Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Episode 78


__ADS_3

"Aku tidak mengatakan apapun yang aneh-aneh kok," ucap Derick sambil tersenyum dengan tatapan dingin


"Baguslah, kalau begitu," ucap Dalbert sambil menatap ke arah jendela


"Kamu tidak curiga gitu denganku kalau aku berbohong?" tanya Derick sambil menyeringai


"Orang sepertimu bisa berbohong denganku, kalau kamu ingin bohong pasti kamu lakukan dari dulu sejak aku menolong dirimu," ucap Dalbert dengan tatapan dingin


"Ah... kamu ada benarnya juga Dalbert, Sudah lama sejak kejadian itu dan itu juga karena kebodohanku aku sampai mengikat kontrak denganmu," ucap Derick sambil menyeringai


"Kamu menyesal?" tanya Dalbert sambil menatap Derick dengan sinis


"Mana mungkin aku menyesal, bisa berada di pihak yang paling kuat adalah salah satu alasanku bersamamu, dan ini juga jalur tercepat untuk menikahi adik perempuanmu," ucap Derick sambil tersenyum


"Ck, walaupun aku mengijinkannya bukan berarti kamu bisa seenaknya," ucap Dalbert sambil menatap dingin


"Aku tau itu, jadi ada apa kamu sampai datang ke keretaku, pastinya ada pekerjaan kan tuan pemimpin," ucap Derick dengan tatapan serius


"Kamu memanggilku tuan pemimpin saat ada maunya saja," ucap Dalbert sambil mengeluarkan sebuah surat


"Ini ada surat untukmu dari Zahryia, dia ingin mengajakmu untuk menyelidiki tempat yang akan di gunakan para siswa saat masuk nanti," ucapnya lagi sambil menyeringai


"Yang benar saja? Kenapa aku? Dari sekian banyaknya anggota NHBNTA apa kalian hanya untuk pajangan?" Gerutu Derick dengan suram


"Jadi kamu ingin mengomeliku?" tanya Dalbert dengan tatapan dingin


"Mana mungkin saya berani tuan pemimpin," ucap Derick sambil tersenyum kesal


"Ah iya, aku ingin tau apa orang yang bernama Azazel benar-benar berada di pihak kita?" tanya Derick sambil membuka surat yang di berikan


"Yah tentu saja lebih tepatnya, dia adalah orang yang membuat kontrak denganku juga, dia tidak akan berani berkhianat denganku dan hanya patuh kepadaku tentunya Blake tidak mengetahuinya," ucap Dalbert sambil menatap ke arah Derick


"Baiklah, terserah kepada tuan pemimpin saja enaknya seperti apa," ucap Derick dengan pasrah


"Apa kamu akan membuat adikmu mengetahui tentang NHBNTA? Sihirnya hampir setara dengan milikmu," ucap Derick sambil melipat surat


"Tidak... aku tidak akan mengijinkannya masuk walaupun dia tau nanti, apalagi pekerjaan ini hanya di kerjakan oleh orang yang berani mengambil pekerjaan kotor," ucap Dalbert sambil menggelengkan kepalanya


"Itu saja yang ingin aku bicarakan, jika ada hal penting yang ingin kamu sampaikan, sampaikan melalui surat," ucap Dalbert kemudian menghilang


"Hah... Dalbert, buat aku melihat kemampuan yang kamu miliki lagi lebih jauh sesuai dengan janji milikmu kepadaku," Gumam Derick dengan tatapan yang sedih

__ADS_1


"Kenapa tidak ada orang di mansion?" ucap Derick sambil berjalan di sekitar lorong


"Ini..." ucap Derick sambil berjalan ke arah yang telah di penuhi jejak darah sampai pada akhirnya dia ke tempat asal dari seluruh darah itu berasal


'Ayah... Ibu...' ucap Derick suara yang tidak terdengar lagi dan gemetaran


'Bagaimana bisa?' ucap Derick sambil berdiri dengan tatapan tidak percaya di hadapan kedua orang tuanya serta para penghuni di mansion


"Sepertinya dia adalah anak dari Duke dan duchess ini," ucap seorang pembunuh bayaran


"Sesuai dengan yang di minta para faksi tuan, kita harus membunuh semuanya, jadi kita juga harus membunuhnya langsung," ucap bawahannya


"Padahal terlahir sebagai orang yang kaya tapi ini adalah akhir hidupmu sial sekali hidupmu," ucap pembunuh bayaran itu sambil menyeringai kemudian menghunuskan pedangnya ke arah dada Derick


"UGH... Kenapa sakit? Ah... mati tidak lama lagi kalau begitu aku akan bertemu dengan ayah dan ibu juga," Gumam Derick sambil mengigit bibirnya


"Apa kamu puas hanya dengan seperti itu?" suara dari orang yang berjalan dari kejauhan


"KAMU? KAMU SIAPA?" teriak pembunuh bayaran itu sambil memegang pedangnya


"Hah... permainan anak kecil," ucap suara itu sambil menjentikkan jarinya seketika seluruh ruangan di telan kegelapan


"Bagiamana bisa? Kenapa semua ruangannya menjadi gelap? Apa jangan-jangan dia adalah penyihir?" ucap para bawahan nya dengan panik dan melihat ke arah sekeliling


"Bunuh anak laki-laki yang sombong itu cepat," ucap sang pemimpin pembunuh bayaran itu


"Luke, jaga calon Duke kecil ini," ucap suara itu sambil menyerahkan anak kecil itu


"Baik, master serahkan kepada saya," ucap Luke sambil mengaktifkan sihir pelindung


"Azazel, habisi mereka semua," ucap suara itu sambil tersenyum


"Hah... kenapa kita harus menyelamatkan anak kecil ini?" ucap Azazel dengan tatapan malas


"Dia aset dan lakukan saja yang aku inginkan," ucap suara itu dengan nada perintah


"Iya... iya..." ucap Azazel dengan malas


"Kalian ingin menyentuh tuanku? coba kalian menyentuhku dulu," ucap Azazel sambil menyeringai dan memainkan sebuah harpa


"Ugh... kenapa ini?"

__ADS_1


"Akhh... sakit... telingaku sakit..."


"Ini... darah... telingaku berdarah bagaimana bisa?"


"Woah... woah... woah... betapa merdunya teriakan kalian tapi sayangnya tidak semerdu harpa milikku," ucap Azazel sambil menyeringai


"Kenapa orang yang buta nada itu bermain alat musik di biarkan Master?" ucap Luke dengan tatapan kesal


"Humm... karena dia adalah pelayanku? dibandingkan itu, Azazel sudah melakukannya dengan baik," ucap sang master itu sambil tersenyum


Setelah selesai memainkan lagunya, semua pembunuh bayaran itu mati dengan darah yang mengalir di seluruh tubuh mereka.


"Bawa dia ke mansion NHBNTA yang tidak jauh dari sini dan bawa satu orang pembunuh bayarannya emm... tidak bawa dua dari mereka dan obati mereka, aku ingin memberikan tontonan yang menarik untuk anak kecil ini nanti," ucap sang master sambil tersenyum


"Baik master, tuan," ucap mereka berdua dengan serentak


"Dan jangan lupa bakar seluruh kediaman Duke, supaya terlihat kalau para pembunuh bayaran itu berhasil membunuh keluarga Duke Derick," ucap sang master sambil mengetuk-ngetuk lantai 2 kali kemudian sampailah mereka di mansion NHBNTA


"Tuan, kenapa tuan ingin menyelamatkan dia jadinya?" tanya Azazel dengan tatapan kebingungan


"Dia nantinya akan menjadi pion berharga kita jika sewaktu-waktu kekaisaran tidak bisa berjalan dengan baik dan Azazel carilah orang yang menurutmu pantas untuk berada di takhta tapi bukan berarti aku ingin dirimu setia dengan orang itu tapi jika kamu ingin juga tidak masalah," ucap sang master sambil tersenyum


"Baik tuan, saya akan setia selalu dengan tuan walaupun ada orang lain yang harus saya layani," ucap Azazel sambil berlutut dihadapan masternya


"Kalau begitu saya pergi sekarang tuan," ucap Azazel kemudian pergi menghilang


"Ugh... ini ada di mana?" ucap Derick sambil menatap ke seluruh ruangan


"Kamu sudah bangun ya, wah ternyata tidak memerlukan waktu yang lama," ucap sang master sambil berjalan ke arah Derick


"Kamu... Bukankah anak dari keluarga Halmiton itu, kakak laki-laki dari gadis itu," ucap Derick dengan gemetaran


"Apa kamu ingin membunuhku?" ucap Derick sambil menggigit bibirnya dan gemetaran


"Buat apa aku menyelamatkan dirimu saat kamu terbunuh tadi kalau aku menginginkan kematianmu?" ucap Dalbert sambil menyeringai


'Dia pasti menginginkan sesuatu dariku, lebih baik aku menuruti dirinya kalau tidak kemungkinan aku akan mati di tangannya,' ucap Derick di dalam hatinya


"KALAU BEGITU KATAKAN APA MAUMU?" teriak Derick dengan tatapan tajam dan waspada


'Inilah yang aku tunggu,' ucap Dalbert di dalam hatinya sambil menyeringai

__ADS_1


Apa yang di maksud dari kata terakhir Dalbert? Apakah Derick akan langsung di lepaskan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


REINKARNASI REINA


__ADS_2