
"Tuan, ini saatnya kita merebut takhta yang seharusnya anda miliki," ucap pelayan ini sambil memberikan hormat ya
"Aku kurang setuju bagaimana pun sang raja belum mati, melainkan hanya teracuni dan krisis, pembunuhnya pun belum ketahuan,"
"Jika kita melakukannya sekarang yang ada hanya kita yang mati di bunuh oleh pewarisnya," ucap seorang perempuan itu sambil berjalan mendekati sang perdana menteri
"Yang di katakan oleh Ernest benar, kita tidak boleh terburu-buru dalam mengambil tindakan ini, tetapi aku sudah memiliki keinginan melakukan pemberontakan pada saat pemilihan raja selanjutnya," ucap sang menteri dengan tatapan penuh kemenangan
'Ah... pekerjaan untuk mengawasi para bangsawan yang ingin memberontak memang selalu lebih menyenangkan dibandingkan berurusan dengan para pendeta yang licik itu,' ucap Ernest di dalam hatinya sambil menyeringai melihat pertengkaran para bangsawan yang tidak ada habisnya
"Bagaimana kalau kita menarik hati rakyat terlebih dahulu dengan menyebarkan hal-hal baik tentang anda tuan perdana menteri?" ucap Ernest sambil tersenyum
"Ernest, kamu memang perempuan yang brilian dengan adanya rumor itu maka tidak akan ada yang curiga dengan posisi yang akan aku rebut dari saudaraku sendiri,"
"Ah... bukan mantan raja nantinya," ucap sang menteri sambil tersenyum
Di sisi lain...
"Reina, katakan siapa yang mengganggumu hingga kamu menangis? dan bibir sampai berdarah," ucap Dalbert dengan tatapan kesal dan marah
"Kak, tadi mataku hanya kemasukan debu jadi itulah aku menangis dan pada saat itu aku juga makan kue jadinya bibirku luka," ucap Reina dengan terbata-bata
"Oh begitu, kalau orang lain yang menyakitimu, tinggal datang dan katakan kepada kakak," ucap Dalbert sambil tersenyum
"Iya kak, kalau begitu kita pulang ya kak sekarang," ucap Reina sambil tersenyum
"Kamu puas setelah berbicara dengannya penuh kepalsuan," ucap Asmodeus sambil berjalan ke arah Albern
__ADS_1
"Aku hanya sekedar berbicara saja, aku sadar aku telah membuatnya kecewa kepadaku tetapi aku juga tidak rela untuk meninggalkannya, setiap kali aku melihatnya bersama dengan laki-laki lain aku merasa hati ini di tusuk-tusuk oleh sesuatu," ucap Albern dengan tatapan pahit dan sedikit penyesalan
"Toh... tidak akan ada yang berubah jika aku datang lagi kepadanya hanya akan membuatnya semakin menderita kepadaku," ucapnya lagi sambil menatap Reina dan Dalbert yang pergi semakin jauh
"Baiklah, baiklah, kamu sekarang harus melanjutkan latihan karena kamu adalah murid yang aku didik sekarang," ucap Asmodeus dengan tatapan dingin
Keesokan harinya sebuah berita tiba-tiba menggemparkan seluruh negeri bahkan sampai ke negeri seberang, sang raja telah meninggalkan kekaisaran untuk selama-lamanya. Sebagian orang bersedih atas kematian sang raja sebagiannya merasa kalau ini adalah kesempatan mereka dan pada saat yang bersamaan penyelidikan tentang siapa yang meracuni sang raja telah ditemukan. Sidang besar-besaran pun di adakan.
"Kakak, apakah keluarga kita akan ikut memberikan kesaksian atas meninggalnya sang raja?" tanya Reina dengan penasaran
"Yah, tentu saja kita harus memberikan kesaksian,"
"Ayah dan ibu juga belum pulang dari perjalanannya ke negara lain karena mereka bilang sang raja di sana sedang mempertimbangkan masalah yang terjadi dengan kerjasama kita ditambah lagi informasi tentang sang raja telah wafat sudah tersebar mereka jadi ragu untuk bekerja sama," ucap Dalbert dengan tatapan pasrah
"Aku paham dengan situasinya, kalau begitu kapan kita akan berangkat?" tanya Reina dengan tatapan percaya diri
"Tok... tok... tok..." suara ketukan pintu
"Masuk," ucap Dalbert tanpa beranjak dari kursinya melainkan malah mengambil secangkir teh untuk di minum
"Kakak, kita bukankah seharusnya membukakan pintu untuk mereka masuk?" ucap Reina dengan tatapan terkejut dengan tingkah kakaknya yang santai dan menanggap seperti rumahnya sendiri
"Biarkan saja mereka masuk sendiri," ucap Dalbert dengan tatapan tidak pedulikan sekitarnya
"Maaf menyela, saya Sadang kemari untuk menyampaikan kalau sidang nanti akan di mulai setelah makan siang, jadi di harapkan tuan dan nona Halmiton menghadirinya, kemudian setelah sidang selesai akan ada rapat untuk memutuskan pemerintahan sementara sebelum putra mahkota naik takhta," ucap seorang penyampai pesan sambil masuk melalui pintu yang terbuka
"Ah, iya apa aku boleh bertanya, kira-kira apakah pelaku yang meracuni sang raja sudah di tangkap atau ada orang yang sudah kalian yakinkan bahwa itu adalah pelakunya?" ucap Reina dengan tatapan penasaran
__ADS_1
"Kalau anda tanya seperti itu jawabannya sudah tapi dia tidak mengakui kesalahannya dan malah mengatakan kalau dia di jebak,"
"Walaupun dia di jebak jelas tidak punya bukti kalau dia benar-benar di jebak dan tidak mudah menanganinya," ucap penyampai pesan itu sambil menggelengkan kepalanya
"Tentu saja, siapapun pastinya tidak ingin mati karena kesalahan yang telah diperbuatnya, dia tau kalau itu salah dan bisa membunuhnya tetapi dia ingin menghindar dengan cara menuduh orang lain bukankah sungguh konyol?" sambung Dalbert dengan tatapan dingin
"Hanya karena haus akan kekuasaan sampai melakukan hal sekejam ini tapi tidak heran juga jika sang raja di bunuh oleh salah satu perwakilan rakyatnya karena banyak rakyatnya yang berada di wilayah terpencil dan desa-desa tidak di urus,"
"Yang mulia membiarkannya begitu saja tanpa melakukan apapun seolah-olah, mereka memang pantas hanya menerima penderitaannya, jadi itu adalah hasil analisaku karena aku tidak berada di pihak mana pun," ucapnya lagi sambil mengangkat cangkir tehnya dengan tatapan dingin yang begitu tajam
"Aku dan adikku akan menghadiri rapatnya jadi terima kasih atas pemberitahuannya," ucap Dalbert sambil tersenyum tipis
"Saya juga berterima kasih karena telah di berikan pengajaran tentang pandangan anda tentang atas kematian yang mulia raja,"
"Kalau begitu sekarang saya undur diri dulu," ucap sang pengantar pesan itu kemudian berjalan meninggalkan ruangan
"Kakak, kenapa kakak mengatakan hal yang buruk tentang orang yang mati?" ucap Reina dengan tatapan tajam
"Reina, dunia politik tidak seperti yang kamu kira, disini keluarga kita berada di pihak netral jadi jika ingin berbicara tentang isu kematian kamu harus memberikan pendapatmu tentang kedua belah pihak antara pembunuh dan juga orang yang menjadi korban,"
"Di sini tidak ada yang baik atau buruk Reina, dan yang kakak bicarakan tadi akan menjadi pertimbangan para hakim untuk memutuskannya," ucap Dalbert sambil tersenyum kemudian menyeruput tehnya
"Jadi itulah sebabnya kakak tidak ingin kamu bergabung ke dalam politik, karena dunia politik tidak hanya terkait tentang perumusan masalah saja tetapi terkait dengan kehausan orang dalam menguasai semua yang di miliki rakyatnya,"
"Kamu kasih semangat saja kakak sudah sangat senang," ucap Dalbert dengan tatapan serius dan senyuman lembut
"Kalau begitu sekarang kita harus menghadiri sidang, sebentar lagi dimulai," ucapnya lagi sambil menatap jam sakunya dan beranjak dari kursinya
__ADS_1
Seperti apa sidang yang akan berlangsung? siapakah pelaku yang meracuni raja? Apakah yang akan terjadi selanjutnya?