segunung kertas yang di tumpukkan...
"Aku heran kenapa aku pergi untuk bekerja kertas yang ada di wilayah ini juga banyak?" Gerutu laki-laki itu sambil menulis dokumen-dokumen yang tertumpuk
"Master, mau sampai kapan anda menggerutu seakan-akan saya tidak berada di ruangan ini dan tidak mendengarkan ucapan anda?" ucap Luke dengan tatapan dingin ke arah tuannya itu
"Kenapa kamu akhir-akhir ini seperti orang yang sangat giat bekerja? Apakah ada sesuatu masalah yang mengganggu dirimu?"
"Karena aku merasa kalau ini bukan seperti dirimu," ucap Dalbert sambil menulis tanpa menoleh
"Master, Anda tidak perlu mengkhawatirkan diri saya sama sekali karena saya tidak ingin hal seperti membebani anda,"
"Ditambah lagi ini bukan masalah yang begitu besar sehingga saya harus menceritakannya," ucap Luke dengan tatapan yang dingin
"Baguslah kalau begitu, aku takutnya nanti yang ada itu malah membuat dirimu bekerja berlebihan,"
"Kamu tau kan semua anggota NHBNTA sekarang mendapatkan gelar bangsawan, mereka punya wilayah mereka masing-masing untuk di urus ditambah lagi mereka hanya datang pada saat rapat yang telah di tentukan jauh-jauh hari sebelum oleh karena itu aku tidak ingin kehilangan orang yang kompeten seperti dirimu," ucap Dalbert dengan senyuman tipis
"Tok... tok... tok..." Suara ketukan pintu yang kemudian pintu itu di buka dari luar pintu
"Kakak, apakah kakak sibuk?" ucap Reina yang memasuki ruangan dengan menatap kakaknya
"Reina, ada apa sampai kamu datang kemari?" tanya Dalbert dengan tatapan kebingungan
"Kakak, sepertinya kakak sedang sibuk ya? Kalau begitu aku akan kembali nanti," ucap Reina yang telah setengah berjalan masuk kemudian berbalik badan menuju ke arah pintu ruangan
"Tunggu, kakak tidak benar-benar sedang sibuk jadi jangan pergi dengan cepat kemari dan bicaralah,"
"Apa yang membuat dirimu datang ke sini Reina," ucap Dalbert yang kemudian beranjak dari kursinya langsung duduk di kursi panjang untuk minum teh bersama adik perempuannya
'Master, pekerjaan anda masih segudang jadi tolong jangan hanya membuat adik perempuan anda menjadi prioritas utama,' ucap Luke di dalam hatinya dengan tatapan lelah
"Luke, apa kamu tidak ingin ikut minum teh bersama? Kamu begitu terlihat lelah," tanya Reina yang menatap Luke yang begitu lelah
"Terima kasih atas tawarannya nona Reina,"
"Maaf tapi saya masih memiliki banyak pekerjaan jadi tidak ada waktu untuk saya bersantai sekarang," ucap Luke dengan senyuman profesional yang telah di latih sejak menjadi pelayan keluarga Halmiton
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, aku harap kamu juga memperhatikan waktu istirahatmu karena keluarga Halmiton masih membutuhkan dirimu dalam mengerjakan pekerjaan berkas," ucap Reina tanpa pikir panjang
'Kakak dan adik ternyata sama saja, aku pikir mereka mengkhawatirkan kesehatanku tapi ternyata pekerjaan dan kemampuanku yang mereka khawatirkan,'
'Memang darah itu tidak akan pernah menipu,' ucap Luke di dalam hatinya dengan perasaan tertusuk
"Jadi, Reina ada apa sampai kamu datang ke sini?" ucap Dalbert yang memegang cangkir teh
"Ah itu..."
"Bisakah kakak mengadakan kencan buta?" ucap Reina dengan tatapan yang bersemangat
"Prang...." Suara cangkir teh yang terjatuh
"Kakak, cangkir tehmu jatuh apakah kakak terluka?" ucap Reina dengan tatapan terkejut sekaligus panik melihat kakaknya menjatuhkan cangkir teh dengan kondisi yang melamun setelah mendengarkan ucapan adiknya
"Kakak, tidak apa-apa hanya saja kakak terkejut,"
"Akhirnya kamu sudah tidak menyukai dirinya lagi," ucap Dalbert dengan senyuman yang sedikit bahagia
"Kakak, apa yang kakak bicarakan ini?" ucap Reina dengan tatapan kebingungan
"Jangan bilang kakak mengira kalau aku yang menginginkan kencan buta seperti ini?" ucap Reina dengan tatapan dingin
"Memangnya untuk siapa lagi? kan cuma kamu satu-satunya anak perempuan dari keluarga Halmiton? tidak mungkin kakak harus mencarikan ayah pasangan baru lagi,"
"Bisa-bisa aku dan ayah yang akan dibantai dari ibu mengingat ibu adalah mantan kesatria yang sangat hebat dalam berpedang,"
"Jadi kalau bukan untuk dirimu untuk siapa lagi?" ucap Dalbert dengan perasaan merinding karena membayangkan dirinya di bunuh oleh orang tuanya
"Untuk kakak kan bisa," ucap Reina dengan tatapan yang tanpa bersalah
"Kamu ingat kalau kakak tidak akan menikah kalau belum menemukan perempuan yang seperti kriteria yang kakak tulis di buku catatan kakak," ucap Dalbert dengan tatapan bangga
"Kakak ternyata punya tipe idealnya, kakak harus ingat tidak semua perempuan itu sempurna,"
"Kalau kakak ingin sempurna maka nikahi saja diri kakak sendiri," ucap Reina dengan tatapan dingin
__ADS_1
"Kamu selalu mengatakan sesuatu tanpa di pikirkan, padahal aku sudah bilang kalau berbicara itu di pikirkan dulu sebelum berbicara tapi kamu malah berbicara dengan panjang dan lebar,"
"Aku takut membawa kamu ke pergaulan atas kalau seperti ini," ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Aku tidak tertarik dengan pergaulan atas jadi tidak masalah untukku tidak ikut,"
"Kembali ke pembicaraan utama kita," ucap Reina yang kemudian mengingat tujuan utamanya kembali
"Kakak, kita adakan atau ikut kencan buta ya?" ucap Reina dengan tatapan mata memelas
"Kalau kamu ingin kakak yang ikut acara seperti itu, maka kamu lakukan sendiri,"
"Kakak tidak suka dengan acara seperti itu," ucap Dalbert dengan kedua tangan yang terlipat
"Aku tadi hanya bercanda tapi kakak malah menganggap serius," ucap Reina dengan senyuman tipis
"Aku pikir Olivia belum menikah sama sekali padahal umurnya lebih tua dibandingkan dengan umurku jadi aku berpikir untuk mencarikan dirinya pasangan karena dia juga harus bahagia dan merasakan kalau cinta itu tidak buruk untuk dirasakan," ucap Reina sambil tersenyum
"Jadi kamu ingin minta tolong kepada kakak untuk mencari laki-laki yang pantas untuk Olivia karena kamu ingin dia cepat-cepat memiliki kehidupannya sendiri?" ucap Dalbert dengan tatapan dingin
"Iya, apa boleh kakak membantunya?" ucap Reina dengan tatapan memelas
"Aku rasa ini hanya keinginan darimu sepihak ya Reina,"
"Kakak yakin kalau Olivia tidak pernah berpikiran untuk setuju dengan cepat kecuali kamu memaksanya tapi tidak masalah kakak juga ingin dia tidak selamanya terikat dengan keluarga Halmiton seumur hidupnya,"
"Karena dia telah mengabdi lama kepada keluarga kita jadi kita harus memberikan dia pilihan untuk bahagia," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis
"Reina, kamu kakak masukkan untuk membuat acara ini lebih menarik, tidak masalah kan?" ucap Dalbert yang tiba-tiba memiliki rencana yang aneh-aneh
"Hummm..."
"Lakukan saja yang kakak inginkan, aku juga akan menemani Olivia," ucap Reina tanpa mempedulikan maksud kakaknya karena dia sedang fokus dengan kue yang dia sukai
"Baiklah, terima kasih Reina," ucap Dalbert sambil tersenyum licik
'Aku yakin ini akan menjadi menarik, apalagi untuk membuat orang itu panik,' ucap Dalbert di dalam hatinya dengan senyuman licik
__ADS_1
Apakah yang di rencanakan Dalbert? Kenapa Reina juga sampai ikut ke dalam acara kencan buta itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA