Reinkarnasi Reina

Reinkarnasi Reina
Bab 165 Sudah gagal


__ADS_3

"Kamu memang sesuai dengan julukan yang diberikan oleh orang timur tengah,"


"mortality Albtraum,"


"Orang yang memberikan kematian dengan cara memberikan mimpi indah lalu menghancurkannya kemudian perlahan-lahan membuat mereka mati," ucap Derick sambil menyeringai dingin


"Aku anggap itu adalah pujian, karena aku tidak setuju dengan yang di pilih oleh tuan pemimpin kalau orang seperti mereka adalah orang yang layak untuk sebanding dengan orang seperti kita," ucap Dezria dengan tatapan dingin


"Bagaimana kalau mereka berhasil keluar dari ilusi itu?" ucap Derick sambil melipat kedua tangannya


"Yah maka aku akan sedikit merubah pendapatku tentang mereka berdua,"


"Tapi itu kalau mereka bisa keluar dari ilusi sedangkan untuk mendapatkan pengakuan jika mereka tidak bisa lolos dalam waktu tiga jam maka mereka sama sekali tidaklah pantas untuk berada di NHBNTA,"


"Mereka hanyalah orang-orang yang memanfaatkan keberuntungan," ucap Dezria dengan tatapan dingin


"Hahaha..."


"Kenapa kamu bertanya hal yang begitu tidak masuk akal dan terdengar konyol?" ucap James dengan tawa yang menggema


"Biarkan aku memberi tau dirimu dengan jelas," ucap James dengan tatapan yang tajam ke arah Albern


"Aku telah merencanakan hal ini untuk membunuh dirimu sejak awal, dan ini adalah sifat aku yang sebenarnya," ucap James sambil mengangkat kakinya ke arah leher Albern dengan tatapan yang dingin


'Bagaimana caraku untuk keluar dari sini sekarang? Aku yakin James tidak akan melakukan ini kepadaku karena dia akan selalu bersikap setia kepadaku,'


'Dan dia adalah orang yang selalu menentang setiap perbuatanku ke arah yang salah,' ucap Albern di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Kecewa? atau hancur?"


"Tapi memang itu yang aku harapkan dari dirimu," ucap James sambil menendang perut Albern


"Ugh..." ucapnya sambil berusaha menahan rasa sakitnya

__ADS_1


'Aku harus mengulur sedikit waktu untuk menggunakan sihir ini,' ucap Albern di dalam hatinya dengan senyuman yang mengejek


"Aku tidak sama sekali merasakan hal seperti yang kamu katakan barusan malahan aku merasa kasihan denganmu, karena harus selalu bersikap baik dan selalu dikekang oleh keinginanmu," ucap Albern dengan tatapan yang kasihan


"Kamu bilang apa barusan?"


"Kalau begitu aku harap kematian ini menyadarkan dirimu saat di kehidupan yang akan datang kalau aku bukan lawan yang sebanding atau di remehkan oleh orang seperti dirimu," ucap James dengan tatapan kesal sambil menjentikkan jarinya dengan isyarat kalau Albern harus segera di eksekusi mati di depannya.


Namun belum sampai pedang itu melukai leher laki-laki itu "gefrorenes Licht."


Seketika orang-orang yang di sekitarnya membeku seperti dibekukan dengan sihir es tetapi itu bukanlah sihir es melainkan salah satu sihir khusus yang hanya di miliki oleh keturunan keluarga kerajaan dan sangat langka yaitu sihir kristal. Sihir terkuat ketiga di dunia sihir setelah kegelapan dan cahaya.


"Ck, kamu ternyata telah berniat untuk melakukan seperti ini tidak heran jika kamu telah mengulur waktu dari tadi," ucap James dengan tatapan yang marah


"Kalau begitu memang harus aku yang turun tangan untuk membunuh dirimu secara langsung,"


"Dan membuatmu hancur berkeping-keping,"


"Jadi aku harus membunuh dirimu," ucap Albern yang telah memekegang pedang yang diambil dari orang-orang yang ada di sekitarnya


Matahari telah tenggelam meninggalkan langit malam yang ditemani oleh bulan dan bintang mengisyaratkan kalau malam sunyi ini adalah malam kesempatan untuk mencari tau apa yang terjadi.


'Aku telah sampai di istana sekarang aku harus berpikir bagaimana caraku untuk masuk ke dalam kamar putra makhota tanpa ketahuan sedikitpun,' ucap James yang memantau kamar yang ada di depan matanya


"Jika kamu ingin menyusup seharusnya kamu melakukannya dengan benar tanpa diketahui atau di sadari oleh siapapun termasuk aku," ucap Seorang laki-laki yang berbicara di telinganya


'Siapa?!' ucap James di dalam hatinya dengan tatapan terkejut


"Kamu adalah budaknya putra mahkota,"


"Kenapa orang seperti dirimu bisa ada di sini," ucap James sambil menodongkan belatinya ke arah leher laki-laki yang ada di depannya


"Biar aku beritahu sesuatu kepadamu James Clover, semua yang akan kamu lakukan untuk menyelinap ke kamar yang mulia putra mahkota,"

__ADS_1


"Sudah gagal, sejak kamu menodongkan senjata belati ini ke arah leherku,"


"Karena semua pasukan sekarang telah menuju kemari untuk menangkap dirimu,"


"Termasuk orang yang pernah menjadi atasanmu," ucap pelayan itu dengan tatapan yang tenang ke arah James


"James Clover, aku tidak tau kalau kamu datang ke dalam istanaku tanpa di undang ataupun di berikan perintah oleh yang mulia raja tapi perbuatan yang kamu lakukan sekarang adalah termasuk ke dalam hukuman perencanaan pembunuhan kepada seorang putra makhota,"


"Jadi skak mat,"


"Ini adalah akhir untuk dirimu," ucap Albern dengan tatapan dingin dan tajam kemudian memberikan isyarat kepada semua pengawalnya untuk menodongkan senjatanya ke arah James


"Kamu yakin ini aku mati? Kamu tidak bisa lihat apa yang ada di tanganku sekarang?" ucap James dengan tatapan yang dingin


"Tentu saja aku tau tapi buat apa kamu ingin mengancam diriku dengan yang seperti itu, karena bagaimanapun juga aku masih bisa mencari seorang pengganti dirimu," ucap Albern dengan tatapan tidak peduli


'Kenapa dia bisa dengan begitu mudah mengatakan nyawa seseorang seperti membuang kartu dalam permainan,' ucap James di dalam hatinya sambil menggigit bibirnya sampai terluka


"Aku tau kamu memiliki segalanya dan tidak kekurangan satupun apalagi orang yang berbakat untuk dirimu,"


"Tapi Albern, kamu akan kehilangan kepercayaan orang-orang yang ada di sekitarmu," ucap James dengan tatapan dingin dan seringai


"Wahrheit," ucap James sambil melemparkan belati yang awalnya ada di leher sekertaris itu ke arah Albern namun ditangkap oleh Albern dengan kedua jarinya dengan begitu mudahnya


"Kamu ingin melemparkan belati kepadaku?"


"Kamu bodoh aku rasa karena tidak satupun senjata yang tidak bisa aku tangkis," ucap Albern sambil tersenyum merendahkan James


"Hum... aku telah menduga hal itu akan terjadi oleh karena itu aku merencanakan hal lain juga," ucap James sambil tersenyum dengan penuh kemenangan


"Luz," ucap James yang membuat belati tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata hingga tidak bisa melihat apapun


Apakah mereka berdua berhasil? Apakah Dezria akan mengakui mereka? Seperti apakah kisah mereka selanjutnya?

__ADS_1


REINKARNASI REINA


__ADS_2