
"James, bisa bantu bantu aku untuk mengurus dokumen ini?" ucap suara orang yang membangunkan dirinya dari lamunan
"Paman? Sebentar bagaimana bisa aku ada di istana alam iblis?" ucap James dengan tatapan kebingungan
"Kamu kurang tidur ya? sampai lupa tempat," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin
'Aku ingat tadi bukannya aku tadi ada di dalam labirin tapi kenapa aku bisa ada di sini? Apa jangan-jangan cuma lamunanku saja?' ucap James di dalam hatinya dengan kebingungan sambil berusaha memproses informasi yang menurutnya dadakan diterima olehnya
'Apa aku coba cubit diriku sendiri?' ucap James di dalam hatinya dan mulai mencubit dirinya
"Ugh..."
"Sakit, jadi aku dari tadi melamun," Gumam dirinya dengan tatapan serius
"Kamu sebenarnya sedang melakukan apa James?" ucap Asmodeus dengan tatapan sedikit merinding melihat keponakannya
"Tidak, aku tidak sedang melakukan apapun, aku rasa aku harus menghirup sedikit udara segar untuk menenangkan pikiranku dulu," ucap James kemudian keluar dari ruangan itu
"Kenapa dia menjadi bertindak aneh?" ucap Asmodeus dengan mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepalanya kemudian melanjutkan pekerjaannya
"James sudah lama tidak bertemu dengan dirimu," ucap seorang perempuan yang datang dengan tiba-tiba memeluk dirinya
"Yuri, jangan bersikap tidak sopan seperti ini," ucap seorang laki-laki yang menarik lengan perempuan itu
"Maafkan aku, kadang Yuri bertindak kekanak-kanakan, tapi James jika kamu ingin menikahi dirinya aku tidak masalah," ucap laki-laki itu sambil menatap perempuan itu
"Kakak, bisakah tidak mengatakan hal yang aneh-aneh?" ucap Yuri dengan tatapan kesal dan muka yang sedikit merona
'Siapa mereka berdua? kenapa aku tidak pernah mengingat mereka berdua di dalam ingatanku?' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan kebingungan
"Kenapa kamu terlihat begitu linglung? Apakah kamu tidak sehat?" ucap Yuri dengan tatapan khawatir
"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku tidak bisa mengingat siapa kalian dengan jelas dan apakah hubungan kita begitu akrab atau tidak?" ucap James dengan kepala tertunduk
"Mungkin karena sudah lama tidak bertemu ya, kamu jadinya sedikit pikun,"
"Kami paham," ucap laki-laki itu sambil melipat kedua tangannya dan menganggukkan kepalanya
"Perkenalkan namaku adalah Absyara dan ini adalah kembaran sekaligus adik perempuanku Absyuri,"
__ADS_1
"Kamu dan adikku terakhir kali bertemu hanya bisa saling menyimpan perasaan masing-masing karena pekerjaan yang harus dilakukan oleh Absyuri,"
"Kalian harus berpisah, dan setelah enam tahun berlalu kalian baru bisa bertemu kembali hari ini," ucap Absyara sambil menatap keduanya secara bergantian
"Tidak perlu di jelaskan secara detail,"
"Tentu saja aku ingat dengan Absyuri," ucap James sambil menaikkan kacamatanya
'Aku harus terlihat berusaha meyakinkan mereka kalau itu adalah hal yang pernah terjadi, kalau tidak mungkin aku akan dianggap sebagai penyusup,' ucap James di dalam hatinya dengan senyuman yang kaku
"Jika ingin mencari paman kalian masuk saja, ada yang ingin aku lakukan jadi aku tidak bisa menemani kalian masuk sampai ke ruang kerjanya," ucap James dengan tatapan yang serius
"Baiklah, kalau begitu sampai ketemu lagi nanti James," ucap Absyara dan Absyuri dengan serentak sambil tersenyum
'Untuk memastikan yang terjadi, aku harus pergi ke tempat itu,' ucap James kemudian melakukan teleportasi ke sebuah alun-alun kota yang tidak jauh dari istana kekaisaran
"Aku harus datang ke istana kekaisaran," ucap James sambil berjalan ke depan pintu gerbang yang begitu mewah dan dikelilingi oleh para pasukan milik kerajaan
"Perkenalkan siapa identitas yang anda miliki untuk masuk ke istana," ucap seorang penjaga gerbang
"Aku James Clover, aku ke sini memang tidak memiliki surat yang menunjukkan kedatanganku tapi aku ke sini ingin bertemu dengan raja kekaisaran ini,"
"Tolong sampaikan pesanku ini," ucap James dengan tatapan yang dingin dan tajam
Beberapa menit kemudian...
"Baiklah, silahkan anda masuk nanti akan ada seorang pelayan yang akan membantu anda untuk bertemu dengan yang mulia," ucap penjaga gerbang itu sambil membuka gerbang untuk mengizinkan James masuk ke dalam istana
"Baik, aku mengerti,"
"Terima kasih karena telah membantuku," ucap James sambil berjalan masuk melewati gerbang itu menuju ke pintu masuk
Di balik cermin yang memperlihatkan kedua situasi yang berbeda.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan dengan membuat sihir ruang dan dimensi ini?" ucap seorang perempuan yang masuk ke dalam ruangan dimensi yang berbeda itu
"Kenapa perempuan tua seperti dirimu ada di sini?" ucap Dezria dengan tatapan kesal
"Tentu saja untuk melihat seperti apa permainan yang akan anak kecil seperti dirimu memberikan permainan kepada orang yang akan masuk ke dalam organisasi,"
__ADS_1
"Tapi aku tidak menyangka kalau kamu akan bermain istana-istana dengan mereka," ucap perempuan itu sambil menyeringai
"Ernest, bisakah kamu tidak berbicara yang tidak-tidak? kamu tidak bisa menghargai perjuanganku tapi malah kamu selalu mengejek diriku,"
"Kamu tidak sadar diri atau apa?" ucap Dezria dengan tatapan kesal
'Sepertinya akan akan pertarungan lain di sini, kenapa selalu aku diminta untuk menyelesaikan masalah yang dibuat oleh mereka berdua?' ucap Derick yang melihat pertarungan di depannya dengan lelah karena tidak bisa menikmati tontonan
"Baiklah, kalian berdua berhenti bertengkar jika tidak maka aku yang akan langsung turun tangan,"
"Dan jika kalian saling memiliki perasaan tolong jangan bertindak seperti orang bodoh dan membawaku ke dalam pertengkaran ini," ucap Derick dengan tatapan yang dingin
"DIAM!!" teriak keduanya ke arah Derick membuat Derick naik pitam
"Hohoh... jadi begitu," ucap Derick dengan tatapan dingin dan aura yang menekan
"infierno chain," ucap Derick dengan mengetukkan tongkat yang entah dari mana asalnya dan seketika muncullah rantai-rantai yang mengikat keduanya dan keduanya seketika terdiam
"Baiklah, sekarang mari kita bicarakan dengan baik-baik,"
"Ernest, kamu seharusnya tidak menggunakan sihirmu untuk memaksa masuk ke dimensi yang dibuat oleh orang lain dan mencari keributan,"
"Dezria, kamu adalah salah satu orang yang memiliki kebajikan dan orang jenius yang memiliki pemikiran yang luar biasa jadi bisakah kamu bertindak seperti pemikiran milikmu itu?" ucap Derick sambil tersenyum dingin begitu menyeramkan di mata mereka berdua
"Maafkan aku," ucap keduanya dengan serentak dengan kepala tertunduk menyesal
"Baiklah, karena ini adalah ruangan Dezria maka aku akan melepaskan rantai ini secara langsung, kalau tidak ruangan ini akan lenyap dan kedua orang di sana akan selamanya di ruangan itu," ucap Derick sambil mengetuk tongkat itu kembali untuk melepaskan rantai itu
"Ernest, jika kamu tidak memiliki pekerjaan, aku tolong kepada dirimu untuk pergi dari sini sekarang," ucap Derick sambil menunjuk ke arah pintu keluar
'Karena hari ini aku telah melihatnya dan dia terlihat baik-baik saja aku rasa aku lebih baik pergi,' ucap Ernest di dalam hatinya sambil menatap kedua orang yang di depannya
"Baiklah aku pergi," ucap Ernest dengan tatapan kesal dan berjalan menuju pintu
Di sebuah istana ada kehidupan antara kedua benang yang saling menyambung terlihat sangat damai dan harmonis bahkan hingga dekat dengan pernikahan mereka.
"Beberapa hari lagi kami berdua akan menikah, aku tidak sabar untuk menanti dirinya menjadi pendamping hidupku," Gumam Albern sambil menatap hamparan bunga yang ada di taman
"Yang mulia putra mahkota, ada berita darurat kalau pemberontakan sudah mendekat ke dekat perbatasan kekaisaran," ucap Seorang prajurit yang datang menghampiri dirinya
__ADS_1
Apakah yang dimaksud oleh Ernest? Apakah kehidupan yang mereka jalani adalah ilusi atau malah kenyataan? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
REINKARNASI REINA