
Setelah selesai membayar, Albern dengan cepat menggenggam tangan Reina dan Reina yang di genggamnya hanya diam mengikuti Albern dari balik punggung itu, membuka pintu restoran kecil itu.
"Cling... Cling..." bunyi pintu restoran itu saat di buka dan mereka berdua keluar dari restoran itu.
Di jalan yang sepi itu...
"Jadi, ke toko buku dulu ya?" ucap Reina dengan tatapan memelas kepada Albern
"Baiklah, kita pergi ke toko buku dulu," ucap Albern sambil tersenyum tipis
'Aneh ya, perempuan biasanya ribut dengan pasangannya mau pergi ke butik dan mereka paling anti yang namanya buku tapi, kenapa Reina malah kebalikannya?' ucap Albern di dalam hatinya sambil tersenyum memikirkan Reina yang begitu unik dan berbeda dari lady-lady bangsawan lainnya.
"Albern, kenapa kita ke kota identitas kita tidak Ketahuan? Aku dari tadi ingin menanyakan ini kepadamu tapi aku lupa," ucap Reina sambil tertawa kecil
"Masih muda saja kamu sudah lupa ingin menanyakan sesuatu, apalagi menanyakan kepastian perasaanmu kepadaku," ucap Albern dengan tatapan tajam dan serius
Tiba-tiba wajah Reina menjadi merah merona "Albern, aku salah dengarkan?"
"Mungkin?" ucap Albern sambil menoleh ke arah lain
__ADS_1
'Sejak kapan Albern yang sangat dingin dan serius ini bisa gombal gitu, pasti kebanyakan gila kerja ini kerjaannya di depan dokumen terus,' ucap Reina di dalam hatinya sambil memaki Albern
"Reina, kamu sedang memaki aku kan di dalam hatimu," ucap Albern sambil tersenyum dan menatap dingin
'Kenapa jadi seram ya?' ucap Reina di dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya
'Dia cenayang apa ya? kalau tau gitu aku diam aja,' ucap Reina dengan getar
"Yah... itu... mana... mungkin... aku... memaki... orang... disebelahku..." ucap Reina dengan kaku dan berusaha menghindar dari tatapan Albern
"Reina, kamu yakin?" ucap Albern sambil tersenyum
"Tentu saja aku yak-"
"Kenapa dia lucu sih, lari-lari seperti itu seolah-olah takut aku memakannya," Gumam Albern sambil tersenyum
"ALBERN... ALBERN..." terdengar suara teriakan entah dari mana
"Bentar suara ini, jangan-jangan dia menelpon menggunakan batu sihir komunikasi," ucap Albern sambil mengeluarkan batu sihir komunikasi
__ADS_1
"Hum... Kenapa kamu menggangguku pacaran dengan Reina?" ucap Albern dengan tatapan dingin.
"Pacaran teruss, kamu tidak ingin turun dari kursi dengarkan ucapan ku," ucap James dari alat komunikasinya
Mendengar ucapan James, Albern langsung memasang sihir peredam suara di sekitarnya supaya tidak seorangpun di sekitarnya mendengar pembicaraannya dan melihatnya.
"Jadi apa yang ingin kamu katakan?" ucap Albern dengan tatapan serius
"Ini masalah pangeran kedua, sepertinya saudaramu memiliki hubungan kerja sama dengan organisasi gelap yang paling di takuti di dunia bawah. Dan ini hanyalah pendapat aku yang tidak berdasar saja, karena yah mereka sangat sulit untuk di lacak dan lokasi mereka yang sangat suka berpindah-pindah dan licin membuat aku tidak bisa melacaknya kalaupun bisa di lacak dia pasti akan membunuhku," ucap James dengan tatapan pasrah
"Memang tidak terlihat dia sangat terobsesi dengan takhta atau tidaknya, tapi kalau aku lihat dia pastinya menginginkan sesuatu yang ingin dia dapatkan yang pasti kemungkinan dia akan mengincar kursi milikmu itu, manusia dengan topeng ular memangnya terlihat?" ucap James sambil menyeringai
"Intinya aku memintamu untuk tidak terlalu dekat dengannya saja, seperti biasa jangan terlalu melonggarkan kewaspadaan, kamu keluar tanpa pengawalan jadi kalau cuma sihir pengubah aku takut kamu kenapa-kenapa dan nantinya aku tidak dapat gaji pensiunan," ucap James dengan tatapan serius
"Baiklah, itu saja yang ingin aku laporkan," ucap James sambil tersenyum kecil
"Tetap menikmati harimu, walaupun dia bukan benar-benar pacarmu secara langsung," ucap James langsung mematikan alat komunikasinya karena takut di hukum oleh Albern
"Hah... dasar, aku harus masuk kalau tidak Reina akan curiga aku kenapa-kenapa," ucap Albern sambil berjalan dan membuka pintu masuk ke toko buku.
__ADS_1
Kenapa James mengatakan manusia dengan topeng ular? Bagaimanakah kisah cinta masa muda Reina dan Albern? Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
REINKARNASI REINA