
"Maafkan aku tidak melihat jalan tuan," ucap Reina sambil menghormat
"Apa anda baik-baik saja tuan?" tanya Reina dengan tatapan kebingungan
"Aku baik-baik saja," ucap Albern sambil menatap luka Reina itu
'Kalau di lihat-lihat dia mirip dengan Albern, tapi mana mungkin orang seperti dia disini? Apa kau tanya saja ya,' ucap Reina di dalam hatinya dengan tatapan penasaran
"Ah... luka itu... Apa kamu yakin kamu baik-baik saja?" tanya laki-laki itu sambil menatap luka Reina
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja," ucap Reina sambil tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya
"Ah iya apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Reina sambil menatap laki-laki itu
"Silahkan," ucap laki-laki itu sambil menganggukkan kepalanya
"Itu... Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? aku merasa kalau anda terlihat sangat familier," ucap Reina sambil menatap dengan ragu
"Ah, tidak apa-apa jika tidak menjawabnya aku tidak masalah, hanya saja terlihat tidak asing untukku," ucapnya lagi dengan kaku
"Tidak, kita tidak pernah bertemu sebelumnya," ucap laki-laki itu dengan tatapan serius
'Untung saja aku kesini dengan sihir pengubah wujud jadi dia pastinya tidak akan mengenali aku,' ucap laki-laki itu dengan perasaan lega
"Ah... begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu," ucap Reina sambil berusaha berjalan dan menahan rasa sakit dari lukanya
"Tunggu..." ucap laki-laki itu sambil menggenggam tangan Reina
'Kenapa aku menggenggam tangan perempuan rubah ini?' ucap laki-laki itu terkejut ketika tangannya telah menggapai tangan Reina
"Ada apa?" tanya Reina sambil menoleh ke arahnya
"Kakimu... biar aku yang mengobatinya dan bertanggung jawab," ucap laki-laki itu sambil menatap Reina
"Ah, tidak perlu kok aku bisa sendiri," ucap Reina sambil tersenyum
__ADS_1
'Apa ini trik barunya?' ucap laki-laki itu sambil mengerutkan keningnya
"Hah... kamu keras kepala," ucapnya kemudian menggendong Reina dan membawanya ke air mancur alun-alun kota
"Kamu tunggu di sini, aku akan pergi membeli beberapa obat untuk mengoleskan lukamu," ucap laki-laki itu kemudian meninggalkan Reina
"Entah kenapa ini seperti pernah terjadi dulu,"
"Sudahlah dia tidak lagi bersamamu Reina tetapi dengan seorang perempuan yang di cintai olehnya," gumamnya sambil menatap langit yang cerah dengan senyum pahit dan perasaan yang sakit
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu," ucap laki-laki itu sambil berlari ke arah Reina dan langsung mengobati lukanya
"Padahal aku bisa mengobati lukaku sendiri, tapi terima kasih telah membantuku, aku sangat ceroboh sampai hari ini terjadi seperti ini," ucap Reina sambil tersenyum
"Apa aku boleh tau namamu?" tanya Reina sambil menatap laki-laki yang mengobatinya
"Aku? Namaku Albern Haracia, aku baru datang ke desa ini, kamu boleh memanggilku Albern," ucap Haracia dengan tatapan dingin
"Albern Haracia? nama yang unik tapi entah kenapa ini terdengar tidak asing," ucap Reina sambil tersenyum
"Namaku Reina, aku tinggal di mansion sekitar sini, aku ke sini untuk memulihkan kondisi tubuhku," ucap Reina sambil tersenyum
'Memulihkan diri? apa dia sakit? mana mungkin perempuan licik seperti dia bisa sakit tapi... tunggu kenapa aku khawatir dengan keadaannya dan kenapa juga hatiku terasa tersayat-sayat ketika mendengarkan kondisinya,' ucap Albern di dalam hatinya dengan tatapan dingin
"Kamu sakit?" tanya Albern dengan tatapan penasaran dan khawatir
"Iya, tidak juga hanya saja tubuhku lemah karena aku merasa depresi dan stress ketika itu terjadi aku sering pingsan, jadi setelah di keluarkan dari akademi keluargaku memutuskan untuk pindah ke sini," ucap Reina sambil tersenyum pahit
"Apa kamu yakin baik-baik saja sekarang?" tanyanya lagi dengan tatapan khawatir
"Aku baik-baik saja, tenang saja tinggal di sini lebih tenang dibandingkan aku berada di ibukota kata keluargaku, dan juga di sini aku bisa sedikit lebih santai karena mereka selalu mengunjungi aku," ucap Reina sambil tersenyum
"Jika aku boleh bertanya, apa yang membuatmu menjadi depresi seperti ini?"
"Tidak masalah jika kamu tidak ingin membicarakannya tapi jika kamu ingin membicarakannya denganku," ucap Albern dengan tatapan penasaran karena ini pertama kalinya dia mendengar kalau mantan tunangannya sakit
__ADS_1
"Ah... itu tidak apa-apa kok, ini bukan hal yang harus di tutupi," ucap Reina sambil tersenyum
"Hal ini terjadi karena aku terus memikirkan seseorang yang aku cintai tapi sekarang kami berdua sudah tidak memiliki hubungan lagi, awalnya kami berdua bertunangan pada saat kami masih kecil, dan aku tidak setuju dengan pertunangan ini, kemudian dia mengajukan surat perjanjian kepadaku dan aku terima,"
"Sejak saat itu, dia selalu membuatku jatuh cinta kepadanya namun aku hanya menganggapnya kalau dia tidak serius denganku hingga sampai aku menyadari perasaanku dan ternyata aku telah telat menyadarinya,"
"Dia telah bersama dengan seorang yang akan menggantikan aku. Aku mengalami depresi dan tekanan yang lumayan besar, tapi hal itu terjadi lebih jauh sebelum kejadian itu tapi masih menyangkut tentang dirinya dan begitulah,"
"Sekarang bersamanya hanyalah mimpiku saja, namun bahagianya dirinya adalah harapanku, sejak awal aku adalah orang yang hanya menjadi penumpang dalam cerita cinta mereka jadi tidak masalah untukku,"
"Dan Mengingatku adalah racun untuknya di masa depan dan melupakanku adalah hal terbaik untuknya di masa sekarang," ucap Reina dengan senyuman begitu pahit
Mendengarkan cerita dari Reina, Albern merasa dadanya di tusuk berkali-kali lipat karena suatu hal yang membuat alam bawah sadarnya merasa kesakitan dan begitu menderita namun tidak tidak tau apa yang membuatnya kesakitan atau apa yang membuatnya merasa tertusuk-tusuk. Di saat dia menjadi orang lain dan mendengarkan ceritanya sendiri dari orang yang dia anggap sebagai orang yang licik, Ja**ng, la**r, dan jahat. Tapi ternyata dia merasakan sakit dari sebuah perkataan yang menusuknya.
"Menurutmu apakah dia adalah laki-laki yang bre****k?" tanya Albern dengan tatapan dingin
"Tidak, sama sekali tidak,"
"Ini adalah salahku sejak awal karena jatuh cinta dengannya tapi sekarang aku baik-baik saja," ucap Reina sambil berusaha tersenyum tegar
"Dia meninggalkanmu pergi? tapi kamu tidak merasa seperti itu? Mana mungkin kamu bisa begitu mudahnya untuk menerima hal seperti itu?" tanyanya lagi dengan tatapan tidak percaya
"Aku sejak awal telah mengatakan kepadanya dan aku telah mengetahuinya sejak awal kalau dia akan meninggalkan aku walaupun sakit sih, tapi yah pertunangan itu hanya sebatas kertas yang mengikat kami tidak lebih dari itu, aku dan dia hanya mencoba menjadi yang terbaik,"
"Aku lebih baik untuk dibenci olehnya dan seterusnya di anggap jahat olehnya, karena itu yang terbaik agar dia tidak pernah merasa bersalah atas semuanya," ucap Reina sambil tersenyum menatap langit di lewati angin yang berhembus kencang melewati dirinya
Sekali lagi perasaan yang hancur di hatinya muncul, mungkinkah itu perasan penyesalan? atau karena dia telah terkena sihir Reina? atau malah dia merasa tertusuk-tusuk karena perkataan yang begitu mulus dari Reina? entahlah apa menurut laki-laki itu tapi yang ada di hatinya kini rasa sakit yang tidak akan ada habisnya.
"Apa boleh jika aku menjadi temanmu dan menemanimu melakukan penyembuhan di kota ini?" tanya Albern dengan tatapan dingin namun di hatinya sakit
'Aku harus mencari tau apa dia benar-benar seperti yang di katakan Elena? itu saja,' ucap Albern di dalam hatinya
"Tentu saja, senang sekali aku mendapatkan teman pertama disini," ucap Reina sambil tersenyum
Apakah Albern akan kembali bersama Reina? Apakah Reina akan menyadari orang yang di sisinya ini? Akankah benang ini benar-benar bisa terikat?
__ADS_1
REINKARNASI REINA