Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
"Episode 83


__ADS_3

"Reina, tanganmu," ucap Dalbert dan Albert dengan serentak


'Dari tadi mereka terus bertengkar, aku malu pergi dengan mereka,' ucap Reina di dalam hatinya sambil meletakkan tangannya di atas tangan Albern dan Dalbert dengan pasrah


"Reina," ucap seorang dari kejauhan sambil berjalan ke arah Reina dan melambaikan tangannya


Mendengarkan suara yang tidak asing untuknya, Reina langsung menoleh ke asal suara dan melambaikan tangannya dari jauh


"Absyuri, sudah lama tidak bertemu denganmu," ucap Reina sambil tersenyum dan menepis kedua tangan yang di genggamnya dan menggenggam tangan Absyuri


"Aku juga, sudah lama tidak melihatmu, Apa kabarmu?" ucap Absyuri sambil tersenyum menatap kedua orang di belakangnya kemudian merinding


'Kenapa pemimpin dan putra mahkota kekaisaran menatapku begitu seram, sepertinya aku tidak harus datang ke sini tadi untuk menyambut Reina,' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan ketakutan


"ABSYURI!!" teriak seseorang laki-laki dari jauh dengan tatapan kesal


'Itu kan kakak, kenapa kakak menatapku dengan kesal begitu? Apa aku telah membuat kakak kesal? Tapi apa kesalahan yang telah aku buat?' ucap Absyuri di dalam hatinya dengan perasaan merinding


Tiba-tiba dia melihat sosok yang tidak asing untuknya dan berlari ke arah orang itu.


"James, bantu aku ya jadi partner aku, kakakku akan marah denganku karena aku berkeliaran dan tuan pemimpin akan memarahi aku karena aku mengganggunya," bisik Absyuri ke telinga James dengan tatapan memelas


Dengan pasrah James mengangguk setuju.


"Absyuri, kakak sudah bilang jangan bertindak sembarangan dan berlari-lari ke sana kemari," ucap Absyara dengan kesal


"Absyara bukankah kamu datang tiba-tiba dan memarahi Absyuri seperti itu tidak baik," ucap Reina sambil menatap Absyara


"Eh? Nona muda, maafkan saya tidak sopan dan tuan pemimpin maafkan saja juga tidak sopan," ucap Absyara sambil memberikan hormat


"Tidak apa-apa, hari ini aku anggap kejadian ini seperti tidak ada karena ini adalah pesta pertunangan keluarga Agatha tidak baik untukku membuat keributan," ucap Dalbert sambil tersenyum dingin


"Tuan James, kenapa kamu ada di dekat adikku? Apa dia yang memaksa dirimu untuk menjadi pasangannya?" tanya Absyara sambil memijat kerutan keningnya

__ADS_1


"Karena aku partnernya dan dia tidak memaksaku sama sekali aku lah yang menawarkan kepadanya untuk menjadi partnerku dalam pesta," ucap James dengan tatapan tajam dan percaya diri


"Kalau begitu, sekarang kita semua lebih baik masuk karena acaranya sebentar lagi dimulai," ucap Reina sambil berjalan di depan mereka semua karena tidak ingin terlibat dengan masalah lebih jauh


"Reina, terima kasih telah datang ke pesta pertunangan kami," ucap Yuria sambil tersenyum menatap temannya


"Selamat atas pertunangan kalian, ini hadiah dariku untuk kalian berdua," ucap Reina sambil menyerahkan bingkisan kecil


"Aku akan pergi ke balkon di sana dulu ya,. Yuria,"


"Aku tidak terbiasa dengan tempat ramai dan juga di sana adalah tempat paling sepi," ucap Reina sambil tersenyum


"Baiklah, aku tau kamu tidak terlalu suka tempat ramai, aku ingin menemani mu juga tidak bisa karena aku harus melayani semua tamu ini," ucap Yuria dengan tatapan kesal


"Hoho... kalau begitu kamu nikmati saja," ucap Reina sambil tersenyum kemudian berjalan ke arah balkon.


"Ah... tenangnya," ucap Reina sambil tersenyum dan menatap langit malam dari sana


"Kamu juga di balkon Reina?" ucap Albern yang berada di sebelah Reina


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Reina dengan tatapan terkejut


"Aku yang seharusnya menanyakan dirimu, aku sudah berada di sini dari tadi setelah bertemu dengan Shun dan menyerahkan hadiah aku langsung kemari," ucap Albern dengan tatapan dingin


"Humm... aku kesini karena aku tidak menyukai keramaian dan itu juga membuatku sedikit teringat dengan kejadian beberapa bulan lalu," ucap Reina sambil tersenyum pahit


"Maafkan aku, aku seharusnya selalu ada untukmu ketika kamu membutuhkan diriku, aku laki-laki yang buruk jika aku jujur kepadamu," ucap Albern dengan kepala yang tertunduk


"Tidak apa-apa, aku juga selalu menghindari dirimu karena kamu terlalu lengket denganku, jadi kita sama-sama memiliki kesalahan," ucap Reina sambil tersenyum


"Reina, ada hal yang belum aku katakan kepadamu dari mansion sampai ke pesta ini," ucap Albern sambil menatap Reina


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Reina dengan tatapan penasaran

__ADS_1


"Kamu hari ini sangat cantik hari ini Reina, Walaupun dari awal kamu memang sudah cantik tapi hari ini kami cantik melebihi dirimu yang kemarin bahkan aku sampai tidak bisa mengalihkan pandanganku dari dirimu," ucap Albern sambil mengulurkan telapak tangannya menyentuh pipi Reina yang begitu merah bagaikan tomat


"Eh? Albern? kamu... kamu..." ucap Reina dengan terbata-bata


"Apa Reina? kamu sakit? wajahmu merah seperti bunga mawar," ucap Albern sambil tersenyum tipis melihat kelakuan Reina yang kaku dadakan


'REINA TENANGKAN DIRIMU, KAMU HARUS BISA MENGHADAPI ALBERN,' teriak Reina di dalam hatinya sambil menatap Albern


"Em... TIDAK... aku tidak sakit, dan aku ingin tau kamu belajar menggoda seperti itu dari siapa dan berapa banyak perempuan yang kamu goda seperti itu," ucap Reina dengan tatapan tajam sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Albern sambil menatap Reina dengan penuh perhatian


"Itu karena... kamu tidak pernah melakukan aku seperti ini, jangankan menggoda memuji saja kamu tidak pernah melakukannya dengan baik, jadi aku hanya berpikir..." ucap Reina sambil menundukkan kepalanya


"Reina tatap aku, aku tidak akan mempermainkan dirimu, aku bersungguh-sungguh untuk dirimu dan ini adalah pertama kalinya aku melakukannya tentu saja kamu satu-satunya gadis yang aku goda,"


"Jika kamu hanya berpikir kalau aku bermain-main denganmu bisakah kamu membiarkan aku melindungi dirimu di kesempatan kali ini?" ucap Albern dengan tatapan serius sambil memegang tangan dan pipi Reina


"Tentu saja, aku akan mengandalkan dirimu kali ini, tapi kalau kakak memberikan pukulan kepadamu lagi aku tidak akan menolongmu karena kamu bilang kamu akan melindungi diriku kan," ucap Reina sambil tersenyum tipis


"Ahaha... baiklah, aku pasti bisa menghadapi pukulan dari kakakmu demi dirimu," ucap Albern sambil menatap Reina dengan lembut


"Dan sebagai gantinya kamu telah membantuku dari pukulan kakakmu maka aku cuma bisa memberikanmu ini," ucap Albern kemudian mencium kening Reina


"Aku mencintaimu Reina dan aku harap setelah kelulusan tiba aku bisa menikah langsung denganmu," bisik Albern di telinga Reina


'Eh? Albern kamu tidak bercanda kan,' ucap Reina di dalam hatinya dengan muka yang kembali memerah


"Mukamu merah kembali," ucap Albern sambil tersenyum kecil sambil menatap tunangannya yang begitu manis di matanya


"Uhuk... kamu sangat curang Albern, kalau begitu aku juga ingin mengucapkan terima kasih karena kamu mau pergi menjemput aku hari ini," ucap Reina sambil mencium pipi Albern


Apakah kenangan kecil ini akan menjadi kenangan terindah? Apakah hubungan mereka bisa bertahan? Bagaimanakah takdir Reina selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2