Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 112 Akhirnya keputusan yang final di buat oleh para hakim


__ADS_3

"Baiklah nona Reina saya mengerti semua terkait masalahnya,"


"Kalau begitu sekarang saya pergi dulu dan sampai jumpa di persidangan nona," ucap Dezria sambil membereskan barang miliknya


"Ah... iya sebelum saya pergi, ini ambillah, ini bisa melindungi nona dari bahaya," ucapnya sambil menyerahkan sebuah gantungan kecil kemudian pergi meninggalkan Reina


'Aku harap aku bisa memenangkan sidang ini dan tetap melanjutkan hidupku dengan tenang, masih banyak tempat-tempat yang tertulis di novel belum aku datangi,' ucap Reina di dalam hatinya sambil memandangi jerujinya


"Reina, kamu terlihat pucat, padahal kamu baru beberapa jam di penjara," ucap seorang laki-laki dengan tatapan khawatir


"Kakak, kenapa kakak ada di sini?"


"Maafkan aku menyusahkan kakak dan semuanya setiap waktu," ucap Reina dengan tatapan sedikit sedih


"Kakak kesini karena kakak merindukanmu, kamu jangan menatap kakak seperti itu, tenang saja Dezria pasti akan memenangkan sidang ini," ucap Dalbert menatap adik perempuannya dari balik jeruji itu


"Dan Reina, kakak juga tidak bisa memihakmu pada saat sidang di adakan karena posisi kakak sebagai orang yang mengadili, maafkan kakak tidak bisa berada di sisimu saat sidang," ucap Dalbert sambil memegang tangan adiknya dari jeruji


"Aku paham, kakak tenang saja tanpa kakak di dekatku, aku juga masih memiliki teman-teman yang mendukungku dan aku percaya kakak pasti akan selalu bertindak sesuai dengan kebenaran," ucap Reina sambil tersenyum tipis


"Kalau begitu kakak pergi sekarang karena sidangnya akan dimulai dua jam lagi,"


"Sampai ketemu nanti lagi Reina," ucap Dalbert sambil tersenyum pahit pergi meninggalkan adik perempuannya


"Nona Reina, saatnya kita pergi ke ruangan sidang," ucap seorang penjaga sambil membukakan jeruji yang terkunci


'Akhirnya penentuan kematianku akan di mulai,' ucap Reina sambil menatap ke seluruh ruangan sidang yang di hadiri oleh banyak orang


'Aku tidak boleh takut, jika aku menjawab dengan gugup maka semakin besar aku di curigai sebagai pelaku,' ucapnya lagi sambil menekan jarinya supaya tidak tegang


"Aku harap kita bisa memenangkan sidang ini," Ucap Yuria dengan tangan dingin menatap Reina dari kejauhan


"Aku yakin kita bisa memenangkan sidang ini dan membuat Reina bebas, kamu ingat kalau Reina pada saat itu menolong kita memenangkan sidang kali ini kita juga pasti bisa memenangkan sidang," ucap Shun sambil menggenggam tangan Yuria


"Baiklah karena semua orang telah menghadiri sidang, maka sidang akan langsung di mulai," ucap Derick sambil mengetuk palunya

__ADS_1


"Aku izinkan dari pihak korban untuk menyampaikan tuntutannya," ucap Dalbert sambil menatap Albern dan Elena dengan tatapan tajam


"Yang mulia, saya mewakili korban ingin mengatakan tuntutan yang diberikan yaitu Elena dilukai dan di ancam oleh Reina karena cemburu, lengan nona Elena adalah bukti yang tidak bisa dibantah yang mulia," ucap pengacara itu menatap Reina dengan sinis


"Apa ada yang ingin di sampaikan dari korban?" tanya sang hakim sambil menatap Elena


"Reina melukaiku dan mengancamku kalau aku dekat Albern maka dia tidak akan segan-segan untuk membunuhku karena aku telah membuatnya membatalkan pertunangan dengan Albern," ucap Elena dengan mata yang berkaca-kaca


"Baiklah, sekarang kita dengarkan dari pihak terdakwa," ucap sang hakim sambil menatap Reina dan Dezria


"Baik terima kasih atas waktunya yang mulia, tapi saya ingin menyangga semua yang dikatakan oleh nona Elena dan pengacaranya,"


"Karena yang di katakan oleh pihak korban tidaklah bisa di jadikan bukti, tangan nona Elena bisa saja dia yang melukainya sendiri hanya karena ingin menuntut nona Reina,"


"Ditambah lagi tidak ada saksi yang bisa benar-benar melihat kejadian itu bukan? dan saya di sini juga bukan hanya ingin menyangga tanpa bukti dan saksi tetapi nona Reina setiap hari selalu bermain teman-temannya,"


"Jadi, jika di izinkan oleh yang mulia hakim, saya ingin langsung meminta para saksi untuk berbicara,"  ucap Dezria dengan tatapan dingin


"Yang mulia hakim saya tidak setuju jika para saksi terdakwa di izinkan berbicara terlebih dahulu," sela pengacara Elena dengan tatapan kesal


"Maafkan saya yang mulia namun saya tidak bermaksud untuk menyela ucapan anda yang mulia tetapi bukankah seharusnya saksi dari pihak korban dahulu untuk membuktikan kebenaran dan juga pengacara mengatakan kalau mereka menyangga bukan? jadi aku rasa seharusnya saksi dari pihak korban terlebih dahulu di izinkan bicara," ucap sang pengacara dengan tatapan serius


'Dia sengaja menyela ucapanku untuk menghindari, aku yang mendatangkan saksi dan bukti yang kuat kalau itu bisa di palsukan, dia pikir aku adalah orang yang bisa diam ketika dia mengatakan alasan seperti itu,' ucap Dezria di  dalam hatinya dengan tatapan tajam


"Maafkan saya yang mulia jika saya menyela, tetapi saya belum menunjukkan bukti jadi saya harap saya bisa menghadirkan saksi terlebih dahulu karena bagaimana pun terdakwa lebih dekat dengan saksi karena mereka adalah teman dekat,"


"Saya memohon untuk pertimbangannya yang mulia," ucap Dezria sambil menatap serius ke arah hakim


"Baiklah, terdakwa di izinkan untuk menghadirkan saksi terlebih dahulu," ucap hakim sambil menatap terdakwa


'Walaupun dia memiliki saksi memangnya, dia bisa lolos dari hukumannya, ini justru hanya akan mengulur-ngulur waktu hukumannya, perempuan licik sepertinya memang tidak tau diri,'


'Sudah salah tidak ingin mengakui kesalahannya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan benci


"Terima kasih, yang mulia," ucap Dezria kemudian menatap ke arah para saksi

__ADS_1


"Yang mulia terima kasih atas izinnya saya di sini datang sebagai  saksi dari murid-murid yang pernah di tolong nona Reina dan mungkin rasa terima kasih tidak cukup jadi saya memberikan kesaksian bahwa nona Reina tidak pernah bertemu dengan nona Elena sedikit pun jangankan bertemu bahkan lewat di dekatnya pun tidak pernah," ucap seorang gadis yang menjadi salah satu saksi


"Yang mulia saya juga ingin meminta izin untuk berbicara sebagai saksi," ucap Yuria dengan tatapan yang begitu berani


Para hakim hanya mengangguk menandakan Yuria boleh berbicara.


"Reina, selalu baik kepada siapa pun tidak ada hal yang di tutup-tutupi oleh Reina, dia selalu menolong orang setiap ada yang membutuhkannya, dia selalu menjadi pencinta buku, dan selalu tidak peka tapi dia tidak pernah berbicara buruk tentang orang lain,"


"Aku tidak hebat seperti Reina dalam berbicara tetapi Reina selalu baik kepada orang, hanya orang bodoh saja yang menolak pernikahan bersamanya, itu saja yang ingin aku sampaikan yang mulia," ucap Yuria dengan tatapan sindiran kepada Albern


"Ada lagi saksi dari pihak terdakwa yang ingin berbicara?" tanya sang hakim menatap semua orang yang hadir


"Kami ingin berbicara, yang mulia," ucap se-gerombolan anak-anak masuk ke dalam sidang


"Kami ingin menyampaikan kalau nona Reina adalah orang yang sangat lembut dan baik," ucap salah seorang anak yang mewakili mereka berbicara


'Eh? dia kan anak kecil yang waktu di panti asuhan itu,' ucap Reina di dalam hatinya sambil menoleh ke arah pintu


"Maafkan mereka datang tiba-tiba dan menyela di tengah sidang yang mulia," ucap Reina sambil menundukkan kepala


"Baiklah, tidak masalah anak kecil bukanlah orang yang mudah di diminta untuk berbohong, ini kesaksian yang sangat menarik," ucap sang hakim sambil tersenyum


"Baiklah saksi dari korban silakan untuk berbicara," ucap sang hakim


Sidang berjalan dengan lancar dan memakan waktu berjam-jam sampai akhirnya keputusan yang final di buat oleh para hakim.


"Baiklah, kami memutuskan nona Reina di anggap bersalah atas membiarkan orang asing masuk ke akademi, dan hukuman yang di terima adalah pembatalan pertunangan dan di keluarkan dari akademi," ucap sang hakim sambil mengetuk palu


'Tunggu apa hubungannya dengan pembatalan pertunangan? nanti saja deh aku tanya kepada kakak tapi Dezria sama sekali tidak menyangga yang di katakan ini sedikit mencurigakan,' tanya Reina di dalam hati dengan kebingungan


"Dezria, ini semua telah di rencanakan olehmu kan?" tanya Reina dengan tatapan curiga


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Dezria dengan tatapan dingin


Kenapa pembatalan pertunangan masuk ke dalam hukuman? Apa yang akan Reina lakukan selanjutnya setelah keluar dari akademi? Apakah kehidupan yang damai akan berjalan lancar?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2