Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 131 aku memiliki firasat buruk tentang hari ini


__ADS_3

"Bukankah kita menghancurkan negara besar itu karena kita menggunakan taktik licik?" ucap Absyuri dengan tatapan datar


"Tetap saja, itu semua berkat strategi yang mendukung dari balik layar," ucap Derick sambil menyeringai


"Kalian pernah menghancurkan sebuah negara besar? Apa itu adalah salah satu negara timur tengah?" ucap Blake dengan tatapan penasaran


"Benar sekali, timur tengah sekarang di pimpin oleh seorang raja yang katanya sih masih sangat muda kan? dan raja muda itu ada di sini sekarang," ucap Derick sambil melirik Dezria


"Puff.." tahan tawa Ernest sambil menatap Dezria yang pendek dan sudah berumur dengan tatapan kesalnya


"Eh? jadi Dezria adalah raja negara timur tengah? itu sama sekali tidak terlihat," ucap Asmodeus sambil menatap Dezria


"Ck, orang seperti dirimu tidak mengenalku padahal kamu sendiri adalah raja iblis betapa buruk dirimu tidak mengingat orang-orang yang terkenal di dunia bawah," ucap Dezria dengan tatapan dingin dan kesal


"Ah, aku memang pernah dengar kalau ada seorang manusia yang luar biasa yang bisa membuat semua binatang iblis patuh dengannya, tapi aku taunya nama panggilannya adalah Zria,"


"Aku tidak pernah menyangka kalau dia ada di depanku sekarang," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin


"Hah... Tuan pemimpin beri saya perintah untuk menghabisi pasukan mereka wilayah timur," ucap Dezria dengan tatapan tajam dan serius


"Kenapa kamu begitu terburu-buru melakukan ini?" ucap Dalbert sambil menatap Dezria dengan tatapan dingin


"Karena, lebih cepat lebih baik," ucap Dezria dengan tatapan percaya diri


"Aku tau kamu yakin dan mampu bisa melakukannya tapi jika ceroboh semuanya akan rusak seperti sebuah permainan catur ini,"


"Tidak akan ada lagi hal yang indah dari permainan yang telah aku rancang ini," ucap Dalbert sambil menyentuh sebuah pion dan memajukan pion itu ke arah kuda di papan catur


"Aku mengerti tuan pemimpin, maaf karena aku ceroboh," ucap Dezria sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Ernest, apalagi yang kamu dengar di sana?" tanya Luke dengan tatapan tajam


"Apalagi ya, aku rasa semua pasukannya akan bersiap untuk menyerang istana pada saat penyerahan makhota dan sumpah kekaisaran,"


"Kurasa cuma itu saja tidak ada lagi hal yang penting," ucap Ernest sambil mengingat-ingat yang dikatakan para pemberontakan


"Dezria, aku ingin kamu datang ke penobatan raja baru sebagai duta negara timur tengah,"


"Kalau kamu datang sebagai anggota pasukan kekaisaran akan memicu kecurigaan kalau kamu datang untuk merebut negara ini, ditambah lagi ini bisa menyeret Derick karena dia juga yang paling dekat dengan timur tengah," ucap Dalbert sambil menatap sebuah berkas wilayah kekuasaan


"Aku mengerti dan yang lain, aku telah memberikan kabar kepada petinggi kekaisaran tentang posisi kalian sebagai pelayan baru jadi sebagian dari kalian harus bekerja sebagai pelayan karena ini adalah penyusupan agar tidak dicurigai," ucap Derick sambil menyerahkan surat lamaran kerja dan identitas mereka yang akan digunakan saat berada di istana kekaisaran


"Ah, kenapa aku harus jadi pelayan kenapa tidak jadi tunanganmu saja? kalau begini tanganku bisa kasar dan kulitku tidak akan mulus lagi," Gerutu Ernest dengan tatapan yang suram


"Jangan banyak komentar, aku lelah tau untuk membuat identitas palsu ini,"


"Dan aku telah menyiapkan pertunangan ku harus dengan putri keluarga Halmiton," ucap Derick sambil menatap sinis Ernest


"Bagaimana dengan putra mahkota itu? Apakah kita harus memprioritaskan untuk melindungi dirinya atau dibiarkan saja?" ucap Blake dengan tatapan tajam ke arah Dalbert


"Untuk masalah itu... kita tidak akan memberikan prioritas yang kita miliki untuk melindungi dirinya dan fokus kepada takhta dan para penasehat yang mengesahkan orang untuk menjadi raja," ucap Dalbert dengan dingin sambil beranjak dari kursinya


'Dia benar-benar tidak peduli dengan Albern karena kecewa atau karena Reina di perlakukan tidak baik?' ucap Derick di dalam hatinya sambil menatap Dalbert


'Sudah aku duga sih tuan pemimpin tidak akan peduli dengan putra mahkota karena dia sangat mengecewakan dan terlalu sering melukai nona Reina,'


'Jelas tuan pemimpin sudah sangat tidak menyukainya bahkan bisa dibilang sangat membenci dirinya,' ucap Absyuri di dalam hatinya sambil melipat kedua tangannya


"Baiklah, aku mengerti tuan pemimpin," ucap Blake sambil menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"Apakah ada yang ingin kalian sampaikan lagi? atau ingin di bicarakan?" tanya Dalbert sambil berjalan ke arah pintu


"Tidak tuan pemimpin," ucap mereka dengan serentak setelah saling melirik satu sama lain


"Jika benar-benar ingin kami rapatkan akan segera kami bicarakan langsung di sini dan jika tuan pemimpin ingin pergi lebih awal kami tidak mempermasalahkannya karena ini rapat yang harus kami jalankan untuk mencapai tujuan," ucap Luke sambil memberikan hormatnya


"Baiklah kalau begitu, jika kalian ingin makan malam atau menginap di sini kalian tinggal bicara kepada pelayan maka akan disiapkan untuk kalian,"


"Aku harus menjaga Reina sekarang," ucap Dalbert sambil berjalan dengan cepat dari pintu ruangan rapat ke ruangan kamar


"Karena sudah mendapat izin langsung dari tuan pemimpin, sekarang kita akan mulai rapatnya lagi," ucap Absyara dengan dingin


Rapat tanpa Dalbert itu membahas seluruh hal mencakup politik, ekonomi, pendidikan dan pembasmian para tikus yang akan mereka lakukan, semuanya berjalan lancar walaupun ada beberapa pertentangan dari mereka. Hingga penobatan sang raja yang telah di tentukan telah tiba dan seorang gadis yang belum bangun dari tidur panjangnya bahkan belum mengadakan pemakaman untuk orang tuanya yang meninggal itu dikarenakan sang calon pemimpin keluarga Halmiton itu meminta untuk membuat adiknya melihat saat-saat terakhir muka orang tuanya sebelum dimakamkan.


"Aku harap kita bisa memenangkan pemberontakan ini," ucap seorang bangsawan A sambil tersenyum


"Tentu saja kita akan memenangkannya, karena kita tidak berada di pihak yang salah," ucap seorang bangsawan B dengan percaya diri


"Aku tidak menyangka kalau tamu yang akan datang sebanyak ini, aku penasaran ada berapa banyak undangan yang kekaisaran kirimkan ke seluruh negeri?" ucap Dalbert dengan tatapan risih melihat semua orang yang datang dari berbagai negara


"Yah ini acara penobatan tentu saja ramai, mereka semua datang untuk memenuhi surat formalitas perdamaian negara, kalau tidak perang ada dimana-mana," ucap Derick sambil menyeringai


"Bukankah mereka terlalu banyak mengirimkan duta mereka untuk melakukan perdamaian ini ditambah lagi mereka membawa para gadis dari negara mereka ke sini, sungguh licik," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Yah, itu kan sudah kubilang hanya formalitas, kenapa kamu terlihat begitu kesal?" ucap Derick dengan tatapan datar


"Ah iya, tapi apa tidak apa-apa meninggalkan Reina sendirian di mansion Halmiton?" ucap Derick sambil menatap semua tamu yang hadir


"Entahlah, aku juga tidak tau tapi aku memiliki firasat buruk tentang hari ini," ucap Dalbert dengan tatapan dingin dan berusaha tenang

__ADS_1


Apa yang membuat Dalbert khawatir? Siapakah yang akan memenangkan peperangan ini? Apakah nasib Reina akan berada di pilihan yang baik?


REINKARNASI REINA


__ADS_2