Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 95


__ADS_3

Kehidupan yang di idamkan oleh Reina sangat jauh dari ekspektasi miliknya karena...


"Reina, aku bantu kupas udangnya ya," ucap Blake sambil mengupas udang untuk Reina


"Tidak perlu kok aku bisa sendiri," ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya


"Kamu tidak perlu menolaknya," ucap Blake tanpa menghiraukan ucapan Reina kemudian meletakan udang di piringnya


"Aku ingin udangnya, jadi maafkan aku Blake aku akan memakan punya Reina, dan Reina aku minta maaf langsung makan udang secara langsung milikmu sebagai gantinya aku berikan kepiting yang sudah aku kupas untukmu," ucap Albern dengan tatapan dingin sambil mengambil udang dari piring Reina dan memberikan sepiring penuh kepiting yang sudah dikupas olehnya


'Reina, bagaimana bisa kamu membiarkan kedua orang pangeran mengupas udang dan kepiting seperti itu? ini jadi sangat menyeramkan kalau dilihat,' ucap Shun dan Yuria di dalam hatinya dengan tatapan terkejut melihat ketiga orang di depannya


"Tidak apa-apa, Reina kamu haus kan ini aku ambilkan air untukmu," ucap Blake sambil menyerahkan segelas air untuk Reina


"Aku haus, maaf aku langsung meminum air yang kamu berikan untuk Reina dan Reina maafkan aku langsung meminum air yang diberikan untukmu jadi ini minum saja teh yang aku ambil tadi belum di minum kok," ucap Albern sambil meletakan tehnya ke dekat Reina


'Kenapa laki-laki ini begitu keras untuk dekat dengan Reina?' ucap keduanya di dalam hatinya dengan tatapan tajam


'Aku cuma menginginkan makan tenang di sini, malah mendapatkan tekanan batin,' ucap Reina di dalam hatinya dengan perasaan suram


"Emmm.. aku hargai niat baik kalian karena telah mengupas kepiting dan udang serta memberikan aku minuman tapi aku sekarang sudah kenyang jadi kalian lanjutkan saja makan malam kalian," ucap Reina sambil beranjak dari kursinya karena tidak tahan dengan kelakuan kekanak-kanakan Albern dan Blake


"Reina, kamu yakin sudah kenyang?" tanya Derick sambil menatap piring Reina yang masih begitu banyak


"Emm... iya aku sudah kenyang, jadi aku pergi dulu," ucap Reina sambil berjalan meninggalkan meja menuju ke taman yang dekat di sana


"Hah... aku masih belum kenyang makan, tapi aku juga tidak tenang makan bersama mereka berdua di dalam," Gumam Reina sambil bersender di bawah pohon


"Hei... kamu yang di bawah bisakah diam?" ucap Asmodeus yang berada di atas pohon yang di sandar oleh Reina


"Asmodeus? Kenapa kamu ada di sini? Apa kamu tidak ikut makan malam bersama?" tanya Reina sambil menoleh ke asal suara


"Aku sudah makan malam lebih dulu dibandingkan kalian, jadi aku kesini untuk menikmati malam berbintang saja," ucap Asmodeus dengan dingin


"Hee... kamu tidak suka keramaian ya, maafkan aku sudah mengganggumu di sini, aku akan pergi ke tempat lain kalau begitu," ucap Reina sambil berjalan menjauh dari Asmodeus

__ADS_1


"Reina tunggu, ini sedikit kue kering untukmu," ucap Asmodeus yang turun dari atas pohon kemudian memberikan sebuah bungkusan kue kering itu


"Aku bukan khawatir ataupun peduli denganmu tapi aku tidak ingin kamu mati kelaparan," ucap Asmodeus sambil berjalan pergi menjauh


"Dan kabari aku jika manisan itu enak," ucapnya lagi


'Asmodeus memang baik dan perhatian tetapi cara dia memberikan perhatian sungguh aneh,' ucap Reina di dalam hatinya sambil memakan kue kering yang di berikan


"Umm... enak dan manis yang pas," ucap Reina dengan terkejut kemudian memakan semua kue yang diberikan


"Besok aku akan berterima kasih dengan Asmodeus," ucap Reina sambil tersenyum


'Deus, bertindak ya mendekati seorang gadis yang aku inginkan juga,' ucap Derick yang menatap kejadian yang tidak terduga


Keesokan paginya semua murid dikumpulkan untuk memulai tugas praktik mereka melalui pembimbing mereka masing-masing...


"Apa semuanya sudah hadir?" ucap Derick sambil menatap semua anggota yang dibimbingnya


"Sudah," ucap Albern sambil menghitung jumlah anggotanya lagi untuk memastikan tidak ada satu pun yang akan tertinggal


"Sebelum dimulai apa kalian ada pertanyaan?" ucap Derick sambil menatap semua anggotanya


"Baiklah jika tidak ada silakan memulai praktik kalian dan semoga berjalan dengan lancar," ucap Derick sambil tersenyum


"Asmodeus, terima kasih atas kue keringnya kemarin, itu sangat enak di mana kamu membelinya?" ucap Reina dengan tatapan penasaran


Mendengarkan ucapan Reina, Albern dan Blake langsung menatap Asmodeus dengan tatapan tajam.


"Kue kering itu aku yang membuatnya sendiri, dan ini jika kamu menginginkannya lagi,"


"Kue ini aku buat bukan karena aku ingin memberikannya kepadamu tapi karena aku membuat kue keringnya terlalu banyak membuatnya," ucap Asmodeus sambil memberikan kue kering kepada Reina


"Woah... terima kasih Asmodeus," ucap Reina sambil tersenyum


"Apa boleh jika kapan-kapan aku ingin belajar membuat kue denganmu?" tanya Reina sambil menatap Asmodeus dengan mata yang berbinar-binar

__ADS_1


"Ah... tidak masalah," ucap Asmodeus sambil tersenyum lembut


"Tapi aku membantumu bukan karena aku senang tapi karena aku ada waktu kosong yang banyak," ucapnya lagi sambil menoleh ke arah lain


"Baiklah... baiklah," ucap Reina sambil tersenyum


'Kenapa banyak yang mengejar Reina? padahal dia hanya seorang gadis biasa yang hanya mengandalkan gelar milik orang tuanya,' ucap Elena dengan tatapan benci


'Sainganku bertambah satu, tapi aku pasti bisa mendapatkan hatinya Reina,' ucap Albern dan Blake di dalam hatinya dengan tatapan tajam


"Srek... srek..." suara dari balik semak-semak


"Apa kalian mendengar sesuatu?" tanya Shun sambil menoleh ke asal suara


"Aku mendengar suaranya dari balik-balik semak-semak di sana," ucap Reina sambil menunjuk ke arah semak-semak


"Tetap waspada dan bersiap-siap," ucap Albern sambil mengeluarkan pedang


Tiba-tiba seekor hewan buas yang tidak pernah mereka lihat keluar dari balik semak-semak itu, seekor hewan buas sihir dengan tingkatan 5 di depan mereka.


"Hewan buas jenis apa ini kenapa ular, kambing dan siang berada di satu tubuh?" ucap Shun dengan tatapan terkejut


"Itu adalah Khimaira, dia adalah salah satu hewan buas yang sangat berbahaya yang memiliki  nafas api ," ucap Reina dengan tatapan terkejut melihat hewan yang dia baca berada di depan matanya


"Reina, apa kamu tau kelemahannya?" tanya Absyara sambil menatap ke arah Reina


"Berikan aku waktu untuk mengingatnya," ucap Reina dengan tatapan khawatir


"Kami akan mengulur waktu sebisa kami jadi cepatlah cari kelemahannya," ucap Absyara sambil menganggukkan


kepalanya


Mampukah mereka mengalahkan makhluk buas itu? Apakah Reina bisa dengan cepat menemukan kelemahan monster itu? Bagaimana kisah mereka selanjutnya?


REINKARNASI REINA

__ADS_1


__ADS_2